POJOKSATU.ID - Keberhasilan suatu program coaching tidak ditentukan oleh seberapa besar arahan yang diberikan, melainkan oleh pemahaman porsi peran dari tiap individu.

Suatu percakapan coaching akan memberikan dampak optimal ketika coach dan coachee bergerak sesuai koridor tugasnya masing-masing.

Seorang coach hadir untuk mendengarkan setiap keluhan maupun ide secara aktif tanpa memberikan penilaian sepihak.

Coach juga bertugas melemparkan pertanyaan berefisiensi tinggi yang mampu merangsang daya pikir subjeknya.

Baca Juga: Asyik Main Ponsel Saat Rakor Online, Korwil BGN Kayong Utara Langsung Diperintahkan Pindah Tugas ke Papua

Fungsi menjaga proses percakapan agar tetap terarah dan efektif menjadi tanggung jawab mendasar dari seorang coach.

Coach mendampingi coachee agar mampu melihat gambaran besar serta berbagai peluang baru di depan mata.

Sementara itu, coachee berperan aktif sebagai pemilik topik yang membawa agenda percakapan ke dalam sesi tersebut.

Keterbukaan dan kesediaan untuk melakukan refleksi mendalam menjadi syarat utama bagi seorang coachee.

Baca Juga: Terbuka untuk Umum: Habib Syech dan Tokoh Lintas Agama Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas

Seluruh keputusan akhir berada sepenuhnya di tangan coachee tanpa adanya paksaan dari pihak coach.

Coachee harus mengeksekusi rencana tindakan yang telah dirancang dengan komitmen yang tinggi.

Pengamatan terhadap setiap perkembangan diri juga harus dilakukan oleh coachee secara konsisten.

Prinsip utama yang harus dipahami adalah bahwa coach tidak bertugas untuk memperbaiki individu coachee.

Tujuan sebenarnya dari coaching adalah memfasilitasi coachee agar mampu menemukan jalan dan solusinya secara mandiri.

Dukungan yang tepat dari seorang coach menjadi akselerator bagi coachee untuk mencapai tujuan hidupnya.***