POJOKSATU.id – Menjelang seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan 2025, dua aspek utama yang akan sangat menentukan kelulusan calon guru adalah literasi dan numerasi.

Tahun ini, Kementerian Pendidikan, Dasar, dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa penilaian calon guru tak lagi berfokus pada hafalan teori.

Melainkan pada kemampuan bernalar dan memahami informasi secara mendalam.

Baca Juga: Pelaku Ledakan Bom SMAN 72 Terekam CCTV Diantar Ayahnya Bawa 2 Tas Ransel Besar ke Sekolah

Untuk membantu calon peserta mempersiapkan diri, berikut ini kumpulan contoh soal literasi dan numerasi PPG 2025 lengkap dengan pembahasan dan tips menjawab efektif.


Soal Literasi PPG 2025

Contoh 1 Teks Informasi Pendidikan

Baca Juga: Calon Guru 2025 Wajib Unggul di Literasi dan Numerasi, Bukan Sekadar Teori

Bacaan:

Banyak sekolah kini menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kreativitas siswa. Namun, tanpa bimbingan guru yang tepat, siswa cenderung hanya meniru contoh proyek dari internet tanpa melakukan eksplorasi ide sendiri. Guru diharapkan mampu membimbing agar siswa tidak hanya menyelesaikan tugas, tapi juga mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis.

Pertanyaan:

Apa pesan utama dari teks di atas?

Pilihan Jawaban:

A. Guru perlu memberi proyek yang sulit agar siswa lebih kreatif.

B. Pembelajaran berbasis proyek gagal diterapkan di sekolah.

C. Guru harus membimbing agar proyek siswa benar-benar mengasah kreativitas.

D. Siswa dilarang mencari referensi di internet.

Pembahasan:

Jawaban C benar. Soal ini mengukur kemampuan memahami ide utama dan tujuan teks.

Baca Juga: Tak Selalu Melalui Paruh Waktu! PPPK Diminta Bersyukur, Ini Penjelasan dan Datanya

Fokus utama paragraf adalah peran guru dalam memastikan pembelajaran proyek benar-benar melatih kreativitas siswa, bukan sekadar meniru.

Tips:

Dalam soal literasi, fokuslah pada gagasan pokok, bukan detail kecil. Kalimat pertama atau terakhir paragraf sering memuat inti pesan.

Baca Juga: Demi Balik Modal Politik, Gubernur Jadi Pengusaha Proyek, Kasus Riau Sebut Skema “Jatah Preman”

Contoh 2 Teks Argumentatif

Bacaan:

Sebagian orang menilai bahwa penggunaan gawai dalam pembelajaran membuat siswa sulit fokus. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa dengan arahan guru yang tepat, gawai justru membantu meningkatkan interaktivitas dan kolaborasi antar siswa.

Pertanyaan:

Bagaimana penulis mendukung argumennya?

Pilihan Jawaban:

A. Dengan menyajikan fakta penelitian yang mendukung penggunaan gawai.

B. Dengan memberikan opini pribadi tanpa bukti.

C. Dengan menyalahkan guru yang tidak bisa mengajar.

D. Dengan menolak seluruh pendapat masyarakat.

Baca Juga: Intip Jurusan yang Paling Dibutuhkan di CPNS 2026, Peluang Lolos Lebih Besar!

Pembahasan:

Jawaban A. Penulis menggunakan bukti penelitian sebagai dasar argumen. Ini adalah ciri khas teks argumentatif yang baik, pendapat disertai fakta pendukung.

Tips:

Perhatikan kata penghubung seperti namun, sedangkan, karena, atau sebab. Ini membantu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat atau perbandingan ide.

Baca Juga: Perbedaan PNS, PPPK, dan Honorer! Status, Gaji, dan Hak yang Wajib Kamu Tahu

Contoh 3 Literasi Visual atau Data

Bacaan Grafik:

Grafik menunjukkan peningkatan jumlah peserta PPG Prajabatan dari 20.000 (tahun 2022) menjadi 45.000 (tahun 2024).

Pertanyaan:

Apa kesimpulan yang tepat berdasarkan grafik tersebut?

Pilihan Jawaban:

A. Minat mengikuti PPG menurun setiap tahun.

B. PPG Prajabatan sudah tidak diminati lagi.

C. Jumlah peserta PPG meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua tahun.

D. Tidak ada perubahan signifikan pada jumlah peserta.

Baca Juga: Tak Sama Tapi Setara, Begini Perbedaan PPPK dan PNS di Indonesia

Pembahasan:

Jawaban C. Data jelas menunjukkan peningkatan signifikan (lebih dari dua kali lipat).

Soal seperti ini menguji kemampuan membaca dan menafsirkan data kuantitatif sederhana, bagian penting dalam literasi informasi.


Soal Numerasi PPG 2025

Contoh 1 Penalaran Matematika Dasar

Soal:

Dalam satu kelas, terdapat 28 siswa. Tiga perempat dari jumlah siswa hadir tepat waktu. Berapa siswa yang datang terlambat?

Pembahasan:

Tiga perempat dikalikan 28 sama dengan 21 siswa hadir tepat waktu. Maka, siswa terlambat = 28 – 21 = 7 siswa.

 

Tips:

Numerasi bukan sekadar menghitung cepat, tetapi memahami konteks permasalahan. Pastikan membaca kalimat soal dengan teliti sebelum menghitung.

Contoh 2 Analisis Data

Soal:

Rata-rata nilai ujian literasi dari lima siswa adalah 80. Empat siswa mendapat nilai 78, 82, 85, dan 75. Berapa nilai siswa kelima?

Baca Juga: Dorong Energi Terbarukan, Pertamina Regional JBB Edukasi Warga dan Santri di Desa Pasirtanjung Karawang

Pembahasan:

Total nilai = 5 × 80 = 400.

Nilai empat siswa = 78 + 82 + 85 + 75 = 320.

Nilai kelima = 400 – 320 = 80.

Tips:

Soal semacam ini menguji logika dan kemampuan mengaplikasikan rumus rata-rata sederhana — tipe soal yang sering muncul di asesmen numerasi PPG.

Contoh 3, Penalaran Kontekstual

Soal:

Seorang guru ingin membagi 45 buku ke 9 kelompok siswa secara adil. Jika dua kelompok mendapat tambahan masing-masing satu buku karena jumlah anggota lebih banyak, berapa buku yang diterima kelompok lain?

Pembahasan:

Total tambahan = 2 buku, tersisa 45 – 2 = 43 buku untuk 9 kelompok. Kelompok lain (7 kelompok) menerima 43 ÷ 9 = sekitar 4–5 buku per kelompok dengan dua kelompok menerima 6 buku. Soal ini mengukur kemampuan memperkirakan dan menerapkan konsep pembagian proporsional.

 
Pola Soal Asesmen PPG 2025

Berdasarkan contoh simulasi dari Direktorat GTK, soal literasi dan numerasi PPG 2025 akan menguji tiga hal utama:

1. Pemahaman konteks (contextual understanding), mampu menarik kesimpulan dari teks, tabel, atau grafik.

Baca Juga: Dorong Energi Terbarukan, Pertamina Regional JBB Edukasi Warga dan Santri di Desa Pasirtanjung Karawang

2. Penalaran logis (logical reasoning), mengaitkan data dan fakta untuk menjawab pertanyaan.

3. Aplikasi pendidikan (pedagogical application), menafsirkan kasus dalam konteks kelas dan strategi pembelajaran.

Format soal umumnya berbentuk pilihan ganda kompleks (multiple-choice dengan alasan) atau uraian pendek kontekstual.

 

Strategi Belajar Efektif untuk PPG 2025

Gunakan platform resmi: akses latihan soal di ppg.kemdikbud.go.id dan Platform Merdeka Mengajar.

Baca Juga: LENGKAP! Ringkasan Materi Teks Pidato Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester 2 Kurikulum Merdeka

Fokus pada literasi data: banyak soal berbasis tabel dan grafik, bukan sekadar teks naratif.

Biasakan membaca cepat dan analitis: latih membaca teks panjang tanpa kehilangan fokus pada gagasan utama.

Latih numerasi kontekstual: gunakan soal cerita dengan konteks pendidikan, bukan hanya hitungan murni.

Ikuti try out daring: banyak universitas penyelenggara PPG menyediakan simulasi gratis agar calon guru terbiasa dengan format asesmen terbaru.

Seleksi PPG Prajabatan 2025 bukan lagi sekadar tes akademik, melainkan cermin kemampuan bernalar, membaca data, dan berpikir reflektif.

Literasi dan numerasi menjadi dasar kompetensi guru abad ke-21, karena guru masa depan tidak hanya mengajar, tapi juga menuntun murid berpikir.

Bagi calon guru yang sedang bersiap, latihan soal seperti ini adalah langkah awal menuju profesi pendidik yang berdaya pikir kritis dan berkarakter.***