POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) membawa kabar gembira bagi dunia pendidikan Indonesia.
Dalam upaya memeratakan akses informasi, pemerintah resmi mulai menyalurkan program internet satelit gratis yang ditujukan khusus bagi satuan pendidikan yang selama ini belum terjangkau oleh jaringan internet kabel maupun seluler.
Program ini difokuskan pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dengan adanya bantuan teknologi satelit ini, diharapkan kesenjangan digital antar wilayah dapat terkikis, sehingga siswa di pelosok memiliki kesempatan belajar yang sama dengan mereka yang ada di kota besar.
Baca Juga: Kabar Gembira! Kemdikdasmen Salurkan Internet Satelit Gratis ke Sekolah
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau berbagai tingkatan pendidikan dengan total ribuan sekolah yang kini terkoneksi.
Berikut adalah rincian sebaran penerimanya:
Penyaluran program internet satelit gratis ini menjangkau berbagai jenjang pendidikan dengan distribusi yang luas.
Penerima manfaat terbesar adalah Sekolah Dasar (SD) dengan total 6.868 satuan pendidikan, disusul oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 950 sekolah.
Selanjutnya, terdapat 168 unit Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan 166 Sekolah Menengah Atas (SMA) yang turut menerima bantuan ini.
Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mencatat sebanyak 81 penerima, diikuti oleh Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) sebanyak 21 unit, serta Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) sebanyak 11 satuan pendidikan.
Baca Juga: Miris, Gaji Guru PPPK PW di Dompu Cuma Cukup Buat Beli Paket Data Sebulan
Seluruh upaya ini dilakukan demi mewujudkan visi Menuju Indonesia Digital yang merata hingga ke pelosok negeri.
Dilihat dari data di atas, Sekolah Dasar (SD) menjadi penerima manfaat terbanyak, yang menunjukkan fokus pemerintah dalam memperkuat fondasi literasi digital sejak dini di wilayah terpencil.
Penggunaan teknologi satelit dipilih karena kemampuannya menjangkau titik-titik geografis yang sulit ditembus oleh infrastruktur telekomunikasi konvensional.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam transformasi digital pendidikan nasional.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




