POJOKSATU.id — Universitas dan Pesantren Darunnajah Jakarta menjadi tuan rumah Muktamar ke-V Halaqoh BEM Pesantren se-Indonesia pada 1–3 Agustus 2025, dengan tema "Revitalisasi Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa." 

Lebih dari 3.000 peserta dari seluruh Indonesia hadir dalam gelaran nasional ini, termasuk delegasi BEM Pesantren, mahasiswa, dan perwakilan pesantren lintas provinsi.

Acara ini dibuka dengan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Abdul Muhaimin Iskandar, serta Komisaris Independen Bank BRI, Lukmanul Khakim. 

Baca Juga: Bantuan PKH Juli—September 2025 Sudah Cair! Jangan Sampai Salah, Begini Proses Pencairannya

Rektor Universitas Darunnajah, Much Hasan Darojat, menyambut agenda ini sebagai bagian dari komitmen pesantren dalam mendidik kader pemimpin umat dan mengabdi pada masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran ribuan santri dalam forum ini memperkuat posisi pesanten sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia yang terus berperan aktif sejak era kemerdekaan hingga menghadapi tantangan zaman.

Cak Imin juga menegaskan bahwa pesantren harus menjadi kekuatan yang siap bersaing dalam dinamika global, termasuk menghadapi tantangan ketimpangan ekonomi dan krisis kemanusiaan internasional. 

Baca Juga: Siswi Paskibraka Madina Dibunuh dan Dikubur di Kebun Sawit, Teman Korban Beri Penghormatan Terakhir

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan BEM Pesantren sebagai garda terdepan perubahan.

“Di tangan kalian adalah masa depan umat. Saatnya posisi BEM Pesantren menjadi tumpuan dan harapan,” ujar Cak Imin dalam pidatonya.

Presidium Nasional BEM Pesantren se-Indonesia, Muhammad Naqib Abdullah, menyebut keberagaman peserta menjadi kekuatan untuk merumuskan strategi pembangunan berbasis nilai pesantren. 

Baca Juga: Jangan Khawatir Tidak Dapat Bantuan, Pendaftaran DTKS 2025 Bisa Dilakukan Sepanjang Tahun, Simak Syarat dan Alur Pendaftarannya, Mudah Banget!

Ia berharap muktamar ini bisa menjadi titik balik bagi kontribusi santri dalam agenda pembangunan nasional.

Darunnajah sendiri menunjukkan kapasitasnya sebagai pesantren transformatif. Didirikan pada 1942 dengan hanya 7 santri.

Kini Darunnajah menaungi lebih dari 12.000 santri di 23 cabang se-Indonesia, dengan total lahan wakaf mencapai 1.102 hektar.

Baca Juga: Bapak Ibu Guru PAUD, Cek Lagi Penjelasan Membangun Karakter Anak Sejak Dini, Bikin Anak PAUD Tumbuh Ceria

Muktamar ini pun diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi santri sebagai subjek pembangunan bangsa yang bermartabat dan berdaya saing tinggi.***