POJOKSATU.id — Kementerian Agama akan mulai melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di madrasah dan pesantren pada Senin, 4 Agustus 2025.
Program ini digelar untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan pendidikan keagamaan dan menjamin akses layanan kesehatan bagi santri serta siswa madrasah.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini merupakan hasil tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang sebelumnya digelar bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Sebagaimana yang sudah kita lakukan dalam rapat tingkat menteri beberapa waktu lalu, Kementerian Agama telah menyusun jadwal pelaksanaan CKG, dan insya Allah akan berjalan sesuai rencana,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta
Baca Juga: Prospek Kerja Lulusan Sastra Indonesia Kian Cerah, Ini Buktinya!
Pelaksanaan perdana dimulai di Pesantren Asshidiqiyah, Jakarta, dan akan dipantau langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar beserta jajaran.
Sementara untuk jenjang madrasah, pelaksanaan dimulai di sejumlah MTsN dan MIN yang telah ditunjuk sebagai lokasi awal.
Kegiatan ini juga direncanakan akan dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap inisiatif Kemenag.
Menurut Suyitno, seluruh persiapan telah selesai dilakukan, mulai dari lokasi hingga penyediaan alat kesehatan yang sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan.
“Kami terus berkoordinasi dengan rekan-rekan dari Kementerian Kesehatan untuk memastikan seluruh kebutuhan dapat dipenuhi.
Ini sebagai bentuk dukungan Kemenag dalam menyukseskan inisiatif CKG, baik di pesantren maupun di madrasah,” jelasnya.
Pemeriksaan akan dilakukan secara ramah anak, khususnya untuk jenjang SD/MI yang tidak akan melalui proses pengambilan darah.
Orang tua siswa juga dilibatkan melalui pengisian kuesioner prapemeriksaan dan diimbau untuk memberi dukungan moril kepada anak-anak mereka.
“Kami mengajak orang tua siswa madrasah dan para pengasuh pesantren untuk memberi semangat kepada anak-anaknya. Pemeriksaan ini penting untuk deteksi dini sekaligus upaya preventif menjaga kesehatan peserta didik,” tutur Suyitno.
Kemenag juga menginstruksikan seluruh jajarannya di daerah untuk berkoordinasi aktif dengan Puskesmas serta dinas kesehatan terkait, guna memastikan pelaksanaan program berjalan lancar dan tepat sasaran.***




