POJOKSATU.id - Kasus pembullyan atau perundungan yang diduga berujung bunuh diri di kalangan kampus, belakangan ini menjadi sorotan berbagai pihak. Ini juga menjadi alarm bagi dunia kampus.
Kepala Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University, Dr. Yulina Eva Riany, menyebut bahwa kejadian tersebut bukan soal masalah pribadi semata.
Melainkan gabungan dari tekanan akademik, tuntutan berprestasi, dan perundungan (bullying) yang terjadi dalam ranah sosial maupun digital.
Kepala PKGA tersebut menegaskan bahwa kampus tidak sekadar menjadi tempat belajar.
Tetapi ruang yang aman dan empatik bagi mahasiswa, terutama dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan perguruan tinggi
“Kampus harus menjadi ruang aman dan empatik, bukan hanya tempat belajar,” ujar Dr. Yulina.
Pilar Utama Gerakan “Ruang Aman” di IPB University
Untuk mencegah dan menangani bullying, IPB University melalui PKGA mengusung empat pilar penting:
• Kebijakan anti-bullying yang tegas: Menetapkan mekanisme pelaporan anonim dan perlindungan bagi mahasiswa yang menjadi korban atau saksi.
Baca Juga: Contoh Soal TKA Mapel Pilihan PPKn SMA/SMK 2025 Lengkap Pembahasan, Makin Siap Nih Hadapi Ujian
• Meningkatkan kapasitas layanan konseling: Mencakup layanan daring dan kolaborasi dengan lembaga eksternal untuk menjangkau mahasiswa yang merasa terisolasi.
• Pencegahan berbasis komunitas: Melibatkan organisasi mahasiswa, mentor, dan dosen untuk menjadi “gatekeeper” dan membangun budaya empati.
• Penguatan ekosistem sosial kampus: Kampus harus memastikan lingkungan belajar yang inklusif, bebas dari rasa takut, dan mampu membina kesehatan mental seluruh sivitas.
Baca Juga: Validasi Info GTK Macet, Pencairan Tunjangan Guru Terancam Molor
Langkah Konkret yang Dilakukan
Beberapa implementasi yang telah atau akan diterapkan di kampus antara lain:
• Pelatihan kepada dosen dan mahasiswa mengenai identifikasi bullying dan cara meresponsnya.
• Penyediaan kanal pelaporan yang aman dan rahasia untuk mahasiswa yang mengalami bullying.
• Pengembangan layanan konseling secara daring agar lebih mudah diakses dan mengurangi stigma.
• Kampanye internal dan orientasi mahasiswa baru untuk menanamkan unsur empati dan kebersamaan.
Kenapa Gerakan “Ruang Aman” Ini Penting?
Bullying atau lingkungan kampus yang tidak aman dapat berdampak panjang pada kesehatan mental mahasiswa, prestasi akademik, dan keberlanjutan studi.
Dengan adanya komitmen institusi seperti IPB University untuk menjadikan kampus sebagai ruang aman, diharapkan lingkungan akademik menjadi lebih sehat, produktif, dan inklusif. ***




