POJOKSATU.ID- Siapa sangka seorang gadis muda dari Kabupaten Jember, Jawa Timur, kini telah menyelesaikan pendidikan Master of Medical Sciences di Harvard University?

dr. Maria Cellina Wijaya, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR), membuktikan bahwa mimpi besar bisa diraih dengan kerja keras dan dedikasi tinggi.

Akun Instagram Kemenpora pun memberi apresiasi atas pencapaian dan dampak nyata yang telah ditunjukkan oleh dokter muda asal Jawa Timur ini.

Awal Mula: Dari Kedokteran UNAIR hingga Termotivasi Pandemic Covid-19

Dr. Maria Cellina Wijaya mengawali perjalanan akademiknya di Fakultas Kedokteran UNAIR tanpa melalui tes masuk, hanya berbekal nilai rapor yang cemerlang.
 
Baca Juga: Polda Sumut Amankan 2 Pelaku Penimbun 1,8 Ton BBM Bersubsidi di Deli Serdang

Berasal dari Jember, ia sempat terkejut dengan kompetitivitas lingkungan kampus kedokteran, namun hal tersebut justru memotivasinya untuk terus berkembang.

"Konotasi anak FK itu kan yang belajar terus, ya emang bener sih. Karena, kalo nggak ya, ga bisa survive gitu," ungkap lulusan Master bidang Kesehatan publik dari Harvard ini sebagaimana dilansir dari laman resmi Unair.

Selama kuliah di UNAIR, Cellina tidak hanya fokus pada akademik. Ia aktif di CIMSA (Center for Indonesian Medical Student Activities) yang membawanya berkesempatan workshop ke Taiwan.

Bahkan, karena kecintaannya pada olahraga, ia mendirikan komunitas running bernama FKRUNNER.

Momen Titik Balik: Pandemi Covid-19 sebagai Inspirasi
 
Baca Juga: Kasus Pembacokan Jaksa di Sergai, Kuasa Hukum Ungkap Motif Kepot, Ngaku Diperas

Pengalaman buruk penanganan Covid-19 di Indonesia menjadi titik balik kehidupan dr. Cellina. Saat praktik di puskesmas Mojokerto, ia menyaksikan langsung betapa pentingnya sistem kesehatan publik yang baik.

"Saat aku praktik di puskesmas di Mojokerto, dan seperti yang kita tahu awal-awal Covid-19 kan buruk banget penanganannya. Hal itu membuatku termotivasi untuk mendalami public health, mungkin itu yang dibutuhkan oleh Indonesia sekarang," jelasnya.

Perjalanan Menuju Harvard University dengan Beasiswa LPDP

Ketika mencari program Master kesehatan publik terbaik, Harvard University muncul sebagai rekomendasi nomor satu. Tanpa ragu, dr. Cellina mendaftar dan berhasil diterima di program Master of Medical Sciences in Global Health Delivery.
 
Baca Juga: Gardu Induk Kanci Raih Sertifikat Laik Operasi, Keandalan Listrik Cirebon Meningkat

Untuk membiayai studinya, ia mendaftar beasiswa LPDP setelah diterima Harvard. Menurut Cellina, kunci sukses mendapatkan beasiswa terletak pada esai yang kuat, mencakup tujuan, pentingnya bagi Indonesia, dan personal statement yang meyakinkan.

"Kita harus bener-bener tau apa yg dicari oleh universitas itu. Apa yg mereka inginkan, kandidat seperti apa yang mereka mau," ungkap Cellina memberikan tips untuk calon pelamar.

Penelitian Revolusioner: Emergency Obstetric and Neonatal Care di Jember

Di Harvard, dr. Cellina fokus pada penelitian Emergency Obstetric and Neonatal Care (EmONC) di daerah low-resource settings, khususnya di kampung halamannya, Jember.

Mengutup dari laman resmi Harvard, penelitiannya menggunakan metode mixed-methods untuk menilai implementasi program EmONC di berbagai Puskesmas sekitar Jember.

Yang menarik, penelitian ini mengubah perspektif Cellina tentang peran bidan dalam sistem kesehatan maternal Indonesia.
 
Baca Juga: Gardu Induk Kanci Raih Sertifikat Laik Operasi, Keandalan Listrik Cirebon Meningkat

Ia menemukan bahwa bidan-bidan berpengalaman memiliki pengetahuan yang sangat mendalam tentang pelayanan obstetrik darurat.

"Field research ini telah mengubah persepsi saya tentang bidan secara mendalam. Saya menghargai mereka dengan rasa hormat yang tinggi dan sangat menghargai kontribusi mereka terhadap kesehatan maternal," ungkap Cellina dilansir dari laman resmi Harvard.

Dampak Nyata: Empower Indonesia dan Dokter Pelari

Prestasi akademik dr. Cellina tidak berhenti di Harvard. Ia menciptakan dampak nyata melalui dua inisiatif inspiratif berikut.

1. Empower Indonesia (@empower_id) - Gerakan pemberdayaan pendidikan perempuan

2. Dokter Pelari (@dokterpelari) - Komunitas gaya hidup sehat berbasis ilmu

Kedua gerakan ini telah menjangkau puluhan ribu orang muda di seluruh Indonesia, membuktikan komitmennya untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.

Tips Sukses Meraih Harvard University dari dr. Cellina
 
Baca Juga: PRANK NASIONAL Siapa Bilang PPG Guter 2025 Ada 5 Modul? Faktanya TETAP 3 cuma 1 Modul yang Sama, Gak Bisa ATM JURNAL PEMBELAJARAN Tahun Sebelumnya

Berdasarkan pengalaman dr. Maria Cellina Wijaya, berikut tips sukses untuk calon mahasiswa yang bermimpi studi di Harvard University.

1. Pahami visi-misi universitas: Ketahui dengan pasti apa yang dicari universitas

2. Tulis esai yang kuat: Jelaskan tujuan, manfaat bagi Indonesia, dan personal statement meyakinkan

3. Persiapkan wawancara dengan matang: Tunjukkan passion dan komitmen yang tulus

4. Manfaatkan pengalaman lapangan: Real experience memberikan perspektif berharga

5. Jangan lupakan kontribusi sosial: Tunjukkan dampak nyata untuk masyarakat

Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda Indonesia

Kisah dr. Maria Cellina Wijaya membutktikan bahwa anak muda Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
 
Baca Juga: Panitia SNPMB 2025 Umumkan Hasil Seleksi Nasional SNBT, Cek Para Peserta yang Lolos

Dengan latar belakang pendidikan kedokteran dan gelar Master of Medical Science dari Harvard, ia tidak hanya menorehkan prestasi pribadi, tapi juga menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

Cerita ini menjadi pengingat bahwa dengan ilmu, kepedulian, dan aksi nyata, anak muda bisa menjadi penggerak perubahan besar. Usia muda bukanlah penghalang untuk membawa perubahan positif bagi Indonesia.

Dr. Maria Cellina Wijaya kini menjadi inspirasi bagi ribuan mahasiswa kedokteran dan calon peneliti kesehatan publik di Indonesia.

Perjalanannya dari UNAIR ke Harvard membuktikan bahwa mimpi setinggi apapun bisa diraih dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk berkontribusi pada kemajuan bangsa.***