POJOKSATU.id – Pemerintah terus mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran dan pemerataan infrastruktur teknologi di sekolah. 

Langkah ini dilakukan agar seluruh peserta didik, termasuk yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan yang berkualitas.

Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan salah satu program yang menjadi tulang punggung transformasi tersebut adalah Rumah Pendidikan, platform digital yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga: Sering Bikin Macet, Pasar Tumpah di Cijerah Ditertibkan Permanen

Menurut Prabowo, platform tersebut telah dimanfaatkan jutaan pengguna sebagai portal pembelajaran digital yang menyediakan ribuan materi belajar gratis bagi guru maupun siswa di seluruh Indonesia.

"Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan Interactive Flat Panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna.  Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar," ujar Presiden Prabowo.

Rumah Pendidikan Sudah Digunakan 6,9 Juta Pengguna

Rumah Pendidikan menjadi salah satu inovasi digital pemerintah untuk memperluas akses pembelajaran tanpa dibatasi lokasi geografis.

Baca Juga: Darurat Bullying Jadi Tantangan di Sekolah, Tercatat 233 Kasus Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Berdasarkan data yang disampaikan Presiden, hingga kini platform tersebut telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna.

Tidak hanya itu, Rumah Pendidikan juga menyediakan 4.843 sumber belajar gratis yang dapat dimanfaatkan oleh guru, siswa, maupun tenaga kependidikan sebagai referensi pembelajaran.

Kehadiran platform ini dinilai mampu membantu ratusan ribu guru, khususnya di wilayah 3T, memperoleh akses terhadap materi pembelajaran yang lebih berkualitas dan mudah dijangkau.

Pemerintah Tambah Tiga Papan Interaktif Digital di Setiap Sekolah

Selain memperkuat platform digital, pemerintah juga melanjutkan pemerataan perangkat pembelajaran berbasis teknologi melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) atau papan interaktif digital.

Baca Juga: Cara Mengisi Sulingjar 2026 Lengkap, Mulai Dapat Token hingga Klik Selesai, Guru dan Kepala Sekolah Wajib Tahu

Prabowo menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya pemerintah telah membagikan satu unit IFP kepada setiap sekolah di Indonesia.

Program tersebut akan dilanjutkan pada tahun ini dengan penambahan tiga unit IFP di setiap sekolah.

"Kita sudah membagi Interactive Flat Panel, layar pintar di seluruh sekolah Indonesia, satu per sekolah tahun lalu sudah kita bagikan. 

Tahun ini kita akan tambah tiga plus per sekolah. 

Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pintar atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia, akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027," kata Prabowo.

Dengan penambahan tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 700 ribu papan interaktif digital telah terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia paling lambat akhir Desember 2026 atau pada semester pertama 2027.

Baca Juga: Batas 31 Juli! Kepala Sekolah Wajib Isi Evaluasi MPLS 2026, Ini Format Laporan dan Link Unduh Contohnya

Dukung Pembelajaran Digital di Seluruh Indonesia

Interactive Flat Panel merupakan perangkat pembelajaran digital yang memungkinkan guru menyampaikan materi secara lebih interaktif melalui layar sentuh berukuran besar.

Perangkat tersebut dapat digunakan untuk menampilkan video pembelajaran, simulasi, presentasi, hingga mengakses berbagai materi digital yang tersedia di platform Rumah Pendidikan.

Integrasi antara perangkat IFP dan Rumah Pendidikan diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Indonesia Raih Pengakuan dari PBB

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia baru saja memperoleh penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) pada kategori e-Government.

Baca Juga: Pertanyaan dan Jawaban Sulingjar 2026 Paket C Lengkap, Gambaran Pemahaman untuk Kepala Sekolah dan Guru

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan dunia internasional terhadap berbagai langkah digitalisasi yang tengah dijalankan pemerintah, termasuk di sektor pendidikan.

Rumah Pendidikan Torehkan Sejarah Baru

Keberhasilan transformasi digital pendidikan juga ditandai dengan prestasi Rumah Pendidikan di tingkat internasional.

Platform yang dikembangkan Kemendikdasmen tersebut berhasil meraih Winner (Juara Pertama) WSIS Prizes 2026 kategori e-Government, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh ITU-PBB.

Prestasi ini menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam penantian selama 14 tahun, Indonesia berhasil meraih posisi juara pertama pada kategori tersebut.

Keberhasilan Rumah Pendidikan menunjukkan bahwa inovasi digital karya Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan nasional mulai memperoleh pengakuan internasional. 

Baca Juga: Didampingi Wamenkes RI, Gus Fawait Resmikan Program Homecare, Orang Miskin Jember kini Punya Dokter Keluarga

Dengan dukungan platform digital, distribusi ratusan ribu papan interaktif, serta pemerataan akses teknologi hingga ke daerah 3T, pemerintah berharap kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia semakin merata dan mampu menyiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. ***