POJOKSATU.id - Dari tahun ke tahun, Bright Future Leader Summit dipenuhi rangkaian acara yang seru sekaligus menambah ilmu dan skill. Tak terasa tahun ini sudah memasuki Batch 9.

Bright Future Leader Summit Batch 9 diadakan di Villa Ratu Bogor, seperti tahun-tahun sebelumnya.

YBM BRILiaN menggelar kegiatan Bright Future Leader Summit (BFLS) Batch 9 dari Jumat (3/11) hingga Minggu (5/11).

Acara ini dihadiri oleh 201 Awardee Bright Scholarship dari 31 PTN terpilih.

Sejumlah tokoh, motivator, dan influencer terlibat sebagai pembicara, termasuk Choqi Isyraqi (Productivity Coach & Talent Mapping Practitioner), Jamil Azzaini (CEO Kubik Leadership), Andromeda Mercury (News Anchor), dan Mayor Arm Muhammad Sutrisno (Danramil 0621-11/Ciawi).

Baca Juga: Aksi Kasih UNAIR Berikan Beasiswa untuk Mahasiswa Palestina di Tengah Krisis

Pelatihan selama dua hari mencakup berbagai materi, seperti pembangunan kepercayaan diri, pembentukan karakter, pengembangan passion, peningkatan skill awardee, penguatan wawasan nusantara, dan aspek kelembagaan.

Setiap sesi materi disajikan secara interaktif dengan tujuan memberikan wawasan, motivasi, dan berbagi pengalaman melalui diskusi terbuka.

Pendekatan ini bertujuan agar para awardee dapat merasa lebih terlibat.

Terlihat bahwa antusiasme awardee sangat tinggi, tercermin dari banyaknya pertanyaan dan gagasan yang mereka sampaikan dalam diskusi.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Doyo Ngestitomo, Senior Manager Distribution Network Division BRI dan pengurus YBM BRILiaN, menyoroti pentingnya pengembangan diri, perencanaan strategis, serta pembuatan visi dan misi dalam kehidupan.

Baca Juga: Kuliah ke Luar Negeri Tanpa TOEFL! Ada Beasiswa S1-S3 Gratis ke Romania untuk Mahasiswa Indonesia

Beliau menyampaikan, "Proses upgrade diri sangatlah penting untuk mengikuti perkembangan teknologi. Untuk mencapai hal tersebut, kita perlu memiliki pikiran yang terbuka, kreatif, dan merasa tertantang untuk menghasilkan ide-ide baru."

Pernyataan ini mencerminkan betapa pentingnya sikap proaktif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan zaman.

Seiring dengan tema tersebut, Bapak Abdul Wahid Wiajaya, Head Of Culture Transformation Division BRI dan Sekretaris Jenderal YBM BRILiaN, turut berbicara tentang pembangunan pola pikir yang progresif.

Beliau menekankan, "Ketika kita berusaha untuk tumbuh, kita seringkali keluar dari zona kenyamanan. Sebaliknya, kenyamanan seringkali mengindikasikan ketidakberlanjutan pertumbuhan.

Lebih baik kita sibuk tumbuh hingga kita lupa cara untuk mengeluh."

Baca Juga: Menuju Pendidikan S2 Gratis! Lengkap Dengan Cara Daftar dan Syarat Beasiswa LPDP 2024

Pernyataan itu menekankan pentingnya keluar dari zona nyaman sebagai langkah menuju pertumbuhan dan perkembangan pribadi.

Pada sesi terakhir, para awardee mengikuti kegiatan outbond dengan tujuan mengembangkan team building, kerja sama tim, mempererat hubungan, meningkatkan konsentrasi, kreativitas, dan yang tak kalah pentingnya, membangun rasa percaya diri.

Dengan melibatkan diri dalam seluruh rangkaian kegiatan BFLS, diharapkan para awardee akan membawa bekal yang memadai untuk menghadapi program pembinaan.

Juga, embentuk kebiasaan positif, serta mengembangkan karakter dan kapasitas yang diperlukan untuk menghadapi masa depan yang cerah, sejalan dengan tujuan dari program Bright Scholarship.***