POJOKSATU.id, HUTAN tropis Kalimantan bukan hanya paru-paru dunia, tetapi juga rumah bagi ribuan sumber bahan alam yang menyimpan potensi besar di dunia kesehatan.

Dari keanekaragaman hayati atau biodiversitas itulah lahir Bioactive Resources of Kalimantan for Applied Therapeutic (Biorekat).

Ini adalah kelompok riset dari Bagian Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas TanjungpuraUniversitas Tanjungpura (UNTAN) yang berkomitmen menghadirkan solusi kesehatan berbasis bahan alami khas Kalimantan.

Biorekat berfokus pada pengembangan obat dan produk terapeutik dari sumber daya hayati Kalimantan.

Baca Juga: Inovasi Sensor Buah Sawit UNAND, Teknologi Cerdas Penentu Kematangan Buah di Pohon

Fokusnya beragam, mulai dari riset antikolesterol, imunomodulator, antiinflamasi, antibakteri, antiobesitas, hingga formula untuk pencegahan stunting.

Salah satu inovasi unggulan yang sedang dikembangkan adalah olahan buah tengkawang tungkul.

Buah ini dikenal kaya akan vitamin, asam lemak, dan senyawa bioaktif yang tak hanya membantu pertumbuhan anak, tapi juga menurunkan kadar kolesterol jahat.

Dengan kata lain, tengkawang berpotensi menjadi bahan alami dua manfaat sekaligus — antistunting dan antikolesterol.

Baca Juga: Belajar Bahasa Inggris Lewat Sosial Media, Cara Seru dan Efektif Tanpa Harus Mahal

Menurut Dr. Inarah Fajriaty, S.Farm., M.Si., Apt., Dosen Farmakologi dan Farmasi Klinis Fakultas Kedokteran UNTAN, semua produk riset BIOREKAT berakar dari kekayaan alam Kalimantan.

“Selain dari ekstrak buah tengkawang, Biorekat juga meneliti bahan alam khas Kalbar lainnya seperti cincalok.

Riset dilakukan mulai dari kajian toksisitas akut dan subkronis, karakterisasi kandungan, hingga uji potensi aktivitasnya, termasuk antistunting, antioksidan, dan imunomodulator,” ungkap Inarah.

Penelitian mereka menunjukkan hasil yang menjanjikan. Kombinasi cincalok dan tengkawang, misalnya, terbukti mampu memberikan efek sinergis dalam memperbaiki status gizi pada tikus malnutrisi.

Baca Juga: 7 Kampus Hukum Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025, UNS Solo Jadi yang Terdepan

Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan suplemen nutrisi alami untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Tak berhenti di situ, tim BIOREKAT juga mengeksplorasi berbagai bahan alam lainnya seperti daun bintangur, buah lerak, kulit biji mete, cangkang telur, cangkang kepiting, hingga tanaman pacar air. Setiap bahan dikaji dari kandungan bioaktifnya untuk menemukan potensi baru dalam dunia terapi alami.

“Keunggulan produk penelitian Biorekat adalah menawarkan alternatif terapi yang ekonomis, praktis, serta terbukti aman dan efektif," sebut Inarah.

"Riset kami dilakukan secara ilmiah lengkap, mulai dari uji in silico, in vitro, hingga in vivo, sehingga hasilnya tidak hanya bermanfaat secara medis, tetapi juga bisa diaplikasikan sebagai jamu maupun suplemen nutrisi,” jelasnya.

Baca Juga: Bukan Asal Diangkat, Begini Ketatnya Seleksi Kepala Sekolah di Finlandia

Namun, perjalanan riset ini tak selalu mudah. Dari sisi pengembangan, diperlukan waktu panjang untuk menyeleksi bahan baku, merancang formulasi, hingga menjalani uji pra-klinik dan klinik.

Sementara dari sisi komersialisasi, tantangan terbesar datang dari rendahnya pemahaman masyarakat terhadap potensi medis bahan alam Kalimantan.

Karena itu, strategi edukasi dan promosi menjadi langkah penting agar produk Biorekat bisa diterima lebih luas, baik di tingkat lokal maupun global.

Kesadaran masyarakat terhadap khasiat obat alami menjadi kunci agar riset ini benar-benar berdampak.

“Dengan riset yang terarah, Biorekat tidak hanya berperan menghadirkan solusi kesehatan berbasis kearifan lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian serta pemanfaatan berkelanjutan sumber daya hayati Kalimantan,” pungkas Inarah.

Baca Juga: Inspektorat Turun Tangan Telusuri Dugaan Pelanggaran Pemilihan Rektor USU 2026–2031

Lewat inovasi yang berakar dari alam, Biorekat membawa pesan penting: bahwa hutan Kalimantan bukan sekadar warisan ekologis, tapi juga sumber penyembuhan alami yang berharga bagi masa depan kesehatan Indonesia. ***