POJOKSATU.id – Inovasi teknologi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjawab berbagai tantangan budidaya modern.

Tak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, teknologi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan tanaman dan menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Wawasan tersebut diperoleh peserta CEO School yang merupakan bagian dari rangkaian Agromaritim Sociopreneur Academy (ASA) 2026 yang diselenggarakan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University.

Baca Juga: Dituding Proyek IRPOM Asal Jadi, Ketua Poktan Tirta Berkah Ungkap Kendala Sebenarnya

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari inovasi produk nutrisi tanaman melalui pengenalan PT Bene Pyto Tani Jaya bersama narasumber Khoirul Muna.

Materi ini dirancang untuk memperluas pemahaman peserta mengenai peluang pengembangan bisnis agritech yang memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Mengenal PT Bene Pyto Tani Jaya
Kegiatan diawali dengan pengenalan PT Bene Pyto Tani Jaya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk dan nutrisi tanaman yang berlokasi di Kota Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Startup Tak Cukup Punya Produk Bagus, CEO School IPB Bekali Peserta Strategi Keberlanjutan Finansial dan Pendanaan Bisnis

Perusahaan mengembangkan berbagai produk yang dirancang untuk membantu petani meningkatkan kesehatan tanaman melalui pendekatan yang lebih efektif, efisien, serta berorientasi pada peningkatan hasil panen.

Peserta diajak memahami bagaimana inovasi di sektor input pertanian mampu menjadi peluang bisnis yang menjanjikan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pembangunan pertanian nasional.

BenSil+, Inovasi Pupuk Silika Cair
Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan produk unggulan perusahaan, yaitu BenSil+, pupuk silika cair yang dipadukan dengan kandungan kalium.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Siagakan 271 Personel Pengamanan 24 Jam, Patroli Drone hingga Edukasi Keselamatan Digencarkan

Produk tersebut dikembangkan sebagai leaf coating atau pelapis daun yang berfungsi membantu melindungi tanaman dari serangan hama, memperkuat batang agar tidak mudah rebah, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas tanaman.

Melalui inovasi tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa pengembangan pupuk modern tidak hanya berfokus pada pemenuhan unsur hara, tetapi juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai tekanan lingkungan.

Pentingnya Nutrisi Tanaman yang Tepat
Materi juga membahas pentingnya penggunaan nutrisi tanaman yang tepat sebagai bagian dari praktik budidaya modern.

Penerapan pupuk sesuai dosis dan waktu aplikasi menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman secara optimal.

Baca Juga: Si Jalak Harupat Siap Gelar Opening Piala Presiden 2026, Pemkab Bandung: Persiapan Sudah 95 Persen!

Teknologi pupuk berbasis silika diharapkan mampu memperkuat struktur tanaman, menjaga kondisi fisiologisnya tetap optimal, serta menghasilkan panen dengan kualitas yang lebih baik.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi budidaya tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Agritech Buka Peluang Inovasi Baru
Peserta juga diajak memahami besarnya peluang pengembangan sektor agritech di Indonesia.

Perkembangan teknologi pertanian dinilai mampu menjawab berbagai tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas, efisiensi penggunaan input pertanian, hingga mengurangi risiko kerusakan tanaman akibat serangan organisme pengganggu.

Baca Juga: Panduan dan Jadwal Lengkap Penerimaan Murid Baru Sekolah Nasional Terintegrasi 2026

Inovasi produk nutrisi tanaman menjadi salah satu bentuk penerapan teknologi yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi petani, tetapi juga mendukung terciptanya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Edukasi Jadi Kunci Keberhasilan Produk
Selain kualitas produk, keberhasilan bisnis agritech juga dipengaruhi oleh kemampuan perusahaan dalam memberikan edukasi kepada pengguna.

Peserta mempelajari bahwa penyampaian informasi mengenai manfaat produk, cara aplikasi yang benar, serta dampaknya terhadap produktivitas menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan petani.

Baca Juga: Kemendikdasmen Menghadirkan 500 SNT Sekolah Nasional Terintegrasi Secara Bertahap

Pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat adopsi inovasi sekaligus memperluas pemanfaatan teknologi di sektor pertanian.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas peluang bisnis pada sektor input pertanian serta pentingnya inovasi yang berangkat dari kebutuhan pengguna.

Melalui kegiatan ini, peserta CEO School diharapkan semakin memahami pentingnya inovasi nutrisi tanaman dalam mendukung produktivitas pertanian sekaligus memperoleh inspirasi untuk mengembangkan solusi agritech berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan petani dan mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia. ***