POJOKSATU.id - Kabar baik bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) kembali membuka Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026-2027 sebagai bentuk dukungan terhadap penelitian dan pengembangan di sektor perkebunan. 

Program ini ditujukan bagi mahasiswa aktif jenjang vokasi maupun Strata 1 (S1) dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui program tersebut, BPDP ingin mendorong lahirnya inovasi berbasis sains dan teknologi yang mampu mendukung pengembangan komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa secara berkelanjutan. 

Selain menjadi wadah mengasah kemampuan riset, lomba ini juga diharapkan melahirkan solusi yang dapat diterapkan di dunia industri maupun masyarakat.

Baca Juga: Langkah Awal Seleksi CPNS 2026, KemenpanRB Fokuskan Pemetaan Formasi dan Anggaran Negara

Mahasiswa yang berminat dapat mengajukan proposal penelitian paling lambat 30 Oktober 2026 melalui laman lombariset.bpdp.or.id.

Tujuh Bidang Riset Jadi Prioritas

Pada penyelenggaraan tahun 2026-2027, BPDP menetapkan tujuh bidang riset prioritas yang dapat dipilih peserta sesuai minat dan kompetensinya.

Ketujuh bidang tersebut meliputi:

  1. Bioenergi.

  2. Biomaterial dan Oleokimia.

  3. Pangan, Pakan, dan Kesehatan.

  4. Lahan, Tanah, dan Budidaya.

  5. Pascapanen dan Pengolahan.

  6. Pengolahan Limbah dan Lingkungan.

  7. Sosial Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Pasar, dan Teknologi Informasi serta Komunikasi (TIK).

Baca Juga: Kemendikdasmen Perkuat Revitalisasi PPG, 172 LPTK Didampingi untuk Tingkatkan Mutu Calon Guru Profesional

Masing-masing bidang memuat topik penelitian yang berfokus pada komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao, mulai dari pengembangan bioenergi, hilirisasi produk, teknologi budidaya, pemanfaatan limbah, hingga transformasi digital berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan big data.

Fokus pada Inovasi dan Hilirisasi

Berbagai topik riset yang ditawarkan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga diarahkan agar menghasilkan inovasi yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikomersialkan.

Pada sektor bioenergi, misalnya, peserta dapat mengembangkan teknologi produksi biodiesel, bioavtur, bioetanol, biohidrokarbon, hingga pemanfaatan limbah cair industri sawit (POME) menjadi sumber energi terbarukan.

Baca Juga: MenpanRB Surati Kemenkeu, Pemerintah Mulai Petakan Anggaran Rekrutmen CPNS 2026

Sementara pada bidang biomaterial dan oleokimia, BPDP membuka peluang riset mengenai pengembangan bahan baku industri berbasis sawit, kelapa, maupun kakao untuk menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti kosmetik, produk farmasi, bahan kimia khusus, hingga komponen industri.

Di bidang pangan dan kesehatan, topik yang ditawarkan mencakup pengembangan pangan fungsional, nutrasetikal, farmasetikal, kosmetik kesehatan, hingga inovasi pakan berbasis biomassa perkebunan.

Tak hanya itu, peserta juga dapat mengembangkan penelitian mengenai budidaya tanaman, teknologi pascapanen, sistem ketertelusuran (traceability), pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi gas rumah kaca, hingga strategi peningkatan daya saing komoditas perkebunan Indonesia di pasar global.

Baca Juga: Penerapan Kurikulum Berbasis Industri, OII Siap Lahirkan Center of Excellence dan Startup Kelautan

Panduan dan Sosialisasi Disiapkan

BPDP juga menyediakan Buku Panduan Teknis Tata Cara Pengajuan Penelitian dan Pengembangan yang memuat persyaratan, kriteria, format, serta mekanisme pengajuan proposal. 

Panduan tersebut dapat diakses melalui situs resmi BPDP maupun laman lomba riset.

Untuk membantu peserta memahami proses pendaftaran, BPDP juga akan menggelar Webinar Sosialisasi Call for Proposal Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026-2027. Jadwal pelaksanaan webinar akan diumumkan melalui kanal resmi BPDP.

Baca Juga: Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Juga Berkelit Asal Uang 74 Kg Emas dan Rp 476 M di Rumah Sentul

BPDP menegaskan bahwa seluruh penyelenggaraan program dilaksanakan dengan semangat Komoditas Perkebunan yang BAIK, yakni Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan, sebagai bagian dari komitmen membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi.

Kesempatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sektor perkebunan Indonesia. 

Sebab, riset yang baik bukan sekadar menghasilkan temuan baru, melainkan juga menjadi langkah awal menuju pembangunan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing. ***