POJOKSATU.id - Kemampuan merefleksikan pengalaman nyata dalam proses pembelajaran diperlukan guru peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu yang akan menghadapi Ujian Kompetensi Peserta Pendidikan Profesi Guru (UKPPPG) saat menghadapi Penilaian Uraian Refleksi Studi Kasus.
Peserta akan diminta untuk mengisi jawaban dari uraian reflektif berbasis studi kasus langsung di kolom yang telah disediakan pada web UTBK yang dilaksanakan secara daring (asynchronous) melalui platform UKPPPG.
Uraian Studi Kasus dalam bentuk pemaparan dengan jumlah kata tidak lebih dari 500 kata bukan berangkat dari pengalaman orang lain, tetapi harus mampu mengutarakan berdasarkan pengalaman nyata setiap guru. Karena itu, dilarang keras melakukan plagiarisme atau mengarang cerita kasus.
Pahami beberapa contoh uraian reflektif studi kasus PPG Guru Tertentu yang sudah disajikan oleh pojoksatu.id dalam mengungkapkan kasus pengalaman nyata.
Persiapkan penjelasan dan bahan referensi dari pertanyaan utama yang harus dijawab dalam uraian reflektif studi kasus, sebab untuk menguraikan jawaban hanya tersedia waktu 30 menit.
Pahami dan mulailah membuat konsep untuk menjawab pertanyaan ini:
1. Permasalahan apa yang Bapak/Ibu hadapi?
2. Bagaimana upaya Bapak/Ibu menyelesaikan permasalahan?
3. Apa hasil dari upaya Bapak/Ibu tersebut?
4. Tulis pengalaman berharga yang bisa Bapak/Ibu petik ketika menyelesaikan masalah tersebut?
Berlatih dan persiapkan konsep dari sekarang untuk menjawab pertanyaan itu, lakukan eksperimen dan catat temuan-temuan penting pada saat proses pembelajaran berlangsung dan ketika mencoba menerapkan metode tertentu dalam pembelajaran tersebut.
Langkah itu akan sangat membantu guru dalam mengisi uraian reflektif studi kasus PPG Guru Tertentu ketika UKPPPG berlangsung. Baca ulang artikel sejenis di pojoksatu.id yang sudah menampilkan beberapa tips dan trik untuk mengerjakan studi kasus ini.
Berikut Contoh 3 dari 3 contoh yang sudah dihadirkan pojoksatu.id pada artikel sebelumnya.
- Permasalahan: Peserta Didik Malas dan Kesulitan Membaca
- Jumlah: 498 kata
1. Permasalahan apa yang Bapak/Ibu hadapi?
Saat mengajar kelas 2 SD, saya menemukan beberapa siswa mengalami kesulitan dalam membaca. Salah satu tantangan yang sering terjadi adalah ketidakmampuan mereka membedakan huruf-huruf tertentu, seperti huruf b dan d, atau m dan n.
Masalah ini lebih serius pada beberapa siswa yang tidak hanya lambat dalam membaca, tetapi juga menghadapi kesulitan untuk mengenali perbedaan dasar antara huruf-huruf tersebut.
Jika dibiarkan, kesulitan ini dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami materi pelajaran, baik secara lisan maupun tertulis. Dampaknya, prestasi akademik siswa akan menurun karena mereka tidak mampu memahami tugas-tugas yang diberikan atau mengikuti pelajaran dengan baik.
Salah satu siswa yang saya temui mengalami kesulitan membaca adalah Defa. Ia menunjukkan beberapa tanda masalah, seperti kesulitan dalam pengucapan kata, kurangnya minat untuk membaca, serta kesulitan membedakan huruf-huruf tertentu.
Misalnya, Defa sering tertukar antara huruf b dan d, serta m dan n, yang membuatnya kesulitan membaca bahkan kata-kata yang sederhana.
Ketika saya menelusuri lebih jauh, ada beberapa penyebab yang mendasari masalah ini. Salah satunya adalah faktor kognitif, di mana Defa tampaknya kesulitan dalam memproses bunyi bahasa (pemrosesan fonemis).
Selain itu, faktor lingkungan juga berperan, karena Defa berasal dari keluarga dengan akses terbatas terhadap buku atau bahan bacaan. Tidak ada dorongan yang cukup dari keluarga untuk mengembangkan minat membaca di rumah. Ditambah lagi, faktor emosional seperti rasa malu atau cemas ketika harus membaca di depan teman-temannya juga menjadi penghambat.
2. Bagaimana upaya Bapak/Ibu menyelesaikan permasalahan?
Untuk mengatasi masalah ini, saya memutuskan menggunakan pendekatan fonik. Metode fonik fokus pada pengenalan hubungan antara huruf dan bunyi yang dihasilkan. Saya memberikan latihan khusus kepada Defa, di mana ia harus menyebutkan dan mendengarkan bunyi dari setiap huruf dalam kata.
Dengan cara ini, Defa diharapkan bisa lebih cepat mengenali huruf dan membaca lebih lancar. Selain itu, untuk meningkatkan minatnya, saya memilih buku yang sesuai dengan minatnya, seperti buku bergambar dan cerita-cerita menarik. Langkah ini membantu menarik perhatian Defa terhadap aktivitas membaca, yang sebelumnya ia anggap membosankan.
Dukungan dari keluarga juga sangat penting. Saya bekerja sama dengan orang tua Defa, memberikan saran agar mereka mendukung proses belajar di rumah. Mereka saya anjurkan untuk membaca bersama Defa setiap hari, dan mendiskusikan buku-buku yang telah ia baca.
Hal ini dapat membantu Defa mengurangi rasa malu saat membaca di depan orang lain dan meningkatkan kepercayaan dirinya. Selain itu, saya memberikan waktu ekstra bagi Defa dan siswa lain yang mengalami kesulitan membaca untuk berlatih secara intensif, baik di sekolah maupun di rumah.
3. Apa hasil dari upaya Bapak/Ibu tersebut?
Setelah beberapa minggu menjalani latihan, hasilnya mulai terlihat. Defa kini sudah mulai mampu membedakan huruf-huruf yang sebelumnya sering ia keliru, dan ia mulai bisa membaca kata-kata dengan lebih baik, meskipun masih belum sepenuhnya lancar. Saya yakin bahwa dengan latihan yang terus-menerus dan dukungan dari orang tua, Defa akan semakin lancar dalam membaca.
4. Tulis pengalaman berharga yang bisa Bapak/Ibu petik ketika menyelesaikan masalah tersebut?
Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi saya. Mengajarkan anak membaca bukanlah tugas yang mudah.
Diperlukan kesabaran, konsistensi, serta kerja sama antara guru dan orang tua. Melihat siswa seperti Defa akhirnya mampu membaca dengan baik adalah kebanggaan tersendiri. Upaya keras yang mereka lakukan dalam belajar sangat saya hargai, dan keberhasilan mereka merupakan motivasi terbesar saya dalam mengajar.
Demikian langkah dan contoh mengisi uraian reflektif studi kasus PPG Guru Tertentu dalam UKPPPG. Disarankan baca ulang artikel sejenis di pojoksatu.id di menu [EDUGOV] yang terdiri dari beberapa bagian dan lakukan diskusi dengan melakukan share atau berbagi informasi ini. ***




