POJOKSATU.id, PANYABUNGAN-- Kepsek SDN 179 Tambangan Tonga, Rusdi Nasution, mengaku sudah dua kali dipanggil oleh BKD (BKPSDM) Madina, Sekda Madina, Dinas Pendidikan Madina, terkait dugaan SK honorer siluman atau SK siluman bagi guru bernama Uli Sri Wahyuni.

Diketahui, guru Uli Sri Wahyuni ini tidak pernah mengajar dan tidak pernah masuk mengampu mata pelajaran di SDN 179 Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina), selama ini.

Namun pada seleksi PPPK Madina 2023, status guru Uli Sri Wahyuni ini merupakan P3 atau kategori honorer yang sudah mengabdi selama tiga tahun lebih.

Dan SK mengajarnya dikeluarkan oleh Rusdi Nasution di SDN 179 Tambangan Tonga mulai September 2023.

Baca Juga: Dua Wali Kelas di SDN 179 Tambangan Diturunkan Jadi Guru Biasa, Diduga Sering Demo Tuntut Haknya di PPPK Madina 2023

Dan Ketua Komite SDN 179 mengaku tak pernah menandatangani SK honorer komite bagi Uli Sri Wahyuni.

Sesuai data yang dihimpun Pojoksatu.id, honorer Uli Sri Wahyuni ini selama lebih tiga tahun belakangan merupakan seorang guru di TK Aziroh Sigalapang, Panyabungan.

Melalui telepon selulernya, Minggu (21/1/2024), Kepsek Rusdi Nasution memberi penjelasan terkait dipanggilnya dirinya oleh BKD (BKPSDM), Sekda Madina, dan Dinas Pendidikan Madina soal SK honorer siluman ini.

“Sudah. Saya laporkan terus. Saya dioper-oper orang itu. Dari Sekda ke BKD. Dari BKD ke Dinas Pendidikan. Saya jelaskan semua prosesnya,” kata Rusdi Nasution.

Baca Juga: Wadih Duga Bupati Madina Berakrobat, Bisa Langsung Batalkan SKTT, Malah Suruh Sekda ke Jakarta

“Ujung-ujungnya dipertanyakan orang itu. Berapa rupanya dapat duit bapak, kata orang itu (Sekda, BKD, Disdik). Alhamdulillah sampai detik ini seribu pun tidak ada. Demi Allah tidak ada. Ucapan terima kasih pun tidak ada. Memang tidak ada memang,” kata kepsek asal Aek Marian ini.

Menurut Rusdi Nasution, inisiatif mengeluarkan SK honorer siluman atas nama Uli Sri Wahyuni ini dari operator sekolah Ahmad Syeikhu.

“Kalau inisiatif (SK Uli Sri Wahyuni), otomatis apapun ceritanya sudah disetujui kepala sekolah lah itu kan. Tapi saya bilang, pertanyakan dulu ke kabupaten. Pelajari dulu ke kabupaten. Karena saya tidak mau menanggung resiko kan,” beber Rusdi membela dirinya.

Baca Juga: Lebih 2 Minggu Bupati Madina Tak di Kantor, Demo HMI Kisruh PPPK 2023 Kembali Gagal Temui Sukhairi

“Jangan sampai korban kawan-kawan kita. Saya bilang. Supaya tidak jadi masalah. Sudah dipertanyakan si Syeikhu lah ini ke Pak Tigor. Saya jelaskan semua.

Pojoksatu.id pun menanyakan kepada Kepsek 179 Tambangan Tonga, sudah berapa kali dipanggil BKD, Sekda dan Disdik Madina, terkait SK honorer siluman atas nama Uli Sri Wahyuni ini.

“Sudah dua kali. Ke BKD dan Dinas Pendidikan,” katanya.

Disinggung apakah operator sekolah sudah dipanggil, Rusdi Nasution membenarkan hal tersebut.

“Ikut semua. Operator sekolah dipanggil. Korwil pun ikut dipanggil,” jelasnya.***