POJOKSATU.id - Mahasiswa dan akademisi di Indonesia kerap menjadikan jurnal SINTA sebagai salah satu sumber referensi ketika mengerjakan skripsi, penelitian, maupun karya ilmiah.
SINTA juga menjadi salah satu pertimbangan ketika mahasiswa dan peneliti mencari publikasi ilmiah nasional yang kredibel.
Namun, SINTA bukan satu-satunya tempat untuk mencari referensi penelitian.
Ada berbagai platform jurnal ilmiah yang menyediakan publikasi nasional maupun internasional dengan karakteristik dan fokus bidang berbeda.
Baca Juga: ITS Kembangkan AluBayu, Baterai Aluminium-Udara Berbasis Air yang Ramah Lingkungan
Apa Itu Jurnal SINTA?
SINTA atau Science and Technology Index merupakan sistem indeksasi publikasi ilmiah yang dikelola Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Platform ini menghimpun, mengindeks, dan memetakan berbagai publikasi ilmiah di Indonesia.
Bagi mahasiswa dan peneliti, SINTA dapat digunakan untuk menemukan jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi.
SINTA juga menjadi etalase bagi peneliti, mahasiswa, dan institusi untuk menampilkan rekam jejak publikasi.
Meski begitu, pencarian referensi sebaiknya tidak berhenti di SINTA. Menggunakan beberapa platform dapat membantu peneliti menemukan literatur yang lebih beragam.
Baca Juga: Xiaomi Pad 9 Pro Jadi Sorotan, Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh Jadi Andalan
Berikut sejumlah platform yang dapat dimanfaatkan.
1. Google Scholar
Google Scholar
Google Scholar merupakan mesin pencari literatur akademik yang populer dan relatif mudah digunakan.
Platform ini memungkinkan pengguna mencari jurnal ilmiah, buku, artikel, tesis, dan berbagai publikasi akademik dari beragam bidang.
Pengguna dapat langsung memasukkan kata kunci sesuai topik penelitian untuk menemukan publikasi yang relevan.
Google Scholar juga tidak mengharuskan pengguna membayar biaya langganan hanya untuk melakukan pencarian.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Google Scholar merupakan mesin pencari akademik, bukan penerbit jurnal.
Baca Juga: Kemenyan Indonesia Bisa Bernilai 20 Kali Lipat, UGM Dorong Hilirisasi hingga Jadi Parfum
Karena itu, pengguna tetap perlu mengecek kualitas dan kredibilitas publikasi yang ditemukan sebelum menjadikannya sebagai referensi.
2. GARUDA
GARUDA – Garba Rujukan Digital
GARUDA atau Garba Rujukan Digital merupakan platform yang menyediakan berbagai publikasi ilmiah Indonesia dari beragam bidang.
Platform ini dapat menjadi pilihan mahasiswa yang membutuhkan referensi jurnal nasional untuk skripsi maupun penelitian.
Sejumlah publikasi yang tersedia dapat dibaca atau diakses secara gratis, tergantung kebijakan masing-masing penerbit jurnal.
Baca Juga: Rompi Netravest dari UPI Bandung Bantu Difabel Netra Hindari Rintangan, Kenali Uang Rupiah
GARUDA juga membantu pengguna menemukan berbagai publikasi ilmiah Indonesia dalam satu portal sehingga pencarian referensi nasional menjadi lebih praktis.
3. DOAJ
DOAJ – Directory of Open Access Journals
DOAJ atau Directory of Open Access Journals merupakan direktori jurnal ilmiah yang berfokus pada publikasi dengan akses terbuka atau open access.
Baca Juga: Purbaya DJuamputh
Platform ini mengindeks jurnal dari berbagai negara dan bidang ilmu. Karena konsepnya open access, DOAJ dapat menjadi pilihan ketika mahasiswa membutuhkan referensi ilmiah yang dapat diakses tanpa berlangganan secara khusus.
Meski demikian, pengguna tetap perlu melihat kualitas jurnal, penerbit, metode penelitian, serta relevansi artikel sebelum memasukkannya ke dalam daftar pustaka.
4. JSTOR
JSTOR
JSTOR merupakan perpustakaan digital yang menyediakan berbagai sumber literatur akademik.
Koleksinya mencakup jurnal ilmiah, buku, serta sumber primer dari berbagai bidang.
Platform ini banyak dimanfaatkan untuk penelitian humaniora, ilmu sosial, sejarah, seni, dan berbagai disiplin akademik lainnya.
Baca Juga: Jangan Cuma Hafalan! 60 Contoh Soal TKA Ekonomi SMA 2026 dan Kunci Jawaban, Ada Soal Analisis
Tidak seluruh koleksi JSTOR dapat diakses secara gratis. Sebagian publikasi membutuhkan akses melalui institusi atau langganan.
Meski begitu, JSTOR juga menyediakan sejumlah koleksi yang dapat diakses secara terbuka.
5. PubMed
PubMed
Bagi mahasiswa dan peneliti bidang kesehatan, PubMed menjadi salah satu platform penting untuk mencari literatur ilmiah.
PubMed merupakan basis data yang berfokus pada literatur kedokteran, kesehatan, biomedis, serta bidang terkait.
Karena memiliki cakupan yang spesifik, pengguna dapat melakukan pencarian literatur kesehatan secara lebih terarah.
Baca Juga: Dosen UNJA Juara 1 Jambi Spark 2026, Gabungkan Energi Surya, IoT dan Platform Digital
Mahasiswa kedokteran, peneliti biomedis, hingga tenaga kesehatan dapat memanfaatkannya untuk menemukan publikasi yang relevan dengan topik penelitian.
6. ScienceDirect
ScienceDirect
ScienceDirect merupakan platform basis data publikasi ilmiah milik Elsevier.
Platform ini menyediakan jurnal dan publikasi internasional dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari kesehatan, sains, teknologi, hingga ilmu sosial dan humaniora.
Namun, tidak semua artikel di ScienceDirect dapat dibaca secara gratis. Sebagian publikasi membutuhkan akses melalui institusi yang memiliki langganan atau pembayaran tertentu.
Baca Juga: Mau Nilai TKA Geografi 2026 Lebih Maksimal? Coba 60 Soal Latihan dan Cek Kunci Jawabannya
Karena itu, mahasiswa dapat mengecek apakah kampus atau lembaganya menyediakan akses ScienceDirect sebelum mencari artikel secara lebih mendalam.
7. e-Resource Perpusnas
e-Resource Perpusnas
Mahasiswa dan peneliti di Indonesia juga dapat memanfaatkan layanan e-Resource Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Platform tersebut menyediakan akses ke berbagai sumber informasi ilmiah, termasuk sejumlah basis data dan penyedia jurnal yang dilanggan Perpusnas.
Layanan ini dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa yang membutuhkan jurnal nasional maupun internasional, terutama ketika artikel yang dicari tidak tersedia secara open access.
Baca Juga: Panja KM Virgo Transport 8 akan Dibentuk Komisi V DPR, Kalau Cuaca Kurang Bagus Kenapa Berlayar
Untuk mengakses koleksi yang tersedia, pengguna perlu menjadi anggota Perpusnas dan mengikuti ketentuan layanan yang berlaku.
Pilih Platform Sesuai Kebutuhan
Setiap platform memiliki fungsi dan cakupan yang berbeda. SINTA dapat dimanfaatkan untuk mencari publikasi ilmiah Indonesia, sedangkan GARUDA juga dapat membantu menemukan berbagai referensi nasional.
Sementara itu, Google Scholar memiliki cakupan pencarian yang luas. DOAJ dapat menjadi pilihan ketika membutuhkan jurnal open access, JSTOR banyak digunakan untuk literatur humaniora dan ilmu sosial, sedangkan PubMed lebih spesifik untuk bidang kesehatan dan biomedis.
Baca Juga: 50 Mahasiswa Indonesia Lolos Beasiswa Maroko 2026, Cek Daftar Nama dan Kampus Tujuan
ScienceDirect dapat dimanfaatkan untuk menemukan berbagai publikasi internasional, terutama apabila mahasiswa memiliki akses melalui institusi.
Adapun e-Resource Perpusnas dapat menjadi alternatif untuk mengakses sejumlah basis data yang telah dilanggan Perpusnas.
Yang perlu diingat, keberadaan sebuah artikel di platform tertentu bukan satu-satunya ukuran kualitas penelitian.
Mahasiswa tetap perlu memeriksa reputasi jurnal, kualitas metodologi, tahun publikasi, relevansi dengan topik penelitian, kredibilitas penulis, serta penerbit jurnal.
Jadi, jangan terpaku pada satu platform saja. Menggabungkan beberapa sumber pencarian dapat membantu menghasilkan referensi yang lebih beragam sekaligus memperkuat landasan teori dan penelitian.
Dengan strategi pencarian yang tepat, proses berburu jurnal untuk skripsi maupun karya ilmiah bisa menjadi lebih efektif dan tidak berhenti hanya pada hasil pencarian SINTA. ***




