POJOKSATU.ID - Suasana di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumba Barat Daya memanas, Senin 1 Juli 2025, usai kedatangan Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla secara mendadak.
Sidak itu merupakan respons langsung atas keluhan guru-guru mengenai keterlambatan tunjangan sertifikasi yang belum cair sejak tahun 2024.
Aksi sidak tersebut disiarkan langsung dan viral di media sosial, memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Baca Juga: Guru Sertifikasi Dapat Tambahan 2 Bulan 100 Persen TPG, Ini Fakta Lengkap dan Regulasinya
Bupati menegur keras beberapa pegawai, bahkan terlihat memukul meja saat frustrasi terhadap lambannya kinerja staf.
Salah satu momen yang menjadi sorotan ialah ketika Bupai RatuNgadu Bonu Wulla adu mulut dengan staf Dinas Pendidikan SBD bernama Catherina.
Bupati menyoroti kasus guru bernama Remigius, yang memiliki beban tugas ganda namun belum menerima haknya sesuai aturan.
Baca Juga: Update Pencairan Tambahan TPG 100 Persen dan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 3 Tahun 2025
“Ini menyangkut hak guru. Negara sudah anggarkan, jangan sampai macet di daerah hanya karena kelalaian internal,” ujar Bupati dalam siaran langsungnya.
Setelah sidak, Bupati Wulla langsung menginstruksikan Inspektorat Daerah untuk mengaudit sistem pencairan tunjangan guru.
Ia juga menyatakan akan berkantor sementara di Dinas Pendidikan sampai semua permasalahan diselesaikan.
“Kalau perlu, saya duduk di sini tiap hari sampai semua hak guru tersalurkan,” tegas Bupati Wulla kepada jajaran ASN.
Tindakan tersebut mendapat dukungan dari banyak pihak, terutama pemerhati pendidikan dan masyarakat lokal.
Namun, kritik pun bermunculan, terutama dari kalangan ASN yang merasa pendekatan Bupati terlalu emosional.
Catherina menyampaikan keberatan karena merasa dipermalukan di hadapan publik akibat siaran langsung tersebut.
Di media sosial, perdebatan pecah antara mereka yang memuji ketegasan Bupati dan yang menilai pendekatannya berlebihan.
Beberapa menyebut tindakan Bupati sebagai langkah berani dan patut ditiru kepala daerah lain di Indonesia.
Sebagian lain menilai sikap emosional di ruang publik justru bisa menimbulkan rasa takut di kalangan pegawai negeri.
“Bagus sidaknya, tapi jangan sampai bikin trauma ASN,” tulis salah satu pengguna Facebook dalam komentarnya.
Setelah kejadian tersebut, Bupati langsung menggelar rapat evaluasi struktur di Dinas Pendidikan.
Ia menyoroti kemungkinan adanya tumpang tindih kewenangan antara sekretariat dan bidang teknis dalam pengelolaan tunjangan.
Menurutnya, hal itu harus dibenahi agar tidak terjadi intervensi tugas antarbidang tanpa dasar yang sah.
“Sekretariat jangan sampai mencaplok urusan teknis kalau tidak sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” ucapnya saat rapat.
Bupati juga meminta Penjabat Kepala Dinas untuk memetakan ulang struktur pegawai serta peran masing-masing operator.
Ia menduga bahwa simpul masalah administrasi pencairan tunjangan berada pada operator tunjangan itu sendiri.
Pemda diminta segera mengidentifikasi siapa saja yang bertanggung jawab langsung terhadap alur pencairan dana guru.
Tindakan tegas ini juga diiringi permintaan laporan tertulis dari jajaran Dinas Pendidikan dalam waktu dekat.
Masyarakat kini menanti hasil audit dan perubahan nyata dari langkah yang sudah diambil oleh Bupati.
Tunjangan guru adalah hak dasar, dan keterlambatan pencairan selama lebih dari satu tahun jelas tidak bisa dibiarkan.
Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan langsung kepala daerah terhadap pelaksanaan anggaran pendidikan di daerahnya.
Baca Juga: Jadi Guru Seperti Metode Rasulullah Dijabarkan Direktur GTK Kemenag, Nabi Punya Selera Humor
Guru sebagai garda depan pendidikan tidak boleh dikorbankan hanya karena kesalahan sistem internal birokrasi.
Langkah Bupati Ratu Wulla menjadi sorotan nasional dan membuka diskusi tentang reformasi birokrasi di sektor pendidikan daerah.
Pantau terus informasi terbaru dari dunia pemerintahan dan pendidikan di kanal Edugov Pojoksatu.id.
Anda juga bisa mengaksesnya melalui aplikasi-aplikasi berikut ini:
Versi Android: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.promedia.pojoksatu
Versi iOS: https://apps.apple.com/app/pojok-satu/id6670306141
Channel Whatsapp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaizUTRDjiOXHsJCgQ2E
Fanpage edugov: https://www.facebook.com/profile.php?id=61575904868212
Demikian informasi terbaru tentang sidak Bupati Sumbawa Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla sebagai respon atas menunggaknya tunjangan guru di daerah tersebut sejak 2024.***




