POJOKSATU.id - Publik selama ini mengira bahwa rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2025 difokuskan untuk jabatan guru.

Namun fakta terbaru yang bersumber dari rangkaian laporan media nasional justru menyebutkan hal sebaliknya.

Formasi terbanyak yang dibutuhkan Kementerian Sosial (Kemensos) bukanlah guru.

Baca Juga: 43 Cagar Budaya Rusak Diterjang Banjir dan Longsor, 34 Aceh, 7 Sumut, 2 Sumbar, Menbud: Revitalisasi Jadi Prioritas

Melainkan berbagai jabatan tenaga kependidikan non-guru yang berperan besar dalam operasional sekolah berasrama.

Kemensos pada tahun 2025 membuka 3.003 formasi PPPK Tenaga Kependidikan (Tendik) untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah.

Program ini bertujuan memberikan pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan rentan sosial.

Baca Juga: Seleksi PPPK Paruh Waktu Kian Menantang, KepmenPAN RB 16 Tahun 2025 Terapkan Penilaian Ketat untuk Pengangkatan

Sehingga membutuhkan tenaga pendukung yang jauh lebih kompleks dibanding sekolah biasa.

Hal inilah yang membuat struktur perekrutannya berbeda.

Alih-alih memprioritaskan guru, Kemensos lebih banyak mencari tenaga pengasuhan, administrasi, hingga keuangan untuk menopang kegiatan pendidikan berasrama.

Baca Juga: ‘Kalau Bisa Lama Kenapa Dipercepat?’ Sindiran Presiden Soal Birokrasi dan Dampaknya pada TPG


Formasi Terbanyak, Wali Asuh & Wali Asrama

Jabatan Wali Asuh dan Wali Asrama menjadi formasi yang paling banyak dibuka pada seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2025.

Posisi ini masuk dalam kategori Penata Layanan Operasional, yaitu tenaga yang bertanggung jawab langsung terhadap pengasuhan dan pembinaan siswa di asrama.

Tugas Wali Asuh dan Wali Asrama mencakup pendampingan, monitoring tumbuh kembang siswa.

Hingga memastikan kedisiplinan dan kenyamanan anak-anak selama berada di lingkungan asrama.

Karena Sekolah Rakyat menjalankan model sekolah berasrama penuh, dua jabatan ini otomatis membutuhkan jumlah personel yang sangat besar.

Baca Juga: Viral! 12 Perusahaan Diduga Biang Banjir Sumatera, Mengapa Menhut Masih Sembunyikan Nama?

“Kemensos membuka 3.003 formasi PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025."

"Posisi yang dibuka meliputi Wali Asuh, Wali Asrama, Operator Sekolah, Pengelola Keuangan, dan Tenaga Administrasi.” dikutip dari Pojoksatu.id.

Kutipan ini menegaskan bahwa fokus utama kebutuhan bukan pada guru, melainkan tenaga pendukung operasional pendidikan.

Baca Juga: Timeline PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025 Cuma Beberapa Hari, Jangan Sampai Telat!


Operator Sekolah, Formasi Besar yang Wajib Diketahui Pelamar

Formasi terbesar berikutnya adalah Operator Sekolah, yang masuk kategori Pengelola Layanan Operasional.

Jabatan ini memiliki tugas mengumpulkan, mengolah, menginput, dan mendokumentasikan data sekolah.

Mulai dari data siswa, presensi, aktivitas harian, hingga laporan administratif, semuanya berada dalam tanggung jawab operator.

Baca Juga: Viral! Banyak Konten Sebut Tanggal Cair TPG 2025, Benarkah atau Hoaks?

Dalam Sekolah Rakyat yang mengintegrasikan sistem data Kemensos secara nasional, peran operator menjadi pusat pengelolaan data yang tidak bisa digantikan.

Karena kompleksitas sistem dan beban kerja administrasi yang tinggi, jumlah operator yang dibutuhkan juga terbilang besar di seluruh titik lokasi Sekolah Rakyat.


Pengelola Keuangan dan Tenaga Administrasi, Tetap Dibutuhkan

Selain wali asuh, wali asrama, dan operator, dua formasi yang juga banyak dibuka adalah:

- Pengelola Keuangan

Bertanggung jawab terhadap administrasi keuangan sekolah, pencatatan anggaran, hingga pelaporan operasional.

- Tenaga Administrasi (Administrasi Umum)

Menangani layanan administrasi, surat-menyurat, dan pengelolaan dokumen sekolah.

Karena Sekolah Rakyat merupakan institusi pendidikan yang dikelola langsung oleh Kemensos, tata kelola administrasi dan keuangan harus memenuhi standar instansi pemerintah.

Baca Juga: Benarkah Guru Swasta Diusulkan Masuk PPPK, Apakah Pemerintah Siap Tanggung Ledakan Anggaran? Ini Penjelasannya

Itulah sebabnya formasi pendukung administrasi menjadi salah satu tulang punggung operasional sekolah.


Mengapa Formasi Non-Guru Lebih Banyak?

Ada beberapa alasan utama mengapa formasi non-guru mendominasi rekrutmen PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025:

1. Sekolah Berasrama Membutuhkan Tenaga Pengasuhan

Setiap siswa tinggal di asrama, sehingga diperlukan wali asuh dan wali asrama dalam jumlah besar.

Baca Juga: Ternyata Non-ASN Tidak Bisa Daftar PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2025, Ini Penjelasan Resminya

2. Model Sekolah Membutuhkan Operasional Kompleks

Administrasi, data, dan keuangan dikelola langsung melalui sistem Kemensos.

3. Penguatan Layanan Sosial

Siswa berasal dari keluarga miskin/rentan, sehingga pendampingan sosial menjadi prioritas.

4. Guru Sudah Direkrut pada Jalur Terpisah

Sebagian besar formasi guru Sekolah Rakyat dibuka dalam seleksi PPPK Guru pada tahapan sebelumnya.


Peluang Besar bagi Pelamar Non-Guru

Bagi pelamar yang tidak memiliki latar belakang pendidikan guru, inilah peluang besar yang jarang tersedia dalam seleksi ASN lain.

Formasi seperti wali asuh, wali asrama, operator sekolah, dan administrasi dapat dilamar oleh lulusan non-kependidikan sesuai ketentuan formasi.

Baca Juga: Lengkap Besaran Gaji dan Tunjangan PPPK Tendik Sekolah Rakyat Sesuai Perpres 11/2024! Angkanya Bikin Melongo

Dengan total 3.003 formasi, kesempatan terbuka luas bagi tenaga yang berpengalaman dalam administrasi, sosial, keuangan, hingga layanan operasional.***