POJOKSATU.ID - Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Guru (Ditjen GTK-PG) menghadapi sejumlah tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran tahun ini.
Beberapa program prioritas yang sangat penting untuk peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan belum mendapatkan pembiayaan secara penuh.
Kondisi ini memunculkan berbagai dampak yang signifikan terhadap pelaksanaan program strategis di bidang pendidikan.
Dampak Efisiensi Anggaran terhadap Program GTK-PG
Berikut dampak efisiensi anggaran terhadap program GTK-PG:
1. PPG untuk Guru Tertentu Belum Terbiayai
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru-guru tertentu yang menjadi Penugasan Nasional (PN) Presiden belum dapat didanai secara optimal.
Hal ini berpotensi menunda peningkatan kompetensi guru dalam rangka mendukung agenda prioritas nasional.
Baca Juga: Kapolri Duluan Minta Maaf Disusul Pengawal Ipda E Usai Pukul Kepala Jurnalis Foto di Semarang
2. Program PKG Belum Terbiayai Sepenuhnya
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKG), termasuk di dalamnya diklat berjenjang untuk guru PAUD, guru pendidikan khusus, literasi numerasi berbasis PISA, pelatihan koding dan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran mendalam, serta pendidikan kepemimpinan sekolah model baru, belum mendapatkan alokasi anggaran yang memadai.
3. Penataan GTK Terkendala
Kegiatan penataan guru dan tenaga kependidikan (GTK) sebagai bagian dari upaya pemerataan dan efisiensi distribusi belum sepenuhnya terlaksana akibat keterbatasan dana.
Rencana Mitigasi Ditjen GTK-PG
Untuk mengatasi dampak dari keterbatasan anggaran, Ditjen GTK-PG telah menyusun sejumlah langkah mitigasi sebagai berikut:
1. Usulan Anggaran Tambahan
Pengajuan anggaran belanja tambahan menjadi salah satu strategi utama untuk mengatasi kekurangan dana, khususnya bagi program-program prioritas.
2. Digitalisasi NSPK dan Regulasi
Dalam rangka efisiensi dan percepatan, Ditjen GTK-PG akan melakukan penyisipan Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK) serta regulasi secara daring.
3. Usulan Dana BUN untuk Bimtek
Pengajuan tambahan anggaran melalui Belanja Uang Negara (BUN) juga diusulkan untuk mendukung pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) yang dibutuhkan guru dan tenaga kependidikan.
4. Koordinasi Lintas Kementerian
Ditjen GTK-PG akan meningkatkan koordinasi lintas kementerian melalui pertemuan daring guna memastikan sinergi kebijakan dan dukungan anggaran.
5. Dukungan Anggaran untuk Seleksi ASN JF Guru
Selain itu, usulan tambahan dana BUN juga ditujukan untuk mendukung proses seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabatan Fungsional Guru (JF Guru) agar berjalan lancar dan sesuai target.
Baca Juga: Lisa Mariana Tulis Inisial R untuk Nama Ayah Anaknya Saat Lahiran di RS, Ada Ajudan Kang Emil Juga
Meskipun menghadapi kendala anggaran, Ditjen GTK-PG tetap berkomitmen untuk memastikan peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan di Indonesia.
Berbagai upaya mitigasi yang disusun diharapkan mampu menjawab tantangan yang ada dan menjaga keberlanjutan program-program strategis. ***




