POJOKSATU.id – Inovasi menjadi fondasi penting dalam membangun startup agritech.

Namun, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, melainkan juga kemampuan membangun kolaborasi dan ekosistem bisnis yang mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan.

Pemahaman tersebut menjadi materi utama dalam kegiatan CEO School yang merupakan bagian dari rangkaian Agromaritim Sociopreneur Academy (ASA) 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAAI) IPB University.

Baca Juga: Besok Panggilan Ketiga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Kejagung Telah Terbitkan Sprindik Baru

Pada Rabu, 1 Juli 2026, peserta mengikuti sesi mentoring bertajuk Partnership and Ecosystem Development yang disampaikan oleh Bambang, Founder dan CEO PT Tridhata Agro Inovasi.

Pentingnya Menghubungkan Teori dan Praktik
Pada awal kegiatan, Bambang menekankan pentingnya menghubungkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.

Menurutnya, calon wirausahawan tidak cukup hanya memahami teori akademik.

Baca Juga: Beasiswa Kedokteran Full ke Jepang Dibuka, Dapat Dana hingga Rp3 Miliar dan Uang Saku Bulanan

Mereka juga harus mampu mengidentifikasi kebutuhan konsumen, membaca dinamika pasar, dan merancang solusi yang dapat menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pendekatan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan startup maupun bisnis berbasis inovasi.

Riset Jadi Awal Lahirnya Inovasi
Dalam pemaparannya, Bambang menjelaskan bahwa PT Tridhata Agro Inovasi merupakan perusahaan bioteknologi pertanian yang mengedepankan riset ilmiah, inovasi, dan keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga: Alasan Sakit, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Mangkir Panggilan Kedua Tim 9 Kejagung

Setiap produk yang dikembangkan selalu diawali dengan identifikasi masalah di lapangan, dilanjutkan melalui proses penelitian, pengujian, hingga implementasi agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui proses tersebut, perusahaan memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan sektor pertanian.

Bangun Bisnis Lewat Kemitraan
Selain inovasi, Bambang menegaskan bahwa kemitraan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah perusahaan.

Kolaborasi dengan akademisi, pemerintah, investor, komunitas, distributor, hingga pelanggan dinilai mampu memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan ekosistem yang berkelanjutan.

Baca Juga: Bandung Raya Siaga Kriminalitas: Jam Malam Pelajar Dipatenkan, Polisi Bersenjata Disebar di Titik Rawan

"Produk yang hebat saja tidak cukup. Keberhasilan bisnis bergantung pada ekosistem dan kemitraan yang mampu mendukung pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan," ujar Bambang.

Dari Laboratorium ke Lahan Pertanian
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep Research and Development (R&D) yang diterapkan PT Tridhata Agro Inovasi melalui pendekatan From Laboratory to Farm.

Pendekatan tersebut menekankan bahwa hasil penelitian harus dapat diterapkan secara langsung untuk menyelesaikan berbagai tantangan di sektor pertanian.

Salah satu contoh yang dipaparkan adalah pemanfaatan Trichoderma sebagai agen hayati untuk membantu mengendalikan penyakit tanaman serta pengembangan berbagai produk bioteknologi yang ramah lingkungan.

Baca Juga: Menlu AS Akui Pertahanan Udaranya Bocor, Iran Miliki Teknologi Rudal Canggih

Circular Economy Jadi Peluang Baru
Materi berikutnya membahas penerapan konsep circular economy dalam pengembangan bisnis agritech.

Bambang menjelaskan bahwa limbah pertanian dan peternakan, seperti cangkang telur maupun kotoran hewan, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.

Pendekatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Kepemimpinan Menentukan Arah Bisnis
Selain aspek teknis, peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai nilai-nilai kepemimpinan dalam membangun perusahaan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Buka KUII VIII, 87 Organisasi Islam Siap Bahas Isu Strategis Bangsa

Integritas, transparansi, rasa syukur, growth mindset, optimisme, serta kemampuan membangun relasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang adaptif terhadap perubahan.

Menurut Bambang, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas melalui kolaborasi dan inovasi.

"Pemimpin yang baik bukan hanya mampu menciptakan inovasi, tetapi juga mampu membangun kolaborasi, memberdayakan masyarakat, dan menciptakan dampak yang berkelanjutan," katanya.

Baca Juga: Gusi Sering Berdarah Jangan Diabaikan, Peneliti UI Kembangkan Minyak Nilam untuk Bantu Atasi Periodontitis

Pada akhir kegiatan, peserta mendapatkan penugasan untuk memetakan potensi kemitraan, mengidentifikasi tantangan dalam membangun jejaring bisnis, serta merancang peluang kolaborasi yang dapat diterapkan pada startup maupun usaha yang sedang dirintis.

Melalui sesi ini, peserta CEO School diharapkan tidak hanya memahami strategi membangun bisnis agritech berbasis inovasi, tetapi juga mampu memperkuat kemitraan, membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan, serta menghadirkan solusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan.***