POJOKSATU.ID - Sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA), mengalami masalah dalam pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

Akibatnya, para siswa terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.

Untuk diketahui bahwa PDSS merupakan basis data yang mencatat kinerja sekolah dan data prestasi siswa selama menempuh pembelajaran di sekolah.

Selain itu, PDSS juga menjadi salah satu syarat dalam SNBP 2025.

Baca Juga: REKOR, Lonjakan WABAH INFLUENZA JEPANG Meningkat, 317.812 Kasus Dilaporkan, Jepang KRISIS OBAT FLU, Fakta Kematian Barbie Hsu di RS Jepang Terungkap

Pengisian data siswa eligible ke dalam PDSS dilakukan oleh Kepala Sekolah. Kebenaran data menjadi tanggung jawab pihak satuan pendidikan.

Tahapan pengisian PDSS dianggap selesai apabila sekolah telah memiliki bukti finalisasi.

Daftar Sekolah bermasalah isi PDSS
Beberapa sekolah di Indonesia mengalami masalah dalam pengisian PDSS, yang berakibat siswa mereka terancam gagal mengikuti SNBP.

Baca Juga: Setelah Hapus USAID, Trump Berencana Bubarkan Kementerian Pendidikan, Kini Dukung Elon Musk Pinmpin Departemen Efisiensi

Bahkan ada beberapa sekolah yang di demo siswanya sendiri lantaran terancam tidak dapat mendaftar SNBP 2025.

Berikut adalah beberapa sekolah yang mengalami masalah tersebut:

1. SMK Negeri 10 Medan: Siswa di sekolah ini mengalami kesulitan karena kelalaian dalam pengisian PDSS, sehingga mereka terancam tidak dapat mengikuti SNBP.

2. SMK Negeri 1 Depok: Ratusan siswa di sekolah ini berunjuk rasa karena terlambatnya pengisian data PDSS, yang mengancam partisipasi mereka dalam SNBP.

Baca Juga: Berniat Mencari Sayuran Bekas, Bocah SD Dituduh Mencuri, Korban Dianiaya Keamanan Pasar Secara Sadis

3. SMAN 17 Makassar: Sebanyak 148 siswa di sekolah ini terancam gagal mengikuti SNBP akibat kesalahan dalam pengisian PDSS.

4. SMK Negeri 2 Surakarta: Sekolah ini mengalami masalah dalam pengisian PDSS akibat kendala teknis dan kurangnya persiapan, yang berdampak pada siswa yang terancam gagal mengikuti SNBP.

5. SMAN 1 Mempawah Hilir, Kalimantan Barat: Sekolah ini mengalami masalah dalam finalisasi PDSS, yang mengancam partisipasi siswa dalam SNBP.

6. SMAN 7 Cirebon: Sekolah ini juga mengalami masalah dalam pengisian PDSS, yang berdampak pada siswa yang terancam gagal mengikuti SNBP.

Baca Juga: Kronologi Kasus Aipda Syarief Hidayat, Oknum Polisi di Palembang Tuduh Sopir Pengangkut Pisang Bawa Sabu

7. SMAN 4 Karawang: Sekolah ini mengalami masalah dalam pengisian PDSS, yang berdampak pada siswa yang terancam gagal mengikuti SNBP.

8. SMAN 1 Depok: Sekolah ini mengalami masalah dalam pengisian PDSS, yang berdampak pada siswa yang terancam gagal mengikuti SNBP.

Panitia Seleksi SNBP Beri Kesempatan
Terkait banyaknya sekolah yang lalai dan mendapat aksi protes dari para siswa, maka panitia SNPMB memberikan kesempatan finalisasi data PDSS.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok, mengatakan ada ratusan sekolah yang belum melakukan finalisasi.

Baca Juga: Wenny Myzon DIPECAT PT Timah, SANTAI dan Tak Khawatir, Pilih Jualan Kue Daripada Kerja di BUMN, Katanya Ngomset Jutaan Rupiah DARI DAPUR

Dijelaskan Eduart jika pihaknya sudah memberikan kesempatan kepada 145 sekolah yang belum mengirimkan dokumen.

Dokumen finalisasi itu dikirim ke alamat surel panitia SNPMB, paling lambat Rabu, 5 Februari 2025.

"Memberikan kesempatan kepada 145 sekolah lainnya untuk dapat mengirimkan dokumen tersebut ke surel [email protected] paling lambat pada 5 Februari 2025, pukul 15.00 WIB," katanya.

Dipaparkan Eduart, jika pihaknya tidak bisa mengakomodasi sekolah yang tidak memenuhi kriteria.

Baca Juga: Gegara Cemburu, Sopir Truk Bakar Wanita Selingkuhan di Bandar Lampung

Panitia SNPMB tidak dapat mengakomodasi finalisasi pengisian PDSS dengan mempertimbangkan faktor akuntabilitas, keberadilan, dan audit sistem, serta menghargai sekolah yang telah tertib dan berdisiplin dalam pengisian PDSS.

Eduart menegaskan jadwal pengisian PDSS yang dilakukan oleh sekolah dimulai dari 6 Januari 2025 sampai 31 Januari 2025.
Panitia SNPMB memberikan fasilitas pada laman SNPMB kepada masyarakat (siswa, orang tua, sekolah, dan dinas pendidikan) untuk dapat melihat perkembangan pengisian PDSS oleh sekolah melalui fitur Viewer Pengisian PDSS di laman web SNPMB.

Hingga penutupan jadwal pengisian PDSS pada 31 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, Eduart memaparkan, sekolah yang telah menyelesaikan finalisasi pengisian PDSS berjumlah 21.003, atau 1.513 sekolah lebih banyak dibandingkan tahun 2024.

Baca Juga: SIDANG Hotman Lawan Razman, Tiba-tiba Razman MENGAMUK, Suasana Makin Ricuh Hingga Ada Pengacara NAIK KE MEJA, Begini Kejadiannya

Demikian pula siswa yang sudah melakukan finalisasi nilai berjumlah 908.128, atau 63.465 siswa lebih banyak dibandingkan pada 2024.

"Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah sekolah yang berkomitmen penuh dan peduli terhadap jadwal dan tahapan pengisian PDSS," tutur Eduart. ***