POJOKSATU.ID — Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 kembali menjadi perbincangan hangat di akhir tahun.
Banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah mengeluh karena penyaluran di bank mereka belum cair.
Sementara wilayah lain khususnya yang menggunakan BRI sudah menerima saldo lebih dulu.
Keluhan seperti Daerah sebelah sudah masuk, kok kami belum?
Baca Juga: Kepala BNN Minta Perguruan Tinggi Jadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Narkotika
Atau BRI sudah cair, Mandiri belum ada tanda-tanda memenuhi linimasa media sosial.
Fenomena ini membuat banyak warga mempertanyakan mengapa penyaluran BPNT tidak dilakukan secara serentak oleh bank-bank Himbara.
Ternyata, ada penjelasan teknis yang jarang diketahui publik.
Secara aturan, keempat bank Himbara memang ditunjuk untuk menyalurkan bantuan sosial, termasuk BPNT.
Baca Juga: Jangan Salah Unggah! Ini Daftar Dokumen Lapor Diri PPG Calon Guru 2025 yang Wajib Dipenuhi
Namun, penyalurannya tidak dilakukan bersamaan, melainkan mengikuti mekanisme operasional masing-masing bank.
BRI sering menjadi yang paling cepat disebabkan oleh beberapa faktor teknis, administratif, dan kapasitas infrastruktur digital.
Setiap bank Himbara menerima data KPM dari Kementerian Sosial dalam waktu yang sama, tetapi proses validasi, penyaringan data ganda, pengecekan rekening tidak aktif, dan pemadanan NIK
Dikerjakan dengan timeline internal bank masing-masing.
BRI dikenal memiliki sistem pemadanan data yang relatif lebih cepat karena skala dan infrastrukturnya yang lebih luas di wilayah pedesaan, tempat sebagian besar KPM tinggal.
BRI memiliki Agen BRILink yang tersebar hingga ke pelosok.
Jaringan ini memudahkan percepatan verifikasi rekening KKS Merah Putih baru maupun rekening lama.
Karena jaringan lebih luas proses aktivasi rekening, pengiriman batch penyaluran, dan pengecekan rekening dormant.
lebih cepat dibanding Mandiri atau BNI yang jaringannya tidak sebesar BRI di desa-desa.
Bank Himbara tidak menyalurkan BPNT dalam satu batch nasional. Mekanismenya:
BRI cenderung mengirim beberapa batch kecil per hari.
Mandiri dan BNI sering mengirim batch besar sekaligus sehingga terlihat lambat di awal.
Baca Juga: Klaim JHT Ditolak Gara-gara Nama Berbeda 1 Huruf, Antara KTP dan Kartu Peserta, Peserta Shock Saat Verifikasi
Jika ada data KPM bermasalah, Mandiri/BNI bisa menahan batch untuk diperbaiki, sehingga penyaluran tampak tertunda.
Inilah penyebab utama mengapa BRI kerap terlihat lebih cepat mencairkan BPNT di banyak daerah.
Daerah yang sudah menggunakan KKS Merah Putih terbaru cenderung lebih cepat menerima penyaluran.
KPM di BRI sering lebih dulu memperoleh pergantian kartu karena distribusinya lebih masif melalui unit-unit BRI.
Sementara Mandiri dan BNI membutuhkan waktu lebih lama untuk menjangkau daerah dengan jaringan terbatas.
Akibatnya KPM di BRI lebih cepat valid, saldo dapat dikirim tanpa menunggu aktivasi tambahan dan proses pemadanan tidak menumpuk.
Meski bank adalah pihak teknis, koordinasi antara Dinas Sosial daerah, pendamping Sembako, bank Himbara cabang, dan supplier pangan juga menentukan cepat lambatnya penyaluran BPNT.
Di beberapa daerah, kantor cabang BRI melakukan finalisasi koordinasi lebih cepat dibanding bank lain, sehingga penyaluran berjalan lebih dulu.
Ada beberapa faktor tambahan:
Beda kota = beda bank penyalur.
Beda bank = beda waktu batch penyaluran.
Beda kualitas data = beda waktu pemrosesan.
Rekening bermasalah = batch ditunda.
KKS belum aktif = penyaluran tidak bisa dilakukan.
Jadi, fenomena mereka sudah cair, kami belum tidak selalu berarti bantuan terlambat, tetapi lebih karena proses teknis yang berbeda di masing-masing bank.
Perbedaan jadwal penyaluran BPNT Tahap 4 antara BRI, Mandiri, dan BNI merupakan hal yang wajar.
BRI sering lebih cepat karena validasi data lebih cepat, jaringan agen lebih luas, penyaluran batch lebih fleksibel, dan distribusi KKS lebih merata.
KPM diimbau untuk memantau penyaluran melalui agen, e-warong, atau bank penyalur masing-masing sambil menunggu batch penyaluran selesai.***




