POJOKSATU.ID- Pernahkah kamu membayangkan hidup tanpa listrik? Mungkin kamu pernah mengalami mati listrik beberapa jam dan merasa sangat terganggu.


Namun, tahukah kamu bahwa ada lebih dari 400 desa di Indonesia yang belum menikmati listrik sama sekali? 


Salah satunya adalah Desa Plaosan di kaki Gunung Argopuro, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, yang selama bertahun-tahun kesulitan mengakses energi listrik.


Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, konsumsi listrik nasional Indonesia terus meningkat dari 910 kWh/kapita pada 2015 menjadi 1.142 kWh/kapita pada 2020.


Namun peningkatan ini belum merata ke seluruh wilayah Indonesia. Desa-desa terpencil masih banyak yang belum terelektrifikasi karena kendala geografis dan infrastruktur.


Dilema Energi di Daerah Terpencil Indonesia


Ketiadaan listrik sangat berdampak pada kehidupan masyarakat. Bayangkan betapa sulitnya memberikan pertolongan medis pada malam hari tanpa penerangan.


Anak-anak tidak bisa belajar setelah matahari terbenam. Masyarakat juga kesulitan mengakses informasi dan mengembangkan usaha karena keterbatasan teknologi.


Hal inilah yang dialami warga Desa Plaosan sebelum mereka menemukan solusi dengan energi terbarukan.


Potensi Energi Terbarukan di Indonesia


Indonesia sebenarnya sangat kaya akan sumber energi terbarukan yang bisa menjadi solusi bagi krisis listrik di daerah terpencil.


Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber yang dapat diperbarui secara alami dan tidak akan habis. Berbeda dengan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang persediaannya terbatas dan mencemari lingkungan.


Salah satu kekayaan energi terbarukan Indonesia adalah panas bumi atau geotermal. Posisi Indonesia yang berada di "cincin api Pasifik" membuat negara kita memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, yaitu lebih dari 17.000 MW atau sekitar 40% dari sumber daya panas bumi dunia.


Ada lebih dari 252 lokasi potensi panas bumi yang tersebar dari Sumatera hingga Maluku. Pada 2019, Indonesia berhasil meraih peringkat kedua dunia sebagai penghasil listrik dari panas bumi.


Namun sayangnya, baru sekitar 8,9% dari seluruh potensi yang telah dimanfaatkan.


Selain panas bumi, Indonesia juga kaya akan potensi energi air. Wilayah pegunungan dan banyaknya sungai membuat Indonesia cocok untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga air, termasuk skala kecil atau mikrohidro yang sangat sesuai untuk daerah terpencil.


Potensi inilah yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Plaosan.


Indonesia juga memiliki potensi energi terbarukan lainnya. Sebagai negara yang dilalui garis khatulistiwa, Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun yang bisa dimanfaatkan sebagai energi surya.


Sebagai negara maritim terbesar, Indonesia juga punya potensi besar untuk energi gelombang laut dan pasang surut.


Belum lagi energi angin di wilayah pesisir dan energi biomassa dari sektor pertanian dan peternakan.


Keunggulan Energi Terbarukan


Mengapa energi terbarukan begitu penting? Selain karena dapat diperbarui secara alami, energi terbarukan juga lebih ramah lingkungan karena minim emisi karbon.


Energi terbarukan juga dapat dikembangkan secara lokal sesuai potensi daerah, sehingga cocok untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau jaringan listrik nasional. Meskipun investasi awal mungkin tinggi, biaya operasionalnya rendah dalam jangka panjang.


Pengembangan energi terbarukan juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan SDG7 tentang energi terjangkau dan bersih.


SDG (Sustainable Development Goals) adalah program global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk mengatasi berbagai masalah termasuk kemiskinan, kesenjangan sosial, dan masalah lingkungan pada tahun 2030.


Studi Kasus: Keberhasilan PLTMH Desa Plaosan


Cerita inspiratif datang dari Desa Plaosan yang berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) secara swadaya.


Mereka memanfaatkan air terjun Kali Pedati yang memiliki energi potensial tinggi. Ketika air jatuh, energi potensial berubah menjadi energi kinetik yang dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik.


Awalnya, alat yang mereka buat sendiri sering rusak karena tidak mampu menahan derasnya air. Namun berkat kegigihan mereka, pada 2019 masyarakat Desa Plaosan berhasil menjalin kerja sama dengan perusahaan listrik dan mendapatkan peralatan PLTMH yang lebih memadai dengan kapasitas 7 kW.


Keberhasilan Desa Plaosan dengan PLTMH-nya memberikan pelajaran berharga bagi kita.


Pertama, pemberdayaan masyarakat sangat penting. Inisiatif swadaya menjadi kunci keberhasilan mereka.


Kedua, pemanfaatan potensi lokal. Mereka tidak menunggu solusi dari luar, tetapi mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya alam sekitar.


Ketiga, kolaborasi berbagai pihak antara masyarakat, pemerintah desa, dan perusahaan energi. Keempat, penggunaan teknologi tepat guna yang sesuai kondisi lokal.


Tantangan dan Solusi Pengembangan Energi Terbarukan


Tentu ada tantangan dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Biaya investasi awal yang tinggi sering menjadi kendala. Untuk mengatasinya, diperlukan skema pembiayaan inovatif dan insentif pajak.


Keterbatasan infrastruktur juga menjadi tantangan, terutama di daerah terpencil. Solusinya adalah pembangunan infrastruktur pendukung secara bertahap.


Kurangnya edukasi dan kesadaran masyarakat juga perlu diatasi dengan program pendidikan dan kampanye publik. Dan tidak kalah penting adalah regulasi yang mendukung pengembangan energi terbarukan.


Untuk mewujudkan Indonesia dengan energi terbarukan yang merata, kita perlu melakukan beberapa langkah.


Pertama, mengidentifikasi potensi energi lokal di masing-masing daerah. Kedua, mengembangkan teknologi tepat guna sesuai kebutuhan dan kondisi lokal.


Ketiga, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan. Keempat, memberdayakan komunitas lokal dalam perencanaan dan pengelolaan sumber energi.


Dan kelima, membangun kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.


Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan energi terbarukan untuk mengatasi masalah ketersediaan listrik, terutama di daerah terpencil.


Keberhasilan Desa Plaosan membuktikan bahwa inisiatif lokal dan pemanfaatan potensi alam sekitar dapat menjadi solusi efektif.


Sebagai generasi muda, kita bisa mulai dengan menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari dan aktif mencari tahu potensi energi terbarukan di sekitar kita. Dengan begitu, kita ikut berkontribusi pada terwujudnya Indonesia dengan energi bersih dan terjangkau untuk semua.


Kita semua memiliki peran dalam mewujudkan Indonesia dengan energi terbarukan yang merata. Mulailah dengan hal kecil seperti menghemat energi dalam kehidupan sehari-hari.


Matikan lampu ketika tidak digunakan, pilih alat elektronik yang hemat energi, dan kurangi penggunaan kendaraan bermotor untuk jarak dekat. Hal tersebut merupakan sebagian contoh kecil yang bisa kita lakukan


Hal kecil yang kita lakukan sekarang akan berdampak besar bagi masa depan energi Indonesia.***