POJOKSATU.ID – Memasuki tahun anggaran 2026, pemerintah kembali menyiapkan skema bantuan sosial khusus bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang diproyeksikan akan menerima THR dari bansos menjelang hari besar keagamaan.

Program ini disusun untuk membantu keluarga rentan agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah peningkatan harga menjelang periode libur nasional.

Kementerian Sosial bersama kementerian terkait melakukan penyesuaian alokasi bansos.

Memastikan bahwa keluarga miskin ekstrem, KPM reguler, dan kelompok rentan tetap mendapatkan dukungan tambahan berupa bantuan berbasis THR.

Baca Juga: Masuk Data Kemiskinan Ekstrem? Kamu Berhak Dapat 5 Jenis Bansos Sekaligus dari Pemerintah

Lalu, apa saja bentuk THR dari bansos yang dijadwalkan untuk KPM pada tahun 2026?

1. THR Bansos Tambahan Pangan

Jelang hari besar, pemerintah biasanya menyiapkan bantuan pangan tambahan berupa beras, telur, daging ayam, atau paket sembako.

Tahun 2026, program ini diproyeksikan tetap berjalan melalui skema bantuan pangan pemerintah.

Bantuan semacam ini diberikan untuk mengantisipasi kenaikan harga di pasar, terutama pada komoditas pokok seperti beras dan kebutuhan dapur lainnya.

Baca Juga: Bah Ojak Akhirnya Tersenyum, Bupati Karawang Turun Tangan Bangun Rumah Baru

KPM prioritas, terutama dalam kategori kemiskinan ekstrem, akan menjadi penerima utama.

 

2. THR dari Tambahan Saldo BPNT

Selain bantuan pangan, KPM yang sudah terdaftar di program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berpotensi mendapatkan tambahan saldo menjelang hari besar.

Tambahan ini biasanya diberikan sebagai top-up sementara untuk membantu keluarga mengakses kebutuhan pokok secara lebih leluasa.

Mulai 2026, pemerintah memperkuat integrasi data pangan sehingga penyaluran top-up ini akan diprioritaskan bagi mereka yang terdata dalam daftar rentan dan sangat miskin.

3. THR Khusus KPM PKH

Program Keluarga Harapan (PKH) memang memiliki jadwal pencairan triwulan.

Baca Juga: HORE! Ternyata PPPK Bisa Jadi Kepala Dinas Hingga Eselon, Ini Aturan dan Syarat Resminya

Tetapi pada tahun tertentu pemerintah dapat menambahkan insentif musiman untuk golongan tertentu seperti balita, lansia, dan ibu hamil.

Untuk 2026, diproyeksikan ada insentif tambahan yang diberikan berdekatan dengan masa Hari Raya.

Terutama setelah evaluasi bantuan tahun 2025 menunjukkan kebutuhan akselerasi perlindungan terhadap keluarga ekstrem miskin.

4. THR dari BLT Dana Desa untuk Warga Rentan

Di sejumlah wilayah, BLT Dana Desa juga disalurkan mendekati hari besar keagamaan sebagai bentuk THR sosial bagi keluarga yang paling terdampak.

Baca Juga: Mobil MBG Nyelonong Tabrak 21 Murid, Pramono Anung Salahkan Sopir Pengganti

Penyaluran BLT ini biasanya bersifat fleksibel sesuai regulasi desa dan menyasar warga yang secara ekonomi paling rentan.

Meski tidak semua desa menyalurkannya bersamaan, kecenderungan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan bantuan menjelang Hari Raya.

5. THR Berupa Bantuan Beras Pemerintah

Bantuan beras 10 kg yang kerap disalurkan pemerintah dalam situasi tertentu diproyeksikan kembali hadir pada 2026 sebagai bagian dari paket bantuan menjelang hari besar.

KPM dalam kategori kemiskinan ekstrem, lansia tunggal, dan penyandang disabilitas berat biasanya menjadi prioritas utama berdasarkan pendataan terbaru.

6. THR Bansos Tambahan untuk Kelompok Khusus

Selain bansos reguler, pemerintah biasanya membuka ruang penyaluran bantuan untuk:

Lansia miskin tanpa penopang ekonomi

Penyandang disabilitas berat

Warga rawan pangan

Baca Juga: Warga Antusias, Dana PKH Validasi Baru Bakal Masuk Rekening 11 Desember Cek Cara Cek Saldo!

Program ini diproyeksikan tetap berjalan pada 2026, mengikuti peta kerawanan daerah berbasis data nasional.

 

Pemerintah menyiapkan THR bansos untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat rentan.

Kenaikan harga pangan menjelang hari besar kerap membebani keluarga berpenghasilan rendah.

Sehingga intervensi berupa top-up, paket sembako, atau insentif tambahan dinilai efektif mencegah lonjakan inflasi rumah tangga.

Dengan integrasi data kesejahteraan 2026, pemerintah berupaya memastikan bantuan lebih tepat sasaran dan diterima KPM yang benar-benar membutuhkan.***