POJOKSATU.id - Ditjen GTK memberikan update terbaru pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Triwulan I tahun 2025 per awal bulan Mei ini.

Diketahui bahwa ada total 1,4 juta guru yang menjadi sasaran penerima pencairan TPG Triwulan I tahun 2025 ini.

Per bulan Mei ini, dari data resmi Ditjen GTK ada 1.261.547 guru yang sudah menerima pencairan TPG atau sebanyak 85 persen dari total keseluruhan penerima.

Saat ini dana TPG yang sudah tersalurkan sebanyak Rp14,752 triliun.

Baca Juga: Update Kasus AKBP Oloan Siahaan yang Dinonaktifkan, Choirul Anam Sebut Kapolres Belawan Diduga Melanggar Prosedur

Penyaluran ini dilakukan dalam lima tahapan.

Yaitu tahap pertama dilakukan mulai 12 Maret lalu dengan jumlah penerima mencapai 103.197 orang.

Kemudian untuk pencairan TPG tahap kedua yang dimulai pada 19 Maret ada 224.447 penerima.

Pencairan TPG tahap ketiga yang dilakukan mulai tanggal 25 Maret ada 260.261 penerima.

Lalu untuk tahap keempat yang dilakukan mulai 11 April ada 329.384 penerima.

Baca Juga: BAPAK Ibu Guru yang Belum Mendapatkan SKTP Hati-hati! Pemerintah Telah Umumkan Batas Akhir Pencairan TPG Triwulan I Tahun 2025!

Dan terakhir adalah pencairan TPG tahap 5 yang dimulai sejak 1 Mei lalu sampai dengan hari ini ada 344.258 penerima.

Pencairan TPG ini akan terus dilakukan sampai akhir Mei 2025 nanti.

Lebih lanjut dari total 1,4 juta penerima pencairan TPG Triwulan I, ada 4,26 persen guru yang ternyata belum memenuhi syarat dan datanya masih belum valid.

Baca Juga: TERPANGGIL PPG Guru Tertentu Tahun 2025 Batch 1 Tetapi Malah Klik Tidak Bersedia, Apa Solusi yang Bisa Dilakukan?

Dipaparkan langsung oleh Ditjen GTK bahwa kendala yang dihadapi oleh 4,26 persen guru ini adalah:

- Belum memperbarui data Dapodik

- Statusnya belum aktif secara permanen atau belum memenuhi syarat liniearitas, ABK dan juga jumlah jam mengajar

Jadi bapak ibu guru yang merasa masih terkendal kedua masalah tersebut maka untuk segera diselesaikan.

Baca Juga: Prediksi Skor dan Susunan Pemain Barcelona vs Real Madrid: El Clasico Penentu di Pengujung Musim

Misal pada permasalah pertama bapak ibu guru bisa langsung menghubungi pihak operator sekolah.

Sementara bagi guru yang jam mengajar belum terpenuhi maka bisa segera ditambahkan dengan tugas tambahan ekuivalensi.

***