POJOKSATU.id - Usai pengumuman hasil seleksi PPPK 2023, sejumlah persoalan masih belum terselesaikan, diantaranya formasi PPPK guru yang belum bisa memenuhi kebutuhan dan penempatan.
Data dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyebutkan jumlah pelamar Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru pada seleksi 2023 mencapai 439.020 orang.
Secara keseluruhan pemerintah membuka formasi CASN pada 2023 di pemerintah pusat yaitu 28.903 untuk CPNS dan 49.959 untuk PPPK.
Sementara di pemerintah daerah tersedia sebanyak 296.084 formasi untuk PPPK guru, selain 154.724 formasi untuk PPPK tenaga kesehatan, dan 42.826 untuk formasi PPPK teknis pada 2023.
Dari 439.020 pelamar PPPK guru itu, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbudristek Prof. Nunuk Suryani menyampaikan angka kelulusan yang sudah dicapai tahun 2023 adalah 230.307 orang.
"Bagi yang sudah lulus, kontrak PPPK perkiraannya bulan Maret. Tapi tergantung Pemda masing-masing, karena saat ini statusnya masih pengisian DRH," ujar Nunuk saat acara Ngopi Bareng Bu Nunuk.
Sehingga diperkirakan ada 208.713 sisa guru honorer yang belum lulus karena tidak tersedia formasi atau kalah dalam perengkingan.
Terpisah, pada kegiatan Bimbingan Teknis Persiapan Pengadaan ASN Tahun 2024 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Nunuk menyebutkan situasi saat ini pemenuhan kebutuhan guru di satuan pendidikan belum berjalan dengan optimal.
Nunuk juga menyampaikan, pada saat kebijakan pengadaan Guru ASN dibuka, pemerintah daerah belum mengajukan formasi sesuai dengan kebutuhan sekolah.
Bimtek secara daring tersebut dipimpin oleh Plt. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja, pada Selasa (09/01/2023).
Dalam Bimtek itu, Aba turut menyampaikan permintaan usulan kebutuhan ASN tahun 2024 kepada seluruh instansi pemerintah.
Dia juga memaparkan terkait arah kebijakan dan urgensi pemenuhan ASN tahun 2024, proyeksi penyelesaian tenaga non-ASN, proyeksi kebutuhan ASN tahun 2024, optimalisasi pengisian ASN, serta alur perencanaan kebutuhan ASN tahun 2024.
"Kalau kita lihat dari komposisi pegawai kita ini terus berkembang seiring dengan penambahan atau formasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah.
Oleh sebab itu, yang menjadi concern ini adalah bagaimana pemenuhan SDM kita ini dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan riil," ujar Aba.
Aba juga menjelaskan untuk pengusulan kebutuhan ASN tahun 2024 dijadwalkan akan dibuka sampai dengan 31 Januari 2024.
Pengusulan tersebut harus disampaikan kepada Kementerian PANRB melalui aplikasi formasi elektronik (e-formasi).
Terkait jadwal pelaksanaan rekrutmen CASN 2024, Aba menjelaskan direncanakan akan digelar dan jika memungkinkan dapat dilakukan paling banyak 3 kali dalam satu tahun.
Untuk tahap pertama pelaksanaan rekrutmen CASN 2024 yang terdiri dari seleksi CPNS dan PPPK, dilaksanakan pada bulan Mei 2024.
Baca Juga: Daftar PTN, PTKIN, dan PN yang Tergabung dalam Jalur SNBP 2024, Kampus Mana yang Kamu Pilih?
Karena itu, untuk mengejar rekrutmen tahap pertama ini diharapkan semua Kementerian, lembaga dan pemerintah daerah (K/L/D) dapat segera memasukkan data dalam platform digital e-formasi.
Jika para guru berstatus P segera didata dan masuk dalam usulan Januari 2024, tentu saja pada bulan Mei 2024 akan kembali mengadu nasib dalam pelaksanaan rekrutmen CASN 2024 tahap pertama.
Namun di sisi lain, Nunuk melihat perekrutan guru ASN yang dilakukan secara terpusat dengan frekuensi terbatas, menjadi salah satu penyebab formasi belum optimal.
Sedangkan guru di satuan pendidikan dapat pindah, berhenti, pensiun, atau meninggal sewaktu-waktu atau setiap saat.
Di sisi lain, pada saat kebijakan pengadaan Guru ASN dibuka, pemerintah daerah belum mengajukan formasi sesuai dengan kebutuhan sekolah
Karena itu pula, dalam Bimtek itu salah satunya ditekankan urgensi pemenuhan kebutuhan ASN 2024 yaitu belum terpenuhinya kebutuhan layanan dasar, yaitu guru dan tenaga kesehatan.
Kabar terbaru, rincian formasi untuk instansi pusat pada rekrutmen CASN 2024 disediakan sebanyak 429.183 formasi.
Formasi itu diperuntukkan sebanyak 207.247 bagi PNS 2024 dan sebanyak 221.936 bagi PPPK.
Sedangkan di instansi daerah, total formasi CASN 2024 yang disiapkan sebanyak 1.867.333, yang disediakan untuk 483.575 formasi CPNS dan 1.383.758 orang untuk PPPK.
Formasi PPPK 2024 untuk guru sebanyak 419.146 itu ada dalam formasi instansi daerah.
Sedangkan sisanya merupakan jatah tenaga kesehatan sebanyak 417.196 formasi, serta sebanyak 547.416 formasi untuk tenaga teknis.
Dalam formasi tenaga teknis itu, Kemendikbudristek juga menyiapkan usulan untuk tenaga kependidikan (tendik) sebanyak 82.717 formasi dalam rekrutmen PPPK teknis 2024.
Ini adalah kabar baik bagi honorer tendik, bukan hanya omon-omon.
Tenaga kependidikan yang diprioritaskan dalam formasi teknis PPPK 2024 itu diantaranya Operator sekolah, Pustakawan, TU, Satpam, Penjaga sekolah.
Seleksi PPPK 2024 akan menggunakan sistem prioritas, selain mekanisme sistem penilaian dan pemeringkatan.
Sistem prioritas ini salah satunya mepertimbangkan masa kerja dan usia honorer.
Tenaga honorer yang dimaksud adalah eks THK II dan non ASN lainnya yang masih tersisa dari rekrutmen CASN 2023. ***




