POJOKSATU.id — Santri Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Sibuhuan, Padang Lawas, Chalisa Asyri Hasibuan berhasil mengharumkan nama Sumatera Utara dengan meraih Juara 1 Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK) Internasional bidang Tafsir Marhalah Wustha.
Ajang bergengsi tingkat internasional itu digelar di Wajo, Sulawesi Selatan, dan mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah.
Chalisa yang kini duduk di kelas X itu tidak menyangka akan keluar sebagai pemenang.
Baca Juga: KDM: Poe Ibu Bukan Gerakan Baru, Tapi Napas Baru Gotong Royong Warga Jabar
Saat namanya disebut dalam pengumuman, ia mengaku sempat tertegun karena tidak menyangka bisa menjadi yang terbaik di antara peserta dari berbagai provinsi bahkan luar negeri.
“Saya sangat bersyukur bisa meraih juara 1 pada MQK Internasional di Wajo ini. Tak menyangka sampai pada titik ini. Semoga ini bisa menjadi kado terindah untuk Padang Lawas. Terima kasih kepada semua guru yang membimbing dan kedua orangtua yang selalu memberi semangat,” ungkap Chalisa di Wajo, Senin (6/10/2025).
Chalisa merupakan putri dari pasangan Munawir Asyrafi Hasibuan dan Rina Nopika Siregar. Ia dikenal sebagai santri yang tekun dan berprestasi sejak dini.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chalisa berhasil menorehkan sejumlah penghargaan di tingkat kabupaten, di antaranya Juara 3 Hifdzil Qur’an 20 juz putri pada MTQ Kabupaten Padang Lawas (2024), Juara Harapan 1 Hifdzil Qur’an 10 juz putri pada MTQ (2023), Juara 1 Qiraatul Kutub bidang Nahwu putri dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) (2023), serta Juara 2 Hifdzil Qur’an 1 juz putri (2022).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Padang Lawas, Kasman, turut memberikan apresiasi atas prestasi gemilang santri Al-Mukhlisin itu.
Menurutnya, kemenangan Chalisa bukan hanya membanggakan pesantren tempat ia menimba ilmu, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Utara.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan tak hanya bagi Pesantren Al-Mukhlisin, tapi juga bagi Sumatera Utara. Teruslah menjadi inspirasi dan penyebar cahaya ilmu di tengah umat,” ujar Kasman.
Kemenangan Chalisa menjadi bukti nyata bahwa semangat belajar, dukungan orangtua, serta bimbingan para guru dapat membawa santri Indonesia berkiprah di kancah internasional.***




