POJOKSATU.id - Pemerintah resmi menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjelang dan setelah Hari Raya Idul Fitri 2026.
Skema kerja fleksibel ini memungkinkan aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja sektor swasta menjalankan tugas dari lokasi mana pun, sehingga masyarakat memiliki ruang lebih leluasa untuk mengatur waktu mudik.
Kebijakan tersebut dijadwalkan berlaku pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026.
Tanggal-tanggal itu dipilih untuk mengurai kepadatan mobilitas menjelang dan sesudah Lebaran, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi.
Baca Juga: ASN Bakal Digembleng Dua Bulan, Disiapkan Perkuat Pertahanan Negara
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa WFA bukan berarti hari libur tambahan.
Para pegawai tetap berkewajiban menjalankan tugas, hanya saja pola kerjanya dibuat lebih fleksibel.
“Bukan libur ya,” ujar Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, pengaturan kerja jarak jauh ini diharapkan dapat membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal tanpa harus menunggu puncak arus mudik.
Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! PIP TK 2026 Cair Mei, Begini Cara Mengajukan
Dengan begitu, konsentrasi penumpang di stasiun, terminal, bandara, maupun pelabuhan dapat ditekan.
Pemerintah memproyeksikan lonjakan mobilitas masyarakat pada Idul Fitri 2026 akan kembali tinggi.
Pada Lebaran tahun sebelumnya, jumlah pergerakan penduduk tercatat lebih dari 150 juta orang.
Sementara itu, periode Natal dan Tahun Baru juga menunjukkan angka perjalanan yang signifikan.
Belajar dari pengalaman tersebut, pengaturan WFA dinilai menjadi salah satu strategi untuk menyebar arus keberangkatan dan kepulangan.
ASN maupun pekerja swasta yang memperoleh izin WFA dari instansi atau perusahaan dapat mulai bekerja dari kampung halaman lebih awal, tanpa harus mengambil cuti tambahan.
Selain kebijakan kerja fleksibel, pemerintah juga menyiapkan stimulus ekonomi berupa potongan tarif transportasi.
Diskon ini menyasar sejumlah moda perjalanan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendorong aktivitas sektor transportasi dan pariwisata.
Baca Juga: Pria di Karawang Ditemukan Meninggal di Kontrakan Usai Cekcok Dengan Pacar
Airlangga menyebut kebijakan serupa sebelumnya terbukti berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, terutama pada kuartal akhir tahun.
Data sepanjang 2025 menunjukkan mobilitas masyarakat tumbuh lebih dari lima persen secara tahunan.
Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai jutaan orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus ratusan juta perjalanan.
***



