POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan telah merilis daftar daerah yang berstatus berkas lengkap untuk menerima tambahan TPG THR 100 persen tahun anggaran 2025.
Status berkas lengkap menandakan bahwa kabupaten dan kota tersebut sudah memenuhi seluruh dokumen teknis yang diminta Kementerian Keuangan, mulai dari kebutuhan anggaran hingga verifikasi APIP.
Daerah dengan status ini tinggal menunggu proses penyaluran dan diprediksi menjadi penerima pencairan tahap awal.
Baca Juga: Internet Rakyat Resmi Hadir di 56 Kota: Tarif Rp100.000/Bulan untuk Kecepatan 100 Mbps
Kabar ini disambut baik guru bersertifikasi yang sejak awal menanti bukti bahwa anggaran benar-benar siap.
Dengan ratusan daerah masuk daftar lengkap, proses pencairan nasional diperkirakan berjalan lebih cepat.
Guru di seluruh wilayah kini hanya menunggu eksekusi penyaluran dari pemerintah daerah masing-masing.
321 Daerah Masuk Kategori Berkas Lengkap, Siap Diproses
Dalam laporan DJPK, tercatat 321 daerah yang mengajukan dan melengkapi berkas sesuai format S14 dan ketentuan surat edaran Kemenkeu.
Baca Juga: Kemenkeu Sudah Kirim Dana TPG THR 100 Persen! Daerah Diminta Segera Salurkan ke Guru
Berkas lengkap memastikan daerah tersebut masuk antrean pencairan lebih awal dibanding daerah yang belum memenuhi syarat.
Daerah-daerah ini telah menuntaskan seluruh dokumen mulai dari data guru, kebutuhan anggaran, dan review APIP.
Semakin cepat berkas dikirim dan disetujui, semakin besar peluang daerah menerima transfer anggaran lebih dahulu.
Dengan jumlah 321 daerah, lebih dari setengah wilayah Indonesia siap masuk ke fase penyaluran.
Guru tinggal memantau pengumuman resmi dari dinas pendidikan di daerah masing-masing.
Contoh Daerah Berkas Lengkap dari Berbagai Provinsi
Daftar daerah berkas lengkap mencakup banyak wilayah dari berbagai provinsi.
Beberapa di antaranya adalah Pacitan, Semarang, Malang, Mojokerto, Bone Bolango, Karanganyar, Blora, Purbalingga, Kudus, Lamongan, Minahasa Utara, Buleleng, Jombang, Rokan Hilir, Parigi Moutong, Kota Tarakan, Kota Banjar, dan Bima.
Baca Juga: HORE! Jutaan Guru ASN dan Non-ASN Akan Terima Tunjangan Bulanan Mulai 2026
Daerah-daerah tersebut siap masuk ke gelombang pencairan paling awal karena kepatuhan administrasinya.
Guru di wilayah tersebut dianjurkan aktif mengecek rekening karena penyaluran bisa terjadi sewaktu-waktu.
Proses pencairan biasanya lebih cepat jika tidak ada kendala teknis dari pemerintah daerah.
Daftar lengkap biasanya dirilis bertahap melalui dinas pendidikan atau kanal resmi pemerintah.
Daerah Berkas Tidak Lengkap Berisiko Mengalami Keterlambatan
Tidak semua kabupaten dan kota memenuhi syarat berkas lengkap.
Beberapa daerah masih berstatus berkas tidak lengkap karena belum menyertakan verifikasi APIP, file S14 yang tidak sesuai, atau data guru yang belum final.
Baca Juga: TPG THR 100 Persen Sudah Cair! Daerah Lain Bersiap Menyusul
Daerah seperti Aceh Timur, Sumba Tengah, dan beberapa wilayah lain masih perlu melakukan perbaikan dokumen.
Ketidaklengkapan berkas mengakibatkan daerah tersebut tidak bisa langsung menerima transfer anggaran.
Guru perlu memahami bahwa keterlambatan pencairan sering kali bukan disebabkan pemerintah pusat, melainkan administrasi daerah.
Penyelesaian dokumen menjadi kunci utama agar pencairan dapat menyusul setelah verifikasi selesai.
Kalteng Sudah Cair, Jadi Indikator Bahwa Proses Nasional Sudah Berjalan
Kalimantan Tengah menjadi daerah pertama yang mengonfirmasi pencairan TPG THR 100 persen untuk guru SMA sederajat.
Pencairan ini menjadi bukti kuat bahwa anggaran pusat sudah benar-benar diturunkan ke daerah.
Daerah lain yang berstatus berkas lengkap diprediksi segera menyusul setelah penyelesaian teknis daerah masing-masing.
Baca Juga: APBD Terancam Jebol! Pemkab Maros Bisa Nombok Rp50 Miliar Jika Gaji ASN Naik 10–12 Persen
Pencairan perdana dari Kalteng memberikan kepastian bagi guru di seluruh Indonesia bahwa proses sedang memasuki tahap eksekusi.
Gelombang pencairan biasanya meluas hanya dalam hitungan hari setelah daerah pertama cair.
Hal ini sekaligus menegaskan bahwa proses nasional sudah resmi berjalan.
Daerah Diimbau Segera Menyalurkan, Guru Diminta Cek Rekening
Karena anggaran sudah diterima daerah, pemerintah daerah kini diminta segera melakukan penyaluran kepada guru.
Baca Juga: Kabar Baik! SKTP Guru Tunggal Resmi Aktif, Pencairan TPG Diperkirakan Menjelang Akhir Tahun
Proses penyaluran tinggal menunggu finalisasi daftar penerima dan verifikasi teknis.
Guru dianjurkan rutin mengecek rekening karena tidak semua bank memberikan notifikasi otomatis.
Jika terdapat kendala seperti rekening tidak aktif atau perbedaan data, guru harus segera berkoordinasi dengan bendahara sekolah.
Pemantauan aktif menjadi langkah penting agar guru tidak terlambat mengetahui pencairan.
Dengan percepatan administrasi, guru di banyak daerah diharapkan menerima haknya tanpa hambatan.
Daerah Berkas Lengkap Tinggal Menunggu Eksekusi Penyaluran
Dengan 321 daerah berstatus berkas lengkap, proses pencairan TPG THR 100 persen kini sepenuhnya menunggu eksekusi dari pemerintah daerah.
Kalteng menjadi pembuka pencairan nasional yang menandai bahwa anggaran sudah resmi diturunkan.
Guru diminta aktif mengecek rekening dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah.
Tahun ini diprediksi menjadi salah satu periode pencairan THR tambahan guru yang paling cepat karena administrasi pusat telah tuntas.
Momentum ini memberikan harapan besar bagi guru bersertifikasi di seluruh Indonesia.***




