POJOKSATU.id, PEKALONGAN - Bupati Pekalongan yang juga bupati terkaya di Jawa Tengah (Jateng) , Fadia Arafiq melantik Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK guru Pekalongan di Pendapa Bupati, Jumat, 21 Juli 2023.

Dalam pelantikan PPPK guru Pekalongan, bupati terkaya di Jateng tersebut menyinggung anggaran yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menggaji PPPK (P3K).

Menurut bupati terkaya yang memiliki harta kekayaan Rp 134 miliar itu, Pemkab Pekalongan menganggarkan dana Rp 20 miliar setiap tahun untuk menggaji PPPK.

Baca Juga: 'Tamparan Keras' Buat Bupati Purwakarta, Area Pemda Diduga Jadi Tempat Pesta Narkoba Tidak Jauh Dari Rumdin

“Saya tegaskan bahwa Pemkab Pekalongan mengeluarkan pembiayaan tidak kecil untuk mengangkat P3K, Rp 20 M pertahun," ujar Fadia Arafiq.

Oleh karena itu, Fadia Arafiq meminta kepada PPPK guru yang baru saja dilantik untuk tidak main-main dalam bekerja.

Ia meminta PPPK guru untuk semangat dan disiplin dalam mengajar dan mencerdaskan peserta didik di Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga: Miris! Siswa SD di Karawang Belajar di Luar Ruang Akibat Atap Rusak

"Tolong saya titip anak-anak Kabupaten Pekalongan, juga tingkatkan disiplin Bapak dan Ibu sekalian, karena kami terus pantau kinerja bapak ibu sekalian, apalagi sekarang selain kami, masyarakat juga ikut memantau. Oleh karena itu jangan main-main,” tegasnya.

Bupati Fadia juga berpesan agar para tenaga P3K guru memperhatikan sikap dan tingkah lakunya, serta kuatkan tekad dan semangat untuk memajukan anak-anak Kabupaten Pekalongan.

Fadia juga menekankan agar para P3K guru dapat memberikan pendidikan terbaik karena semua anak Pekalongan berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan.

Baca Juga: Kejadian Luar Biasa Bakal Jadi Sejarah, Saat Bupati Anne Menjabat Area Pemda Jadi Tempat Pesta Narkoba

“Jadikan murid sebagai sahabat, seperti anak sendiri, jadi guru bukan momok yang menakutkan tapi sebagai sahabat mereka, itu yang paling penting,” ujar Fadia.

Fadia berharap tidak ada lagi anak di Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah, karena sekarang sekolah sudah bebas segala biaya.

Oleh karena itu, ia minta para guru untuk membantu anak-anak yang tidak mampu untuk mendapatkan bantuan tersebut, serta mendapatkan pendidikan yang baik.

Baca Juga: Gaji PNS Naik 2024, PPPK Dapat Uang Pensiun, Diatur Dalam RUU ASN

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, mengungkapkan, penyerahan SK P3K guru kali ini sekaligus menyelesaikan sisa formasi 2021, sehingga secara keseluruhan 1.558 orang yang telah diangkat sebagai P3K di Kabupaten Pekalongan.

Wiryo melaporkan jika semua tenaga P3K yang hari itu menerima SK, per 1 Juli 2023 sudah melaksanakan tugas di satuan pendidikan masing-masing sesuai dengan penempatan di dalam SK.

Salah satu tenaga PPPK yang menerima SK PPPK guru ialah Winarsih. Dia adalah guru dari Desa Bojong Wetan.

Guru asli Semarang ini menerima SK PPPK jelang purna tugas. Tiga tahun lagi, ia purna tugas. Ia sudah mengabdi sejak tahun 2007.

Meski demikian, Winarsih yang ditempatkan mengajar di SMP di Desa Werdi, Paninggaran ini mengaku tetap semangat untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Pekalongan.

"Perasaanya gimana ya ndak bisa ngomong. Yang jelas senang. Saya ingin mengabdikan diri, ndak berpikir usia saya. Saya ingin membantu mencerdaskan bangsa," ujar tenaga PPPK tertua yang menerima SK P3K guru, dikutip Pojoksatu.id dari Radar Pekalongan, Sabtu 22 Juli 2023.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyandang predikat sebagai bupati terkaya di Jawa Tengah (Jateng).

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), harta kekayaan Fadia Arafiq mencapai Rp 134 miliar.

Fadia Arafiq melaporkan harta kekayaannya ke KPK dan tercatat dalam dokumen LHKPN pada 21 Desember 2021.

Kekayaan perempuan kelahiran Jakarta 23 Mei 1978 itu paling besar di bidang tanah dan bangunan. Totalnya mencapai Rp 120 miliar.

Menariknya, putri penyanyi dangdut senior Indonesia, A. Rafiq tersebut sama sekali tidak memiliki utang.

Di jajaran wali kota, Gibran Rakabuming menyandang predikat sebagai wali kota terkaya di Jateng.

Wali Kota Surakarta itu juga tercatat sebagai kepala daerah terkaya kedua di Jateng, setelah Fadia Arafiq. 

Sedangkan wali kota dengan kekayaan paling rendah atau walikota termiskin yakni Wali Kota Magelang, Muchamad Nur Aziz dengan total harta kekayaan Rp 2,1 miliar. ***