POJOKSATU.id - Euforia pelantikan 4.408 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Kabupaten Purwakarta berubah menjadi momen haru.
Di tengah ribuan honorer yang akhirnya meraih status baru setelah bertahun-tahun mengabdi, muncul kabar bahwa 16 orang justru gugur sebelum resmi dilantik.
Pelantikan besar-besaran ini digelar di Stadion Purnawarman pada Selasa, 25 November 2025.
Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengukuhkan ribuan pegawai non-ASN menjadi PPPK Paruh Waktu sebagai bagian dari penataan tenaga honorer di daerah.
Namun tidak semua peserta yang tercatat dalam daftar usulan dapat mengikuti prosesi tersebut.
Dari total 4.426 honorer yang diusulkan sebelumnya, hanya 4.408 yang dinyatakan memenuhi syarat dan hadir dalam pelantikan.
Baca Juga: Cara Menentukan Tujuan Karier Jangka Pendek dan Panjang biar Hidup Kerja Lebih Terarah
Sementara itu, 16 orang gagal dilantik. Penyebabnya beragam: ada yang meninggal dunia, mengundurkan diri, dan sebagian lainnya terkendala dokumen administrasi yang tidak lengkap.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pengadaan pada BKPSDM Purwakarta, Cika Siskawati.
“Ada 16 orang yang gagal dilantik karena meninggal dunia, mengundurkan diri, dan tidak memenuhi persyaratan,” ujarnya, dikutip dari Pikiran Rakyat, 25 November 2025.
Baca Juga: Cara Mempercepat Validasi TPG TW 3 agar Segera Masuk Batch Susulan
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses administrasi PPPK Paruh Waktu tetap berjalan ketat meski pelantikannya dilakukan secara massal.
Komposisi Tenaga yang Dilantik, Teknis Mendominasi
Dari 4.408 PPPK Paruh Waktu yang resmi dilantik, komposisinya terbagi menjadi:
1. 3.247 orang tenaga teknis
2. 866 orang guru
3. 295 orang tenaga kesehatan
Data tersebut menunjukkan dominasi tenaga teknis dalam formasi PPPK tahun ini.
Hal ini memunculkan diskusi publik karena porsi guru dinilai relatif kecil dibanding kebutuhan pendidikan di daerah.
Baca Juga: Viral! Ustaz Sebut Nabi Adam Turun di Jawa, Warganet Tanyakan Dalilnya
Namun pemerintah daerah menyebut penetapan formasi didasarkan pada kebutuhan operasional dan perencanaan anggaran.
Pelantikan ini juga menjadi bagian penting dari penataan ulang tenaga honorer yang telah lama bekerja di instansi pemerintahan namun belum memiliki kepastian status.
Mereka yang Tidak Sampai di Garis Akhir
Di balik gegap gempita pelantikan ribuan orang, ada kisah pilu tentang mereka yang telah berjuang mengikuti proses seleksi namun tidak dapat hadir di momen pengangkatan.
Baca Juga: Arya Daru 24 Kali Nginap Bareng Teman Sekantor Farah di Hotel, Polisi Ungkap Datanya dari 3 Sumber
Beberapa di antaranya meninggal dunia sebelum prosesi, sementara yang lain tersandung masalah administratif.
Kasus meninggal dunia di antara peserta menjadi perhatian khusus karena menunjukkan panjangnya proses menuju pengangkatan PPPK.
Banyak honorer telah mengabdi belasan hingga puluhan tahun tanpa status yang jelas.
Bagi sebagian keluarga, ketidakikutsertaan mereka dalam pelantikan bukan sekadar tidak hadir, tetapi kehilangan harapan yang sudah dinantikan selama bertahun-tahun.
Sementara itu, peserta yang gagal karena dokumen tidak lengkap menyoroti masalah klasik dalam administrasi pelayanan publik.
Kesalahan berkas, lampiran yang belum diperbarui, atau kelalaian dalam melengkapi syarat dapat menghilangkan kesempatan penting.
Bagian dari Penataan Honorer di Daerah
Pemkab Purwakarta menyampaikan bahwa skema PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari tahap awal penataan tenaga non-ASN agar memiliki status hukum yang lebih jelas.
Baca Juga: Sirene Tot-Tot-Wuk-Wuk Resmi Dibekukan, Netizen Bilang Akhirnya Telinga Kami Ga Budek!
Dengan sistem kontrak, pegawai PPPK Paruh Waktu mendapatkan kepastian kerja dan hak kepegawaian tertentu sesuai aturan pemerintah pusat.
Meskipun demikian, sejumlah organisasi tenaga honorer menilai bahwa pelantikan besar-besaran seperti ini perlu dibarengi evaluasi.
Mereka menyoroti aspek kesejahteraan dan ketimpangan kebutuhan antar profesi terutama porsi guru yang dianggap terlalu kecil.
Baca Juga: Rebut Harga Terbaik! Tiket Kereta Cepat Whoosh untuk Libur Natal–Tahun Baru Sudah Dibuka
Namun bagi ribuan honorer yang telah resmi dilantik, momentum ini menjadi titik balik dari perjalanan panjang mereka mencari kepastian.
Euforia yang Berbatas Air Mata
Pelantikan PPPK Purwakarta 2025 menegaskan bahwa setiap kebijakan, sekecil apa pun, selalu memiliki dua wajah.
Di satu sisi, 4.408 orang akhirnya mendapatkan pengakuan resmi atas pengabdiannya.
Di sisi lain, ada 16 nama yang tidak pernah sampai di panggung pelantikan.
Baca Juga: Viral Mahasiswi Cimahi Diduga Jadi Korban Pungli Polisi Saat Berangkat UTS, Total Rp 550 Ribu
Di balik keramaian, sorak gembira, dan foto-foto seremonial, terselip cerita yang tidak banyak terlihat.
Bahwa penantian panjang honorer bukan sekadar soal kelulusan, tetapi soal kehidupan, harapan, dan ketidakpastian yang menyertainya.***




