POJOKSATU.ID – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan akan mengajukan formasi baru dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026.
Formasi yang diajukan akan berfokus pada kebutuhan periset nasional, terutama di bidang-bidang strategis yang dinilai masih kekurangan tenaga ahli.
Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa penambahan formasi ini penting untuk mengejar ketertinggalan jumlah peneliti Indonesia dibanding negara-negara maju.
Baca Juga: Soal Bandara IMIP Luhut Bilang Saya Cuma Izin Domestik! Ya Terus Internasionalnya Darimana, Pak?
Menurutnya, kebutuhan riset nasional terus meningkat, namun sumber daya manusia di sektor tersebut masih belum mencukupi.
“kita akan berjuang ke Kementerian PANRB agar bisa menambah jumlah riset, khususnya bidang yang diperlukan,” ujar Arif, dikutip dari akun @cpns.asn, Selasa, 02 Desember 2025.
Bidang Prioritas Rekrutmen CPNS BRIN 2026
Baca Juga: Tuntaskan Aspirasi Warga, Yuni Indriany Pastikan Drainase dan Jalan Mulus di Pondok Petir
BRIN mengusulkan formasi CPNS untuk sejumlah bidang ilmu yang dianggap paling mendesak dan strategis, antara lain:
• Pemuliaan tanaman
• Nanoteknologi
• Genomik
• Antariksa dan keantariksaan
• Sains material
• Teknologi keberlanjutan (sustainability technology)
Selain bidang sains dan rekayasa, BRIN juga membuka peluang untuk lulusan ilmu sosial.
Peran mereka dibutuhkan untuk menguatkan riset lintas sektor, seperti kebijakan publik, sosial budaya, komunikasi sains, dan analisis dampak sosial dari inovasi teknologi.
Penguatan formasi CPNS ini juga menjadi strategi jangka panjang BRIN untuk memperkuat ekosistem riset Indonesia.
Dengan penambahan baru, BRIN berharap produktivitas penelitian nasional semakin meningkat, baik dari segi publikasi, inovasi, dan kontribusi pada kebijakan publik.
Rencana pengajuan formasi CPNS 2026 ini diharapkan mendapat persetujuan dari PANRB sehingga kebutuhan tenaga peneliti dapat segera terpenuhi.***




