POJOKSATU.ID - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 kembali disalurkan pemerintah pada Februari 2026.

Program bantuan sosial ini ditujukan untuk membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok.

Namun, masih banyak masyarakat yang bingung mengenai bagaimana cara mencairkan BPNT tahap 1 Februari 2026 agar bantuan bisa dimanfaatkan secara maksimal.

BPNT disalurkan dalam bentuk saldo bantuan yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Baca Juga: BPNT Tahap Awal 2026 Mulai Disalurkan, Segini Bantuan yang Masuk ke Kartu Sembako

Saldo tersebut tidak dapat diuangkan, melainkan hanya bisa dibelanjakan kebutuhan pangan di e-warong atau mitra resmi pemerintah.

Persiapan Sebelum Mencairkan BPNT Februari 2026

Sebelum melakukan pencairan, KPM wajib memastikan beberapa hal penting.

Pertama, pastikan nama penerima masih terdaftar sebagai KPM aktif berdasarkan data terbaru pemerintah.

Kedua, KKS dalam kondisi aktif dan tidak terblokir.

Baca Juga: VIRAL Pendaki yang Hilang di Bukit Mongkrang Karanganyar Akhirnya Ditemukan, Namun Sayang Nyawanya Sudah Tak Tertolong

Ketiga, cek jadwal pencairan di wilayah masing-masing karena penyaluran BPNT tidak selalu serentak.

KPM juga disarankan membawa identitas diri seperti KTP dan KK saat hendak mencairkan bantuan, terutama bagi wilayah yang menyalurkan BPNT melalui PT Pos Indonesia.

Cara Mencairkan BPNT Tahap 1 Februari 2026

Berikut tutorial lengkap pencairan BPNT tahap 1 Februari 2026 yang perlu diperhatikan KPM:

1. Cek Saldo KKS

Saldo BPNT bisa dicek melalui mesin EDC di e-warong, ATM bank penyalur, atau dengan bertanya langsung kepada pendamping sosial.

Jika saldo sudah masuk, bantuan siap digunakan.

2. Datang ke E-Warong Resmi

KPM mendatangi e-warong yang telah ditunjuk pemerintah.

Pastikan e-warong tersebut memiliki logo resmi BPNT dan bekerja sama dengan bank penyalur.

Baca Juga: Jadwal CAT PPPK KemenHAM 2026 Resmi Rilis! Ini Aturan Ketat yang Wajib Dipatuhi

3. Gesek KKS di Mesin EDC

Petugas e-warong akan menggesek KKS menggunakan mesin EDC.

Saldo BPNT otomatis terpotong sesuai nilai belanja bahan pangan yang dipilih.

4. Pilih Bahan Pangan Sesuai Ketentuan

BPNT hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, daging, ikan, tahu, tempe, dan sayuran.

KPM tidak diperbolehkan membeli rokok atau barang non-pangan.

Baca Juga: Bocoran Rekrutmen BUMN 2026, Formasi Favorit Ini Tak Hanya Tersedia di Jakarta

5. Simpan Struk Transaksi

Setelah transaksi selesai, KPM akan menerima struk sebagai bukti pencairan.

Struk ini penting jika terjadi kendala atau selisih saldo.

Alternatif Pencairan Melalui PT Pos Indonesia

Di beberapa daerah, BPNT disalurkan melalui PT Pos Indonesia.

KPM akan menerima undangan resmi dan mencairkan bantuan dengan membawa KTP dan KK.

Bantuan diberikan dalam bentuk paket sembako atau kupon belanja sesuai kebijakan setempat.

Kendala yang Sering Terjadi

Beberapa kendala umum yang kerap dialami KPM antara lain saldo belum masuk, KKS terblokir, atau e-warong kehabisan stok.

Jika hal ini terjadi, KPM disarankan segera melapor ke pendamping sosial atau kantor desa/kelurahan.

BPNT tahap 1 Februari 2026 diharapkan membantu meringankan beban kebutuhan pangan masyarakat.

Dengan mengikuti tutorial pencairan yang benar, KPM dapat memanfaatkan bantuan secara optimal dan menghindari kesalahan saat proses penyaluran.***