POJOKSATU.id - Guru penggerak diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara menyeluruh.

Sebab itulah, guru penggerak juga harus aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

Untuk menjadi guru penggerak, guru harus lulus seleksi tahap 1 yaitu Curriculum Vitae dan Esai, sedangkan pada tahap 2 yaitu Simulasi Mengajar dan Wawancara, baru kemudian bisa mengikuti pendidikan guru penggerak selama enam bulan.

Dari total 26.885 Calon Guru Penggerak (CGP), salah satu guru yang berhasil lulus mengikuti program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 10 Tahun 2024 adalah Meisi Lukitasari dari SD Negeri 02 Gadog Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Tahap PAKET MODUL Calon Guru Penggerak, Lengkap Semua JADWAL PGP Angkatan 10 Tahun 2024 Untuk CGP Moda Reguler, Rekognisi dan Dasus

Program PGP Angkatan 10 Tahun 2024 akan dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu
reguler, rekognisi, dan daerah khusus (dasus) dengan jumlah sasaran PGP Reguler sebanyak 25.484, PGP Rekognisi sebanyak 869 dan PGP Dasus sebanyak 532.

Sementara khusus untuk Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Barat, tercatat CGP Reguler sebanyak 3.250 dan CGP Rekognisi 97.

Dalam channel Youtube yang disuguhkan di channel @meisilukitasari79, Meisi Lukitasari menghadirkan hasil pembelajarannya sebagai refleksi dari Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional Ki Hajar Dewantara (KHD).

Baca Juga: JADWAL Pelaksanaan PGP ANGKATAN 10 Tahun 2024, LENGKAP Maret Hingga Oktober, SEMUA KELOMPOK PGP Reguler, Rekognisi dan Dasus, SEMUA MODUL

Meisi memaparkan jurnal refleksi modul 1.1 menggunakan model 4F yang diperkenalkan Dr. Roger Greenaway, yaitu:

1. Facts, menceritakan pengalaman mengikuti pembelajaran.

2. Feelings, perasaan yang dirasakan saat mengikuti pembelajaran.

3. Findings, pelajaran yang didapatkan dari mengikuti pembelajaran.

4. Future, tindakan yang dilakukan setelah pembelajaran.

Meisi menyampaikan hasil dari pembelajaran melalui zoom di tiap daerah oleh BPGP Provinsi Jawa Barat secara virtual dan live streaming YouTube.

Baca Juga: SUDAH DIRILIS, Penetapan dan Pengkelasan Peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 Tahun 2024, Dimulai 15 Maret 2024

Pada sesi ini, para calon guru penggerak diberikan arahan tentang rangkaian pelaksanaan kegiatan mulai dari jadwal teknis hingga strategi dalam mempersiapkan diri dan menjalani tugas selama mengikuti program.

Di hari berikutnya, Meisi mulai mengerjakan soal dalam Learning Management System (LMS) guru penggerak sebanyak 20 butir soal dalam waktu 60 menit.

Kemudian, ia mulai mempelajari panduan dan materi pada modul 1.1 yang tersedia di LMS tersebut.

Modul ini berisi tentang konsep pemikiran pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan penerapan pendidikan abad ke-21 pada konteks lokal (nilai-nilai luhur sosial-budaya), serta bersikap reflektif kritis terhadap pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara (KHD) dan relevansinya terhadap konteks pendidikan di daerah para CGP.

Baca Juga: Jadi Guru Penggerak PNS dan PPPK, Dapat Tugas Tambahan, Begini Hitungan Besaran Gaji dan Tunjangan Guru Super!

Sehingga topik pertama yang dibahas adalah prinsip-prinsip pendidikan berdasarkan pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Meisi banyak belajar tentang peran seorang pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid.

Modul 1.1 Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional KHD ini disusun oleh Simmon Petrus Rafael, M.Pd dan dicetak oleh Kemdikbudristek, Dirjen GTK, Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan. 2022.

Adapun Capaian Kompetensi Lulusan Modul 1.1 Guru Penggerak adalah sebagai berikut:

1. Guru Penggerak memahami peran dan alasan menjadi pemimpin pembelajaran.

2. Guru Penggerak, melalui refleksi diri yang terdokumentasi, mampu secara reguler mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kompetensi dan kematangan diri demi mendukung pembelajaran murid.

Sebagai calon guru penggerak, awalnya Meisi merasa tugas-tugas yang ada di LMS sangat menyita waktu karena setiap hari harus fokus mengisi berbagai tugas di LMS.

Selain itu, juga harus mengikuti virtual meeting bersama fasilitator melalui Google Meet. "Kekhawatiran saya adalah jaringan internet yang kadang membuat koneksi tidak stabil," tutur Meisi.

Namun, rasa khawatir tersebut tidak membuat Meisi patah semangat karena dalam kegiatan virtual meeting, ia bisa bertemu dengan orang-orang hebat yang memiliki tekad yang sangat kuat sehingga ia pun ikut termotivasi.

Baca Juga: Mengenal Guru Penggerak, Ini 5 Nilai dan Pedoman yang Harus Dimiliki Pemimpin Pembelajaran, Super Sekali!

Sedangkan capaian Umum Modul 1.1 Guru Penggerak melalui modul ini adalah:

1. Guru Penggerak mampu memahami pemikiran filosofis pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan melakukan refleksi-kritis atas korelasi pemikiran-pemikiran tersebut dengan konteks pendidikan lokal dan nasional pada saat ini.

2. Guru Penggerak, mampu mengambil pembelajaran dari pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantara untuk diterapkan sebagai pemimpin pembelajaran yang mengupayakan terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter.

"Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar berkat dukungan penuh dari semua pihak, terutama anak-anak saya, rekan-rekan calon guru penggerak, orang-orang hebat yang menginspirasi, terutama fasilitator, dan pengajar praktik kelas saya yang selalu membantu segala kendala belajar seta memotivasi saya saat pendidikan," tutur Meisi, berbagi situasi dan kondisi mengikuti PGP.

Menurut Meisi, pembelajaran yang didapatkan adalah bagaimana menggunakan LMS dengan baik dan benar serta mengikuti alur setiap tugasnya.

Baca Juga: Daftar Poin RHK dalam Pengembangan Kompetensi, Guru Penggerak Auto Penuhi Syarat

Dalam LMS Pembelajaran disajikan secara Merdeka sehingga memudahkan peserta pendidikan memahami setiap materi.

Sementara Capaian Khusus Modul 1.1 Guru Penggerak dalam modul ini diharapkan dapat membantu Calon Guru Penggerak untuk mampu memiliki:

1. Pengetahuan tentang dasar-dasar Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD).

2. Keterampilan mengelola pembelajaran yang berpihak pada murid pada konteks lokal kelas dan sekolah agar terwujudnya sekolah sebagai pusat pengembangan karakter.

3. Sikap reflektif-kritis dalam menerapkan pembelajaran yang merefleksikan dasar-dasar Pendidikan KHD dalam menuntun murid mencapai kekuatan kodratnya.

Bagi Meisi, mengikuti program pendidikan guru penggerak adalah warna baru dalam rangka tugas kesehariannya sebagai guru SD.

"Semua ilmu tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat saya pelajari, pahami, resapi, dan kemudian saya terapkan dalam kegiatan aksi nyata," ujar Meisi.

Baca Juga: Linimasa Pelaksanaan CASN 2024 TERBARU Lengkap 3 PERIODE, SELAMAT TINGGAL Pegawai Honor, BKN Tuntaskan Status Honorer Hingga Desember 2024

Filosofi pikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang saya dapatkan setelah mempelajari modul 1.1 adalah tentang pendidikan yang berpusat pada siswa.

Meisi mengutarakan, seorang guru sudah semestinya memahami karakteristik setiap muridnya.

Sebagai pembelajar, guru juga harus mampu menuntun dan mengembangkan potensi siswa, layaknya menebalkan garis-garis yang masih samar dalam diri siswa.

Sebagai pendidik, guru juga harus membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.

"Modul 1.1 telah selesai, dan saya akan selalu berusaha menjadikan ini sebagai landasan di kelas saya dan sekolah saya. Selalu berusaha menjadi teladan dan motivator yang baik bagi murid serta menciptakan suasana belajar yang menginspirasi," tekadnya.

Untuk melengkapi pemahaman tentang Filosofi pikiran Ki Hajar Dewantara, materi Modul dapat didownload disini: Modul 1.1. Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional KHD.

"Sebagai bentuk komitmen saya, saya juga akan menjalankan pendidikan guru penggerak dengan tanggung jawab dan semangat sampai akhir," tegas Meisi. ***

 

Baca info penting seputar ASN, PPPK, PPG dan Guru Penggerak dari penulis Rifki Setiadi