POJOKSATU.id - Pemerintah telah mengubah skema penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) menjadi transfer langsung ke rekening guru.
Sistem ini dirancang agar lebih cepat dan transparan. Namun di lapangan, masih banyak guru yang mengeluhkan TPG belum cair meski skema baru sudah diterapkan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pendidik.
Baca Juga: Pemkab Batang Perpanjang SK Guru PPPK Tahun 2020, Kinerja Baik Bisa jadi Pertimbangan Utama
Jika dana langsung dikirim dari pusat, mengapa masih ada yang tertunda? Jawabannya terletak pada validasi data di Info GTK yang kini menjadi penentu utama pencairan.
Skema TPG Langsung, Tapi Tidak Otomatis Cair
Meski TPG dikirim langsung ke rekening guru, pencairannya tidak bersifat otomatis.
Sistem akan memeriksa kelayakan setiap guru berdasarkan data yang tervalidasi.
Baca Juga: Kabar Duka dari Malang, Asisten Pelatih Arema FC Abah Kuncoro Wafat Usai Kolaps di Lapangan
Jika ada satu saja indikator yang belum sesuai, dana bisa langsung tertahan pada bulan berjalan.
Artinya, skema baru ini menuntut peran aktif guru untuk memastikan seluruh data selalu benar dan mutakhir.
Info GTK Jadi Dashboard Penentu
Info GTK kini menjadi pusat kendali validasi TPG.
Data di dalamnya ditarik dari Dapodik, BKN, hingga sistem keuangan negara.
Setiap bulan, data tersebut diperbarui dan diverifikasi ulang sebelum dana dicairkan.
Guru yang jarang mengecek Info GTK berisiko tidak menyadari adanya catatan masalah yang menyebabkan status belum valid.
Kesalahan Kecil Bisa Berdampak Besar
Banyak kasus TPG gagal cair disebabkan hal sepele, seperti jam mengajar yang belum terbaca, status keaktifan belum diperbarui, atau perubahan data kepegawaian yang belum sinkron.
Dalam skema bulanan, kesalahan kecil ini tidak lagi ditoleransi sistem. Validasi bersifat ketat dan dilakukan secara rutin.
Beban Mengajar dan Status Aktif Wajib Sinkron
Pemenuhan minimal 24 jam tatap muka tetap menjadi syarat utama.
Meski beban mengajar bersifat semesteran, data harus terus diperbarui setiap bulan.
Selain itu, status aktif guru juga sangat berpengaruh. Guru yang tercatat cuti, tugas belajar, atau tidak aktif berpotensi tidak menerima TPG hingga status diperbaiki.
Rekening Masih Jadi Sumber Masalah
Validasi rekening menjadi salah satu penyebab paling sering TPG gagal cair.
Baca Juga: Heboh di Publik! DPR Bongkar Fakta Revisi UU Pilkada Ternyata Tak Masuk Prolegnas 2026
Kesalahan penulisan nama, nomor rekening tidak aktif, atau data ganda bisa membuat transfer tertolak sistem perbankan.
Guru disarankan memastikan rekening aktif dan sesuai dengan identitas yang terdaftar di sistem.
Catatan Masalah Jangan Diabaikan
Menu catatan masalah di Info GTK berfungsi sebagai penjelasan mengapa data belum valid.
Sayangnya, banyak guru mengabaikan fitur ini.
Padahal, catatan tersebut bisa menjadi panduan cepat untuk memperbaiki data sebelum periode pencairan berikutnya.
Kunci Aman TPG Cair Tepat Waktu
Skema TPG langsung ke rekening sebenarnya memberi keuntungan besar bagi guru. Namun, kuncinya ada pada kedisiplinan mengecek Info GTK, memastikan data sinkron, dan melakukan perbaikan tepat waktu.
Guru yang rutin memantau Info GTK cenderung lebih aman dan minim risiko keterlambatan pencairan.***




