POJOKSATU.id - Universitas Ummi Bogor berawal dari berdirinya Akademi Kebidanan Bandung di bawah naungan Yayasan Ciara Putri sejak tahun 2008.

Pada fase awal, institusi ini menyelenggarakan Program Studi Diploma III Kebidanan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 250/D/O/2008, dengan lokasi kampus pertama berada di Kota Bandung.

Seiring berjalannya waktu, pengelola melakukan pengembangan sarana dan tata kelola.

Pada tahun 2022, kampus dipindahkan ke Kabupaten Bogor di atas lahan milik Yayasan Ciara Putri sesuai Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 288/D/OT/2022.

Baca Juga: Apakah Investasi Emas Pilihan Tepat? Ini Kelebihan, Risiko, dan Strategi Aman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi institusi agar lebih siap berkembang.

Komitmen terhadap mutu pendidikan ditunjukkan melalui capaian akreditasi.

Program Studi Diploma III Kebidanan berhasil meraih peringkat “Baik Sekali” dari LAM-PTKes, sementara institusinya memperoleh akreditasi “Baik” dari BAN-PT pada tahun 2024. Capaian tersebut menjadi bukti kesungguhan dalam menjaga standar kualitas akademik.

Langkah strategis berikutnya diambil pada Februari 2024 melalui program akselerasi penggabungan perguruan tinggi.

Baca Juga: Bulan Syaban 2026 Antarkan Ramadan, Ini Keutamaan dan Amalan yang Sayang Jika Dilewatkan

Akademi Kebidanan Bandung digabungkan bersama STIT Bina Putra Banjar yang memiliki Program Studi Teknik Sipil dan Teknik Mesin, serta Akademi Kesehatan Asih Husada Semarang dengan Program Studi Diploma III Keperawatan.

Selain penggabungan, diajukan pula lima program studi baru, yakni Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Kewirausahaan, serta Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak.

Puncak dari proses tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2/A/O/2024 tanggal 19 November 2024 tentang penggabungan perguruan tinggi, sehingga resmi berdiri Universitas Ummi Bogor.

Penyerahan SK dilakukan di IBIS Hotel Trans Studio Bandung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV kepada perwakilan Yayasan Ciara Putri.

Baca Juga: Aksi Curi Kabel PJU di Koja, Trotoar Hancur dan Jalan Jadi Gelap

Kini Universitas Ummi Bogor menyelenggarakan sembilan program studi dengan total 23 peminatan yang mencakup bidang kesehatan, teknik, hukum, komunikasi, ekonomi, serta nutrisi dan teknologi pakan ternak.

Keberagaman bidang ini menjadi modal penting dalam menjawab kebutuhan sumber daya manusia lintas sektor.

Universitas Ummi Bogor mengusung visi menjadi universitas yang mengabdi pada ilmu pengetahuan dan teknologi, beramal pada masyarakat untuk memajukan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan.

Selain itu, Universitas ini juga memiliki visi meningkatkan digitalisasi dan teknologi, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat demi mewujudkan keadilan sosial dan peradaban berakhlak melalui Tridharma Perguruan Tinggi yang berkelas unggul.

Baca Juga: Kasus Suami Bela Istri yang Dijadikan Tersangka, Kompolnas Berharap Satlantas Polres Sleman Melihat Peristiwa dari Segi Perspektif

Untuk mewujudkan visi tersebut, universitas menjalankan misi mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan UMKM dan dukungan terhadap program industri.

Juga, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mendorong digitalisasi dan teknologi, serta membangun dan memperkuat peradaban berakhlak mulia.

Transformasi panjang dari sebuah akademi kebidanan hingga menjadi universitas multidisiplin menunjukkan ikhtiar kuat Universitas Ummi Bogor dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, berkualitas, dan berpihak pada kemajuan masyarakat. ***