POJOKSATU.id, Bogor – Aroma roti yang baru keluar dari oven menjadi ciri khas K-Bakery setiap harinya.
Di balik aktivitas produksi tersebut, UMKM yang berlokasi di Cilendek Timur RT 002/RW 003 No.17, Kelurahan Cilendek Timur, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ini memiliki potensi usaha yang besar.
Namun, seperti banyak UMKM lainnya, K-Bakery masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan produksi, pencatatan keuangan, serta pemasaran digital.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kesatuan hadir melalui program "Optimalisasi Manajemen Produksi Terpadu, Proyeksi Keuangan, dan Strategi Pemasaran Digital pada K-Bakery."
Program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Tahun 2026 ini bertujuan membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha secara berkelanjutan.
Tim PkM yang dipimpin oleh Dr. Ratih Puspitasari bersama Dr. Iswandi Sukartaatmadja, S.E., M.M., CIIQA., CRMA. dan Dr. Dewi Sarifah Tullah, S.E., M.Si., Ak., CA. turut berperan dalam pelaksanaan kegiatan pendampingan dan pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: Sarah Gibson Pilih Damai Demi Anak, Janji Tak Halangi Diska Temui Putrinya Meski Bercerai
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa IBI Kesatuan, yaitu Sandra Christina, Devin Raynadi Wiguna, dan Shella, sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Mengawali Pendampingan dengan Memetakan Permasalahan Mitra
Program diawali dengan survei dan wawancara yang dilaksanakan pada 25 April 2026.
Tim PkM melakukan observasi terhadap proses produksi, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran yang selama ini diterapkan K-Bakery.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa K-Bakery memiliki pasar yang cukup baik dan permintaan produk yang terus meningkat.
Baca Juga: DPR Siapkan Regulasi Baru, Nasib PPPK Paruh Waktu Diklaim Segera Temui Titik Terang
Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti pengelolaan keuangan yang belum optimal, proses produksi yang perlu ditingkatkan efisiensinya, serta pemasaran digital yang belum dimanfaatkan secara maksimal.
Temuan tersebut menjadi dasar penyusunan program pendampingan sesuai kebutuhan mitra.
Keuangan Lebih Tertata untuk Mendukung Keberlanjutan Usaha
Pengelolaan keuangan K-Bakery masih memerlukan pendampingan agar lebih tertata.
Pencatatan transaksi usaha dilakukan secara sederhana, sementara harga jual produk belum dihitung berdasarkan biaya produksi masing-masing.
Di sisi lain, biaya operasional usaha juga masih bercampur dengan pengeluaran rumah tangga.
"Penentuan harga jual selama ini masih menggunakan harga yang sama untuk berbagai jenis produk. Di sisi lain, biaya operasional usaha juga belum dipisahkan dari pengeluaran rumah tangga, sehingga pengelolaan keuangan belum dapat dilakukan secara optimal," kata Ibu Ika, pemilik K-Bakery.
Menjawab permasalahan tersebut, Tim PkM IBI Kesatuan menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan pada 29 April 2026 yang dipandu oleh Dr. Ratih Puspitasari.
Dalam kegiatan ini, mitra juga didampingi oleh mahasiswa dalam menyusun pencatatan transaksi, memisahkan keuangan usaha dan pribadi, menghitung Harga Pokok Production (HPP), serta menyusun proyeksi keuangan sederhana sebagai dasar pengambilan keputusan bisnis.
Baca Juga: Diduga Ada Honorer Siluman, Aliansi R2 R3 Minta Uji Kompetensi Guru di Jatim Diaudit
Pemasaran Digital sebagai Strategi Memperluas Jangkauan Pasar
Rangkaian kegiatan dilanjutkan pada 6 Mei 2026 melalui pelatihan pemasaran digital yang dipandu oleh Dr. Iswandi Sukartaatmadja, S.E., M.M., CIIQA., CRMA.
Materi yang diberikan meliputi strategi pemasaran melalui media sosial, penguatan identitas merek (branding), penyusunan konten promosi yang menarik, hingga pemanfaatan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
"Kami membantu mitra membangun dan mengoptimalkan akun Instagram sebagai media promosi. Dengan pemasaran digital yang tepat, K-Bakery diharapkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan penjualan," ujar Dr. Iswandi, selaku tim dosen.
Melalui pelatihan ini, K-Bakery didorong untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan sehingga mampu meningkatkan visibilitas produk dan volume penjualan.
Bimbingan Teknis Produk dan Produksi: Peningkatan Kualitas dan Efisiensi Produksi
Sebagai tahap lanjutan, pada 27 Juni 2026 dilaksanakan Bimbingan Teknis Produk dan Produksi bersama Indri Indrawan, S.TP., M.Si. selaku narasumber bidang teknologi pangan.
Baca Juga: Mentan Amran: Pembangunan Pertanian di Papua Harus Berbasis Kearifan Lokal
Pendampingan difokuskan pada penambahan varian roti baru yaitu, taro bun dan coffee bun serta pengelolaan proses produksi yang lebih terstruktur, mulai dari persiapan bahan baku, pengolahan adonan, proses pemanggangan, hingga penanganan produk setelah produksi.
Selain itu, mitra juga mendapatkan arahan mengenai pentingnya standarisasi proses produksi agar kualitas produk tetap konsisten dan kapasitas produksi semakin meningkat.
Dampak dan Harapan
Melalui rangkaian kegiatan pendampingan ini, K-Bakery kini memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola proses produksi, menyusun pencatatan keuangan sederhana, menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), serta memanfaatkan media digital sebagai sarana promosi.
Baca Juga: Mengenal Pulau Penebang, Kawasan Industri Baru yang Tumbuh di Pesisir Kayong Utara
Pendampingan yang dilakukan juga menghasilkan akun Instagram bisnis sebagai media pemasaran yang diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi wujud nyata komitmen IBI Kesatuan dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM.
Diharapkan, sinergi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi K-Bakery, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan berkembang di era digital.***




