POJOKSATU.id, DI tengah derasnya arus digitalisasi, internet bukan lagi sekadar ruang hiburan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang membentuk cara belajar, berinteraksi, dan tumbuhnya generasi muda.
Melihat fenomena ini, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menghadirkan program Cyberheroes 2025, sebuah inisiatif edukatif yang bertujuan menumbuhkan kesadaran sekaligus memperkuat ketahanan digital di kalangan pelajar.
Cyberheroes hadir sebagai bentuk nyata bahwa edukasi digital bisa dikemas secara menyenangkan, interaktif, dan tetap bermakna.
Antusiasme pelajar dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa literasi digital kini menjadi kebutuhan utama dalam dunia pendidikan.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, mengatakan bahwa komitmen Telkom sebagai perusahaan digital tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur.
“Sebagai perusahaan digital, Telkom berkomitmen tidak hanya membangun infrastruktur konektivitas, tetapi juga membekali masyarakat dengan literasi digital yang kuat," ujarnya.
"Melalui Cyberheroes, kami ingin mencetak generasi muda yang mampu melindungi dirinya dan lingkungannya di ruang siber,” jelasnya.
Baca Juga: Inspektorat Turun Tangan Telusuri Dugaan Pelanggaran Pemilihan Rektor USU 2026–2031
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025, tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah mencapai 80,66%.
Generasi Z menjadi pengguna dominan di dalamnya. Namun, di balik peluang besar tersebut, muncul tantangan serius seperti cyberbullying, paparan konten negatif, hingga kecanduan digital yang bisa mengancam kesehatan fisik, mental, dan sosial remaja (UNICEF, 2022).
Menjawab tantangan itu, Telkom menggandeng dunia pendidikan untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan dan sesuai karakter pelajar masa kini.
Baca Juga: Dana TPG Langsung dari Pusat, Solusi Cepat atau Masalah Baru?
Melalui Cyberheroes, generasi muda diajak menjadi “pahlawan digital” yang cerdas, aman, dan bertanggung jawab.
Peserta tidak hanya diajarkan cara menggunakan internet secara sehat dan produktif, tetapi juga dibekali kemampuan menghadapi ancaman siber seperti hoaks, perundungan digital, serta konten berbahaya di dunia maya.
Sepanjang tahun 2025, program Cyberheroes telah melibatkan 5.314 siswa dari berbagai kota, mulai dari Kupang, Surakarta, Bandung, Malang, Purbalingga Majenang, Surabaya, Palembang, Makassar, Jakarta, hingga Pontianak.
Baca Juga: Isak Tangis Warnai Sidang Kasus ASDP, Saksi Teringkat Bonus 40 Persen
Kegiatan ini dikemas dalam format nonton bareng yang memungkinkan partisipasi lintas sekolah secara serentak.
Setelah menonton materi edukasi, peserta berdiskusi aktif mengenai keamanan digital, etika berinternet, dan strategi menghadapi ancaman siber dalam kehidupan sehari-hari.
Program Cyberheroes juga menjadi bagian dari pilar Pendidikan dan Inklusi Digital dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom.
Selain itu, inisiatif ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Melalui Cyberheroes, Telkom tak hanya mengajarkan literasi digital, tapi juga membangun karakter generasi digital heroes, generasi muda yang tangguh, berpikir kritis, dan siap menghadapi dunia maya dengan percaya diri. ***




