POJOKSATU.id — Transformasi besar terjadi di dunia pendidikan Bogor Barat. Dari sebuah pesantren yang awalnya hanya berdiri di lahan sekitar 1.500 meter persegi, kini berkembang menjadi institusi pendidikan terpadu seluas hampir 13 hektare dan berujung pada lahirnya Universitas Islam Bogor (UIB).
Perjalanan panjang ini tidak lepas dari cita-cita besar almarhum KH Helmi Abdul Mubin, pendiri Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami.
Sejak awal, ia memiliki visi menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu menjembatani kebutuhan santri untuk mengenyam ilmu yang lebih luas, termasuk di bidang kesehatan.
Perjalanan dari Pesantren hingga Menjadi Universitas
Rektor UIB, KH Syamsul Rizal, menjelaskan bahwa pengembangan lembaga dimulai dari pesantren, kemudian merambah pendidikan formal seperti SD hingga program pendidikan tinggi.
Pada 2016, lembaga ini resmi mendapatkan SK perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dan mendirikan Institut Ummul Quro Al Islami. Setelah satu dekade berjalan, institusi tersebut kini bertransformasi menjadi universitas pada 2026.
Menurutnya, perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi juga perluasan visi pendidikan yang lebih komprehensif.
Baca Juga: Kampus Baru di Bogor Resmi Dibuka! Universitas Islam Bogor Siap Cetak SDM Berbasis Nilai Keislaman
UIB kini tidak hanya fokus pada bidang keislaman, tetapi juga mulai mengembangkan program studi berbasis sains dan teknologi (STEM).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar untuk mencetak lulusan yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga mampu bersaing di dunia profesional.
“Beliau pernah melihat langsung kondisi di daerah pelosok yang kekurangan dokter. Dari situlah muncul gagasan agar santri bisa menjadi dokter dan kembali mengabdi ke masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: Visa Haji Foruda 2026 Sudah Tak Diterbitkan, DPR Ingatkan Agar Masyarakat Tak Mudah Tergiur
Menuju Fakultas Kedokteran dan Rumah Sakit Pendidikan
Saat ini, UIB telah memiliki sembilan program studi keislaman, dua program pascasarjana, serta tujuh program studi berbasis STEM.
Salah satu program yang sudah berjalan adalah administrasi kesehatan, yang menjadi pijakan awal menuju pembukaan Fakultas Kedokteran.
Tidak hanya itu, pihak yayasan juga telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pembangunan fasilitas klinik hingga kerja sama dengan perguruan tinggi negeri dan instansi kesehatan.
Langkah-langkah ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita besar menghadirkan fakultas kedokteran dan rumah sakit pendidikan di masa depan.
Baca Juga: WFH ASN Bandung Kebobolan, Muhammad Farhan Temukan Pegawai ‘Kabur’ ke Luar Kota
Dari 20 Santri Jadi Ribuan
Pimpinan Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, KH Saiful Falah, menambahkan bahwa perjalanan lembaga ini dimulai pada tahun 1993 dengan jumlah santri hanya 20 orang.
Seiring waktu, jumlah tersebut terus meningkat hingga kini mencapai lebih dari 4.000 santri. Pertumbuhan ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang dibangun.
“Cita-cita mendirikan perguruan tinggi sudah terwujud pada 2016, dan kini di 2026 berkembang menjadi universitas.
Baca Juga: Banjir Bandung Disorot, Muhammad Farhan Ungkap Lonjakan Sampah Sungai hingga 300 Kubik
Ke depan, kami menargetkan lima hingga sepuluh tahun mendatang Fakultas Kedokteran dan rumah sakit pendidikan bisa berdiri,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum dalam sistem pendidikan.
“Di UIB, kami ingin menghadirkan keseimbangan antara wahyu dan akal, antara pendidikan agama dan pendidikan umum,” tambahnya.
Baca Juga: Jelang UTBK-SNBT 2026, Wamen Dikti Ingatkan Ini, Jangan Abaikan Hal Penting Ini!
Dijuluki “Bayi Ajaib”, Kini Siap Jadi Pusat Pendidikan Baru
Antusiasme masyarakat terhadap kampus ini terbilang tinggi.
Bahkan sebelumnya, Institut Ummul Quro Al Islami sempat dijuluki sebagai “bayi ajaib” karena pertumbuhan jumlah mahasiswanya yang sangat pesat, hingga mencapai hampir 2.000 mahasiswa.
Dengan lahan kampus sekitar tiga hektare dan dukungan kawasan pesantren yang luas, UIB kini bersiap menjadi pusat pendidikan baru di Bogor Barat. Tidak hanya untuk masyarakat lokal, tetapi juga terbuka bagi pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. ***




