POJOKSATU.ID - Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tapi juga momen "recharge" spiritual. Kadang, pesan yang paling meresap adalah yang disampaikan secara sederhana.

Berikut adalah dua contoh teks kultum Ramadhan yang ringan, berdurasi sekitar 5-7 menit, namun memiliki makna mendalam.

Pembukaan (Mukadimah)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahilladzi an’ama ‘alaina bi ni’matil iman wal islam. Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad, wa ala ali sayyidina Muhammad.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang masih memberikan kita nikmat sehat dan panjang umur, sehingga kita bisa menjalankan ibadah di bulan yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Isi Kultum
Jamaah yang dirahmati Allah,

Kalau kita bicara soal "investasi", biasanya pikiran kita langsung melayang ke uang, emas, atau saham. Kita sering teliti menghitung untung-rugi dalam urusan dunia. Tapi, di bulan Ramadhan ini, Allah menawarkan sebuah "proyek investasi" yang keuntungannya tidak masuk akal jika dihitung secara matematika manusia.

Apa investasi itu? Itulah Amalan Jariyah dan Kebaikan Kecil yang Istiqomah.

Rasulullah SAW bersabda bahwa bulan Ramadhan adalah bulan di mana amalan sunnah pahalanya seperti amalan wajib, dan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan hingga 70 kali lipat.

Ada tiga investasi sederhana yang bisa kita lakukan setiap hari selama Ramadhan:

Investasi Lisan (Dzikir dan Kata Baik):
Saat lapar dan haus, biasanya kita gampang bad mood atau emosi. Cobalah ganti keluhan kita dengan dzikir. Daripada mengeluh "Aduh lapar banget," lebih baik basahi lidah dengan Subhanallah atau Alhamdulillah. Ini adalah investasi ringan yang timbangannya sangat berat di akhirat.

Investasi Kasih Sayang (Memberi Makan Orang Berbuka):
Tidak harus prasmanan mewah. Cukup dengan segelas air atau sebutir kurma untuk orang yang berpuasa, kita sudah mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

Investasi Waktu (Membaca Al-Qur'an):
Sempatkan membaca Al-Qur'an meski hanya satu halaman setelah shalat fardu. Konsistensi (istiqomah) jauh lebih dicintai Allah daripada membaca banyak tapi hanya di hari pertama saja.

Jamaah sekalian, Ramadhan itu seperti musim panen. Kalau kita malas menanam sekarang, kita tidak akan punya apa-apa untuk dipetik di hari kemenangan nanti.

Penutup
Sebagai kesimpulan, mari kita manfaatkan sisa hari di bulan Ramadhan ini dengan mencari keuntungan akhirat sebanyak-banyaknya. Jangan sampai kita keluar dari bulan suci ini dalam keadaan merugi karena membiarkan waktu lewat begitu saja tanpa amal saleh.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Tips agar kultum menarik dengan gunakan Bahasa Santai.

Gunakan istilah yang relevan (seperti "detox" atau "charge").

Jangan terpaku pada teks; sesekali lihatlah audiens agar terasa lebih seperti mengobrol.

Jangan terlalu banyak membahas topik agar pendengar mudah mengingat inti ceramahnya.***