POJOKSATU.id — Hari Pramuka ke-64 pada 14 Agustus 2025 membawa tema Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.
Bagi madrasah, peringatan ini bukan sekadar upacara atau kegiatan rutin, melainkan momen untuk menanamkan nilai karakter pada siswa.
Nilai-nilai ini penting agar generasi muda siap menghadapi tantangan zaman, mulai dari disrupsi digital hingga krisis moral dan kerusakan lingkungan.
Bentuk Karakter Lewat Pramuka
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa pendidikan agama tidak hanya di kelas, tetapi juga melalui praktik nyata menjaga alam.
Baca Juga: Mau Juara di Musabaqah Qiraatil Kutub? 7 Tips Penting untuk Peserta MQK 2025 agar Tampil Maksimal
Hal ini sejalan dengan program anti-korupsi Kemenag-KPK yang sudah menjangkau ribuan satuan pendidikan.
Di madrasah, Pramuka menjadi tempat belajar karakter yang nyata. Siswa belajar sabar saat membuat simpul tali, belajar kerja sama lewat pionering, dan menumbuhkan kepedulian lingkungan saat menjelajah alam.
Tidak hanya itu, pengalaman mengelola peralatan, membagi tugas regu, hingga membersihkan lokasi perkemahan menjadi latihan langsung soal tanggung jawab dan kejujuran.
Pramuka Kembali Wajib
Aturan baru lewat Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 mewajibkan lagi kegiatan Pramuka di sekolah dan madrasah.
Ini memberi semangat baru untuk membuat program Pramuka yang kreatif dan mendidik, sekaligus membentuk siswa yang punya integritas.
Iman dan Alam Menyatu
Lewat gerakan ekoteologi, siswa diajak melihat alam sebagai titipan Tuhan.
Kegiatan seperti Green Madrasah Camp mengajarkan cara mengelola sampah, membuat biopori, sampai tadabur Al-Qur’an di alam terbuka. Pesannya jelas: menjaga alam adalah bagian dari ibadah.
Pramuka madrasah juga mengajarkan anti-korupsi lewat kegiatan sederhana namun efektif.
Siswa dilatih transparan dalam mengelola logistik perkemahan, adil dalam pembagian tugas, dan jujur melaporkan temuan di lapangan.
Misalnya, menghitung ulang peralatan regu sebelum pulang atau melaporkan sampah yang tersisa.
Latihan kecil ini membentuk kebiasaan jujur dan tanggung jawab yang terbawa hingga dewasa. Dengan cara ini, anti-korupsi tidak hanya teori di kelas, tapi praktik sehari-hari yang membekas dalam diri siswa.
Baca Juga: HUT Pramuka ke-64! Sejarah, Makna, dan Peran Pramuka untuk Generasi Muda
Guru Jadi Teladan
Guru madrasah bukan cuma pembina kegiatan, tapi juga contoh yang menginspirasi. Dengan dukungan orang tua dan masyarakat, Pramuka jadi gerakan bersama untuk membentuk anak-anak yang berkarakter baik.
Hari Pramuka ke-64 ini jadi pengingat bahwa mendidik anak harus seimbang antara karakter, kepedulian lingkungan, dan kejujuran.
Dari lapangan perkemahan sampai kehidupan sehari-hari, Pramuka madrasah siap melahirkan generasi yang berani menjaga bumi dan melawan perilaku buruk di masyarakat.***
Kirim komentar dan baca artikel Pojoksatu.id lainnya tanpa iklan melalui aplikasi kami di bawah ini:




