POJOKSATU.id — Proses pembuangan kotoran manusia ke septic tank sebenarnya dirancang agar limbah tidak mencemari lingkungan.
Namun, di banyak tempat, saluran got tetap bau dan kotor. Lalu, bagaimana sebenarnya alur pembuangan kotoran, dan kenapa masalah itu masih terjadi?
Proses dimulai saat seseorang buang air di toilet.
Kotoran manusia terdiri dari feses dan urine yang mengandung sisa makanan, bakteri, serta zat organik.
Setelah itu, ketika tombol flush ditekan, air dari tangki kloset mengalir deras untuk mendorong kotoran masuk ke dalam saluran pipa.
Baca Juga: Ceramah Perdamaian Berujung Laporan, Jusuf Kalla Ungkap Fakta di Balik Polemik UGM
Dari kloset, limbah mengalir melalui pipa drainase rumah dengan bantuan gravitasi.
Pipa biasanya dibuat sedikit miring agar aliran lancar dan tidak mudah tersumbat.
Limbah kemudian menuju septic tank yang umumnya ditanam di dalam tanah.
Di dalam septic tank, terjadi proses penting berupa pemisahan limbah menjadi tiga lapisan.
Lapisan atas disebut scum, berisi lemak dan minyak yang mengapung.
Lapisan tengah adalah efluen cair yang relatif lebih jernih.
Sementara di bagian bawah terdapat sludge atau lumpur yang merupakan endapan kotoran padat.
Baca Juga: Makan Ikan Sapu-Sapu Aman atau Berbahaya, Ini Penjelasan Lengkapnya
Selanjutnya, bakteri anaerob mulai bekerja. Bakteri ini mampu hidup tanpa oksigen dan berfungsi menguraikan kotoran padat, mengurangi volume lumpur, serta mengubah zat organik menjadi gas seperti metana dan cairan.
Proses ini membuat septic tank tidak cepat penuh jika kondisinya sehat.
Air limbah yang sudah terurai kemudian keluar dari septic tank menuju sumur resapan atau langsung ke tanah.
Di sana, air akan disaring secara alami oleh lapisan tanah sebelum kembali ke lingkungan.
Meski demikian, septic tank tetap membutuhkan perawatan.
Lumpur yang mengendap akan terus menumpuk sehingga perlu disedot secara berkala, biasanya setiap 2 hingga 5 tahun, agar tidak meluap dan mencemari lingkungan.
Baca Juga: Full Beasiswa ke Malaysia, Kuliah, Asrama, Uang Saku Ditanggung Baznas 2026
Namun, muncul pertanyaan penting: jika semua kotoran sudah masuk ke septic tank, kenapa saluran got masih bau dan kotor?
Secara teori, got seharusnya hanya mengalirkan air hujan atau air bersih.
Tetapi pada kenyataannya, banyak sistem pembuangan yang belum ideal.
Salah satu penyebab utama adalah limbah rumah tangga tidak semuanya masuk ke septic tank.
Air dari dapur, cucian, dan kamar mandi sering langsung dibuang ke got. Padahal limbah ini mengandung lemak, minyak, sisa makanan, serta bahan kimia dari sabun yang bisa menyebabkan bau dan kekeruhan.
Selain itu, di beberapa tempat masih ada praktik pembuangan limbah toilet langsung ke got.
Hal ini biasanya terjadi karena septic tank tidak tersedia, rusak, atau sudah penuh. Akibatnya, kotoran manusia mencemari saluran terbuka dan menimbulkan bau menyengat.
Faktor lain adalah septic tank yang bocor atau tidak kedap air.
Jika struktur tangki retak atau tidak sesuai standar, limbah bisa merembes ke tanah dan akhirnya masuk ke saluran air di sekitarnya.
Masalah juga bisa muncul jika septic tank tidak pernah disedot.
Saat kapasitasnya penuh, limbah akan meluap dan keluar tanpa proses pengolahan yang sempurna.
Tak kalah penting, kebiasaan membuang sampah padat ke got juga memperparah kondisi.
Sampah seperti plastik, sisa makanan, hingga popok dapat menyumbat aliran air dan memicu pembusukan yang menghasilkan bau tidak sedap.
Perlu dipahami bahwa got pada dasarnya bukan sistem pengolahan limbah, melainkan saluran drainase air hujan.
Ketika digunakan untuk membuang limbah rumah tangga, maka wajar jika kondisinya menjadi kotor dan berbau.
Kesimpulannya, meskipun septic tank sudah ada, got tetap bau karena sistem pembuangan yang tidak dipisah dengan benar, kebocoran, serta kebiasaan membuang limbah dan sampah sembarangan.***




