POJOKSATU.id, PANYABUNGAN— Rencana demo ratusan guru calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Madina bergeser ke hari Rabu (27/3/2024) sesuai persetujuan polisi.

Demo yang dijadwalkan hari ini, Selasa (26/3/2024) oleh guru-guru PPPK 2023, akhirnya disetujui Polres Madina ke hari Rabu (27/3/2024) pukul 09.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Adapun lokasi yang menjadi aksi demo antara lain Kantor BKD Madina, kantor DPRD Madina, kantor Bupati Madina, dan kantor Inspektorat Madina.

Sesuai surat tanda terima pemberitahuan demo dari Polres Madina yang beredar di kalangan wartawan, demo ini digagas oleh Persatuan Guru CPPPK SD SMP SE Mandailing Natal.

Baca Juga: Dibayangi Ancaman Kepsek, Ratusan Guru Calon PPPK Madina 2023 akan Gelar Demo ke Rumdis Bupati Besok

Adapun empat tuntutan aksi guru-guru ini antara lain.

-Hapuskan SKTT karena mekanisme tidak akuntabel.

-SKTT dilakukan secara subjektif sehingga merugikan yang memiliki tinggi pada CAT BKN.

-Mendesak Panselda agar menyurati Panselnas untuk pembatalan SKTT pada penerimaan PPPK tahun 2023.

-Pembatalan guru siluman dan guru mal administrasi pada penerimaan PPPK tahun 2023.

Demikian empat poin tuntutan dari guru-guru CPPPK Madina 2023.

Baca Juga: Warga Karawang Wajib Tahu! Ini Jadwal dan Lokasi Tukar Uang Baru untuk Lebaran

Sebelumnya, di bawah bayang-bayang ancaman kepala sekolah (kepsek) dan koordinator wilayah (korwil) kecamatan, ratusan guru calon PPPK Madina ini akan melakukan demo, Selasa (26/3/2024).

Menurut guru-guru Mandailing Natal (Madina) ini, aksi mereka murni tanpa ada yang menumpangi. Mereka akan menuntut hak mereka ke Bupati meski dalam kondisi bulan suci Ramadhan.

“Rencana Selasa besok 26 Maret 2024, guru - guru terzolimi sebab hasil SKTT 2023 akan mengadakan aksi kembali di depan Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal,” jelas salah seorang guru calon PPPK Madina dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (25/3/2024).

Baca Juga: Gibran Tegaskan Bukan Ayahnya Penentu Kabinet Mereka Tapi Prabowo, Cuma Jokowi Dimintai Masukan

Guru yang meminta namanya dirahasiakan ini menyebutkan, dalam aksi Selasa itu, rencananya akan dihadiri massa sebanyak 300 orang.

"Mengingat perjuangan Rasulullah SAW yang terjadi di Bulan Ramadhan sungguh sangat banyak tentang memperjuangkan Islam, ini menjadi dasar utama bagi guru-guru terzolimi Kabupaten Mandailing Natal dalam rencana aksi dalam waktu dekat ini," ujar guru laki-laki ini lagi.

"Sembari proses di PTUN sedang berlangsung. Aksi-aksi ke depan terus kami laksanakan. Ancaman dari kepala sekolah, Korwil setempat, tidak membuat kami patah semangat, sebab yang kami pertahankan adalah hak kami," tegasnya.***