POJOKSATU.id - Pasca pengesahan UU ASN 2023, telah memberikan dampak signifikan pada upaya pemenuhan kebutuhan guru dan tenaga kependidikan yang diprakarsai oleh Ditjen GTK) di bawah naungan Kemendikbudristek.
“Saat ini, pemenuhan guru di satuan pendidikan belum berjalan optimal.
Dalam memenuhi kebutuhan guru, pemerintah daerah dan satuan pendidikan merekrut guru honorer dengan kualifikasi akademik, kualitas, dan kompetensi yang belum terjamin dan honor yang tidak terstandar,” kata Dirjen Nunuk Suryani.
Persoalan untuk memenuhi kebutuhan guru dan tenaga pendidik disebabkan oleh rekrutmen guru ASN yang terpusat dan memiliki frekuensi yang terbatas.
Menurut Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nunuk Suryani, mereka memiliki suatu sistem bernama Ruang Talenta.
Ruang Talenta adalah program pengumpulan data nasional mengenai guru dan tenaga pendidikan yang berbasis digital dan dikembangkan oleh instansi tersebut secara independen.
Ruang Talenta Guru memiliki tujuan untuk menyesuaikan kebutuhan guru di luar periode rekrutmen atau dalam situasi-situasi khusus.
Rekrutmen guru dapat dilakukan fleksibel, sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
Ruang Talenta juga berfungsi untuk memastikan distribusi kebutuhan guru secara merata di seluruh wilayah negara.
Distribusi tersebut disesuaikan secara proporsional dengan kebutuhan yang ada.
Kemendikbudristek telah merancang program yang disebut Ruang Talenta untuk Guru. Ruang Talenta untuk Guru akan mengambil sumber daya dari tiga aspek utama:
1. Guru honorer yang telah lulus seleksi.
2. Lulusan dari pendidikan Profesi Guru Prajabatan.
3. Calon guru yang akan menjadi ASN.
“Pemerintah daerah ketika membutuhkan guru saat itu juga, saat ada mutasi, pindah atau meninggal, cukup melihat Ruang Talenta untuk Guru.
Pemda bisa melihat di daerahnya ada berapa guru yang memenuhi syarat untuk diangkat, sesuai kebutuhan,” kata Nunuk Suryani.
Nunuk memberikan contoh bahwa Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan telah menyiapkan 3.000 calon guru ASN yang akan dialokasikan ke Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Penyaluran tersebut merupakan respons terhadap permintaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo, yang menghadapi kekurangan guru karena 3.000 guru di wilayah tersebut akan memasuki masa pensiun pada tahun ini.
Saat ini, melalui Ruang Talenta, telah terkonfirmasi bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri secara nasional mencapai 2.161.791 orang.
Dari jumlah tersebut, mereka berencana mengisi 1.294.422 orang atau setara dengan 60 persen dari total guru dengan status ASN.
Selain itu, akan ada rekrutmen sebanyak 293.860 orang guru dengan status pegawai pemerintah berdasarkan perjanjian kerja (PPPK) rekrutmen tahun 2021.
"Sehingga kondisinya saat ini terdapat kelebihan 41.284 guru ASN. Guru ini akan mengisi sekolah negeri yang belum memenuhi kebutuhan sekolah uang belum memiliki guru ASN," ungkap Nunuk Suryani.
Dengan demikian, Ruang Talenta menjadi langkah penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan guru yang merata di seluruh wilayah negara.
Pemahaman yang lebih baik tentang sistem ini akan membantu memastikan distribusi guru yang seimbang dan mengatasi persoalan pemenuhan guru di sekolah-sekolah.
Semoga program Ruang Talenta ini dapat membawa manfaat bagi semua pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan.***



