POJOKSATU.id - Program One Village One CEO (OVOC) Internasional kembali melanjutkan rangkaian pembelajaran lapangan melalui kegiatan CEO on Field dengan mengunjungi Sekolah Kopi Lampung Barat, salah satu pusat pengembangan kopi yang menjadi rujukan dalam peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha kopi di daerah.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari secara langsung bagaimana sebuah komoditas unggulan dikelola secara terintegrasi, mulai dari budidaya hingga pengembangan produk bernilai tambah.
Kedatangan peserta OVOC Internasional disambut hangat oleh Kepala UPTD Sekolah Kopi Lampung Barat, Imam Rosadi Vadila Nodin, S.E., bersama Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat, Yudha Setiawan, S.I.P.
Baca Juga: Bukan Sekadar MoU, Telkom Gandeng NUS Cetak Talenta Digital Indonesia Berkelas Global
Kehadiran peserta dari berbagai negara dan daerah tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi kopi Lampung Barat sekaligus memperlihatkan praktik baik pengembangan komoditas berbasis masyarakat yang telah berjalan di wilayah tersebut.
"Kami sangat menyambut peserta OVOC IPB, mudah-mudahan dapat mengambil ilmu di sekolah kopi mulai dari budidaya sampai dengan pengolahan produk turunannya," ujar Yudha.
Ia menjelaskan bahwa Sekolah Kopi Lampung Barat tidak hanya menjadi tempat belajar bagi petani lokal, tetapi juga telah berkembang menjadi pusat pembelajaran yang mempertemukan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kopi.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Tablet RAM 8 GB Murah Terbaik 2026 Mulai Rp1 Jutaan, Cocok untuk Sekolah hingga Kuliah
Melalui kunjungan ini, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.
Senada dengan itu, Imam Rosadi Vadila Nodin mengungkapkan bahwa perkembangan kopi Lampung Barat merupakan hasil dari proses panjang dalam membangun kualitas produk, memperkuat kapasitas petani, serta membuka akses pasar yang lebih luas.
Menurutnya, perubahan tersebut menjadi bukti bahwa komoditas lokal mampu berkembang menjadi produk unggulan apabila dikelola secara konsisten.
"Dahulu kopi kami tidak ada yang melirik, tapi sekarang kopi kami memiliki jejaring pasar yang luas. Ini membuktikan bahwa kopi kami juga bernilai tinggi hingga sekarang dipercaya untuk menjadi tempat para peserta belajar di sekolah kopi kami," ungkap Imam.
Menurut Imam dan Yudha, kunjungan peserta OVOC Internasional menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas pembelajaran yang dikembangkan di Sekolah Kopi Lampung Barat.
Lembaga tersebut dinilai memiliki kapasitas untuk memberikan pengalaman belajar yang komprehensif mengenai pengembangan komoditas kopi, mulai dari aspek budidaya, penanganan pascapanen, pengolahan hasil, hingga strategi memperluas pasar.
Melalui kegiatan ini, peserta OVOC Internasional mempelajari berbagai tahapan pengembangan kopi secara menyeluruh.
Baca Juga: Harumkan Nama Indonesia, Jirayut Bawa Klub Voli Binaannya 'JTeam' Juarai SIVI 2026 di Malaysia
Pembelajaran mencakup teknik budidaya yang baik, proses penanganan pascapanen untuk menjaga mutu biji kopi, pengolahan menjadi produk bernilai tambah, hingga strategi membangun daya saing komoditas di pasar yang semakin kompetitif.
Pendekatan pembelajaran berbasis lapangan menjadi salah satu ciri utama program CEO on Field.
Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan teoritis, tetapi juga berdialog langsung dengan pengelola, petani, dan pelaku usaha yang telah berpengalaman mengembangkan industri kopi di Lampung Barat.
Interaksi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai tantangan sekaligus peluang yang dihadapi dalam membangun usaha berbasis komoditas lokal.
Selain memperkaya wawasan peserta, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pengembangan komoditas unggulan berbasis potensi lokal.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem agribisnis kopi sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan menjadi inspirasi bagi para peserta untuk mengembangkan model bisnis kopi yang inovatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di daerah asal masing-masing.
Baca Juga: Bongkar Latar Belakang Kontestan, Utas Viral di Platform X Clash of Champions Season 3
Berbagai praktik baik yang diterapkan di Sekolah Kopi Lampung Barat membuktikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi penting dalam membangun industri kopi yang tangguh dan berdaya saing.
Dari Lampung Barat, para peserta tidak hanya membawa pulang pengetahuan tentang kopi, tetapi juga pelajaran bahwa keberhasilan sebuah komoditas lahir dari kolaborasi, ketekunan, dan kemauan untuk terus berinovasi.
Ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan pengalaman lapangan dan semangat masyarakat, komoditas lokal mampu tumbuh menjadi kebanggaan daerah sekaligus memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.***




