POJOKSATU.ID - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan Gerakan Numerasi Nasional (GNN) dengan fokus utama untuk membuat numerasi menjadi bagian yang menyenangkan dari kehidupan anak-anak.

Peluncuran program ini dilakukan di SD Negeri Meruya Selatan 04 Pagi, sebuah sekolah yang sudah mengintegrasikan numerasi ke dalam kegiatan belajar sehari-hari, bahkan memiliki taman numerasi sebagai ruang belajar kreatif di luar kelas.

Menurut Kepala Sekolah SD Negeri Meruya Selatan 04 Pagi, Tri Susilawati, suasana sekolah yang ramah numerasi berhasil membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat anak-anak.

Baca Juga: Gerakan Numerasi Nasional, Langkah Strategis Membangun Budaya Berpikir Kritis Lewat Matematika

Ia menjelaskan bahwa numerasi dikemas melalui hiasan di tembok dan lantai, membuat anak-anak tidak merasa bosan dan guru lebih mudah menciptakan pembelajaran yang menarik.

Melalui metode ini, ia berharap anak-anak tidak lagi takut terhadap numerasi dan matematika, yang selama ini dianggap sebagai momok.

Selain SD Negeri Meruya Selatan, sekolah lain juga telah menerapkan metode serupa.

SDN Tugu Selatan 03 mengajarkan numerasi melalui permainan tradisional.

Baca Juga: Jangan Klik Sembarangan! Pendaftaran Program Bantuan PIP, Bansos PKH dan BPNT di Tahun 2025 !

Kepala Sekolah, Nilam Sarmaria, menjelaskan bahwa ia mengaitkan pembelajaran numerasi dengan budaya lokal yang akrab dengan anak, seperti bermain congklak dan dempla.

Cara ini tidak hanya mengajarkan hitungan dan nilai tempat, tetapi juga melatih logika anak secara menyenangkan.

Guru SDN Meruya Selatan 04 Pagi, Vita Krisnasari, menyambut baik GNN.

Menurutnya, numerasi adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki setiap anak dan dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Di sekolahnya, numerasi diajarkan secara lintas mata pelajaran, bahkan dilengkapi dengan pojok numerasi untuk mendukung suasana belajar yang kondusif.

Guru dari SDN Pulau Kelapa 02 Pagi, Hidayat, menambahkan bahwa peran guru sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak-anak tidak takut pada matematika.

Ia memberikan contoh sederhana, seperti mengajak anak-anak membaca kandungan gizi pada kemasan makanan saat jajan, yang menunjukkan bagaimana numerasi hadir dalam kehidupan nyata.

GNN diharapkan dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak bangsa dan menjadi modal berharga bagi masa depan mereka.***

Baca Juga: Jangan Klik Sembarangan! Pendaftaran Program Bantuan PIP, Bansos PKH dan BPNT di Tahun 2025 !

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel Whatsapp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala