POJOKSATU.id - Dunia pendidikan kedirgantaraan di Indonesia ternyata punya sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.

Salah satu kampus yang menjadi pionir di bidang ini adalah Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma atau Unsurya.

Kampus yang identik dengan dunia penerbangan tersebut berkembang dari lembaga kecil menjadi universitas modern yang terus memperluas kiprahnya hingga sekarang.

Baca Juga: Ide Olahan Daging Kurban, Oseng Tetelan Tahu Buncis yang Gurih Pedas dan Bikin Lahap

Perjalanan Unsurya bermula pada era 1970-an ketika muncul gagasan mendirikan lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada bidang kedirgantaraan di bawah naungan TNI Angkatan Udara.

Gagasan tersebut akhirnya diwujudkan pada tahun 1987 melalui pendirian Institut Teknologi Dirgantara (ITD) oleh Yayasan Adi Upaya atau YASAU dengan bimbingan TNI-AU.

Pada masa awal berdirinya, ITD membuka tiga jurusan utama yakni Teknik Logistik Penerbangan, Teknik Penerbangan, dan Teknik Elektro Penerbangan.

Baca Juga: APBN 2027 Dinilai Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional Perlindungan Rakyat

Fokus pendidikan yang spesifik di bidang aviasi membuat kampus ini menjadi perhatian karena berbeda dari perguruan tinggi lain pada masa itu.

Dua tahun berselang, tepatnya pada 19 Mei 1989, institusi tersebut resmi terdaftar sebagai Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara (STTD) oleh Kementerian Pendidikan.

Status baru ini menjadi langkah penting dalam memperkuat eksistensi kampus di dunia pendidikan tinggi nasional.

Perjalanan STTD terus berkembang pesat.

Baca Juga: Dor! Dor!

Pada Oktober 1998, STTD memperoleh pengakuan akademik penuh dan tercatat sebagai institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki spesialisasi dalam teknologi kedirgantaraan.

Pencapaian itu menjadi tonggak penting dalam sejarah pendidikan penerbangan nasional.

Kesuksesan perkembangan STTD membuat pemerintah akhirnya menyetujui peningkatan status menjadi universitas.

Melalui Keputusan No. 109/D/O/1999 tanggal 24 Juni 1999, lahirlah Universitas Suryadarma.

Baca Juga: Narasi Menyudutkan Akun Media Cirebonberita Terancam Di Gugat

Perubahan status tersebut membawa ekspansi besar dalam bidang akademik.

Tidak hanya fokus pada teknologi penerbangan, universitas mulai membuka berbagai fakultas umum seperti Teknik Sipil dan Perencanaan, Ekonomi, Hukum, hingga Ilmu Sosial dan Politik.

Identitas kampus kemudian semakin diperkuat pada tahun 2016.

Berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 147/KPT/I/2016, nama kampus resmi berubah menjadi Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.

Baca Juga: Balon Kades Bengle Nurnida Alya Serap Keluhan Warga Perum CKM Lewat Program Belanja Masalah

Penambahan kata “Dirgantara” dan “Marsekal” bukan tanpa alasan.

Nama tersebut menjadi simbol kuat identitas kampus sebagai pusat pendidikan kedirgantaraan sekaligus bentuk penghormatan terhadap tokoh Marsekal Suryadarma yang namanya diabadikan sebagai bagian dari universitas.

Perkembangan Unsurya terus berlanjut hingga kini. Pada 5 Juli 2023, Akademi Keperawatan Angkatan Udara (AKPER RSP TNI-AU) resmi bergabung ke dalam universitas dan membentuk Fakultas Ilmu Kesehatan atau FIKES.

Baca Juga: Viral Tren 'Paparazzi Nonton Baseball' Pakai AI, Begini Cara Membuat Videonya

Langkah ini menandai semakin luasnya bidang pendidikan yang dikembangkan oleh Unsurya.

Tak hanya fokus pada pengembangan akademik, berbagai aktivitas kampus juga terus menunjukkan eksistensi Unsurya di tengah masyarakat.

Mulai dari bimbingan teknis untuk anggota DPRK Aceh Timur, sosialisasi inklusi pajak bersama Direktorat Jenderal Pajak, hingga partisipasi aktif dalam Edufair “Palapa Fair 2026” SMKN 48 Jakarta.

Baca Juga: Jelang Final Liga Europa: Aston Villa Bisa Ubah Nasib Inggris di Liga Champions, Berpeluang 6 Wakil

Fakultas Hukum Unsurya juga aktif dalam pengabdian masyarakat melalui sosialisasi KUHP Nasional bersama Balai Pemasyarakatan Kelas I Jakarta Timur dan Utara.

Aktivitas ini memperlihatkan bahwa peran kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga hadir langsung memberi kontribusi sosial.

Di tingkat visi, Unsurya membawa cita-cita besar menjadi pusat keunggulan pendidikan tinggi dirgantara dan bidang terkait yang berkembang secara nasional maupun internasional.

Baca Juga: Arsenal Dapat Keuntungan Besar Jelang Final Liga Champions Kontra PSG

Kampus ini ingin menghasilkan lulusan yang siap kerja, profesional, mandiri, dan memiliki karakter kuat.

Misi tersebut diwujudkan lewat pengembangan pendidikan unggul, tata kelola modern, serta inovasi teknologi dan sosial yang mampu memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.

Perjalanan panjang Unsurya membuktikan bahwa sebuah institusi pendidikan bisa terus tumbuh mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas utamanya.

Dari kampus teknologi penerbangan hingga menjadi universitas dengan beragam fakultas, Unsurya menunjukkan bahwa mimpi besar di dunia pendidikan memang bisa terbang tinggi, selama dijaga dengan konsistensi dan dedikasi.***