POJOKSATU.ID - Menurut Kementerian Pertahanan (Kemhan), ancaman pertahanan nonmiliter seperti penyakit, gizi buruk, dan rendahnya literasi kesehatan dapat melemahkan kekuatan bangsa tanpa disadari.
Dengan mempersiapkan generasi muda yang sehat, kita membangun ketahanan nasional dari dalam.
Melalui program #CekKesehatanGratis, Indonesia membangun perisai sejak dini untuk melindungi lebih dari 53 juta anak dari 282 ribu sekolah mulai Agustus 2025.
Jenis Pemeriksaan Kesehatan yang Dilakukan
Pemeriksaan kesehatan untuk anak SMA mencakup berbagai aspek penting, antara lain:
- Status Gizi: Memastikan berat dan tinggi badan ideal serta asupan nutrisi yang cukup.
- Merokok: Edukasi dan deteksi dini kebiasaan merokok.
- Tingkat Aktivitas Fisik: Evaluasi kebiasaan berolahraga dan gaya hidup.
- Tekanan Darah: Skrining hipertensi sejak dini.
- Gula Darah: Pencegahan diabetes.
- TBC dan Talasemia: Deteksi dini penyakit menular dan kelainan genetik.
- Telinga, Mata, Gigi: Pemeriksaan organ vital.
- Anemia Remaja Putri (kelas 10): Skrining anemia yang sering dialami remaja putri.
- Jiwa dan Hati (Hepatitis B dan C): Deteksi dini masalah kesehatan mental dan infeksi hati.
- Kesehatan Reproduksi: Edukasi dan pemeriksaan terkait organ reproduksi.
Baca Juga: Karena Dapodik Sekolah Bisa Dinyatakan Tidak Aktif atau Beroperasi, Jika Tak Lakukan Ini!
Melalui program ini, Kementerian Kesehatan RI ingin memastikan bahwa setiap remaja memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi individu yang sehat dan produktif, siap menghadapi tantangan di masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi kanal resmi Kementerian Kesehatan RI di media sosial dan situs web mereka.***
Baca dan kirim komentar untuk artikel lainnya melalui apps kami:




