POJOKSATU.id — Pernah nggak sih, kamu duduk di kelas, guru menjelaskan, tapi otak rasanya kayak wifi lemot?
Semua masuk tapi nggak nyangkut. Tenang, jangan langsung menyalahkan otakmu. Bisa jadi cuma catatanmu yang kurang kece.
Pernah juga nggak, pas nonton pertandingan sepak bola, kamu lihat tendangan Cornel alias tendangan penjuru yang bikin bola melayang dramatis ke gawang lawan?
Nah, catatanmu juga bisa ‘tendang’ otakmu biar informasi masuk dengan dramatis—namanya teknik Cornell!
Iya, nggak ada hubungannya sama bola, tapi prinsipnya mirip: arah yang tepat, strategi yang jelas, dan hasilnya bikin skor alias nilai pelajaran kamu meningkat.
Dengan metode ini, belajar jadi nggak cuma duduk nyatet biasa, tapi lebih terstruktur, rapi, dan gampang diingat.
Baca Juga: Belajar Fokus 25 Menit ala POMODORO, Teknik Ampuh Biar PRODUKTIF Tanpa Stress, Fokusnya TETAP NEMPEL
Nah, biar catatanmu nggak cuma numpang lewat di kepala, yuk kenalan sama metode Cornell, teknik mencatat yang nggak cuma rapi tapi juga bikin belajar lebih seru!
Apa Itu Teknik Cornell?
Teknik Cornell itu kayak sulapnya catatan pelajaran.
Kamu bisa menyulap kertas kosong jadi sistematika informasi yang rapi dan mudah diingat.
Caranya gampang: kertas dibagi tiga bagian—kolom utama buat catat inti materi, kolom samping untuk pertanyaan atau kata kunci, dan kolom bawah untuk ringkasan.
Selama kelas atau kuliah, tulis inti materi di kolom utama, sisipkan kata kunci di samping, dan abis kelas, rangkum di bawah.
Jadi catatan nggak cuma numpang lewat di kepala, tapi ikut “ngaji” barengmu.
Kalau perlu, tambahin gambar biar pelajaran biologi atau anatomi nggak cuma diingat dari kata-kata doang.
Manfaat Teknik Cornell
-
Mengorganisir catatan
Dengan tiga kolom ini, catatanmu langsung rapi, nggak berantakan kayak tumpukan baju di kamar. Semua materi penting tersusun rapi dan gampang dicari. -
Memperdalam pemahaman
Kolom samping itu nggak cuma pajangan. Nulis pertanyaan atau kata kunci bikin otakmu mikir kritis. Jadi kamu nggak cuma mencatat, tapi juga paham maksudnya. -
Efektivitas revisi
Ringkasan di bawah bisa jadi catatan koreksi kalau sebelumnya ada salah. Nggak perlu lagi ngapus atau buang-buang kertas. -
Meningkatkan retensi informasi
Nulis, baca, revisi—tiga langkah ini bikin informasi nempel lebih lama. Cocok banget buat persiapan ujian. -
Kemudahan akses informasi
Kalau mau cari materi cepat, cukup lihat kata kunci. Nggak perlu baca semua catatan panjang lebar. Hemat waktu dan fokus tetap oke.
Sejarah Singkat
Metode Cornell ini asli dari Prof. Walter Pauk, Universitas Cornell, sejak tahun 1950-an.
Sekarang, sudah dipakai oleh siswa SD sampai mahasiswa. Cocok banget buat yang pengen catatan rapi dan gampang dipahami.
Cara Membuat Catatan Cornell
-
Siapkan buku atau kertas catatan
Bisa juga di gadget, tapi pastikan halaman kosong siap dipakai. -
Bagi halaman jadi tiga bagian
Garis horizontal 5–6 baris dari bawah, garis vertikal 5 cm dari kiri. Spidol atau pulpen biar jelas. -
Buat tajuk/judul materi pelajaran
Tulis tanggal, nama mata pelajaran, dan judul materi. Supaya gampang dicari pas ujian. -
Tuliskan materi pelajaran
Kolom kiri untuk kata kunci, kolom kanan untuk detail materi. Ringkas tapi jelas, supaya tetap paham. -
Tuliskan ide besar dari materi
Kolom bawah diisi kesimpulan dan pertanyaan yang masih bikin kamu garuk-garuk kepala. Misal belajar sejarah, tulis tanggal penting kemerdekaan.
Jangan lupa, baca ulang minimal 10 menit setiap hari supaya catatan Cornell benar-benar membantu paham materi.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya.
Bantu kirim tanggapan di kolom komentar dan share info ini ya.
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
-
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Reizka Kemala Nazar




