POJOKSATU.id - Dalam audiensinya ke Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Himpunan Alumni (HA) IPB University belum lama ini, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) IPB University, Prof Suryo Wiyono memaparkan program Kampung Inovasi.
Program Kampung Inovasi IPB University tersebut telah dilaksanakan selama dua tahun di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
“Kampung Inovasi adalah program penerapan teknologi modern dalam budi daya padi pada skala kawasan. Mulai dari pengolahan tanah, penanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman, panen hingga pascapanen,” ungkap Prof Suryo.
Baca Juga: Mahasiswa IPB University Gagas ‘Fuellution’ pada Pimnas ke-36 untuk Solusi Penurunan Polusi Udara
Selain penerapan teknologi modern, dalam program Kampung Inovasi dilakukan juga penguatan kelembagaan petani.
Model ini telah diuji dengan pendampingan para pakar IPB University bersama mahasiswa sejak tahun 2020.
Dalam penerapannya, program Kampung Inovasi ikut melibatkan berbagai pihak, yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Subang, HA IPB University Kabupaten Subang, SMK Negeri 2 Kabupaten Subang dan CV Sari Bumi Nusantara.
Baca Juga: Nabila Putri Shariva, Mahasiswa IPB University Ukir Prestasi di Kejuaraan Berkuda Nasional
Menanggapi hal itu, Menteri Pertanian RI, Dr Andi Amran Sulaiman menyatakan akan mendukung penerapan model tersebut pada skala yang lebih luas.
Disepakati model tersebut akan diterapkan di kawasan seluas 500 hektare pada musim tanam Desember 2023 dengan target produksi 10 ton per hektare.***



