POJOKSATU.id - Bagi Anda yang tengah mencari informasi terbaru terkait Pendidikan Guru Penggerak, ini ada bocoran langsung dari Bu Nunuk.
Seperti diketahui, di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, sejumlah kebijakan baru langsung diterapkan.
Salah satunya adalah terkait dengan Pendidikan Guru Penggerak atau PGP.
Baca Juga: 7 Tips Mengerjakan Soal Seleksi PPPK Guru 2024: SJT, Manajerial, Sosiokultural, dan Wawancara
PGP sendiri adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran.
Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan.
Kendati demikian, selama program berjalan, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.
Ada 4 modul materi pembelajaran dalam PGP, antara lain:
1. Paradigma dan visi Guru Penggerak
2. Praktik pembelajaran yang berpihak pada murid
3. Pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah
4. Selebrasi, refleksi, kolaborasi dan aksi
Namun di lapangan, kebijakan ini tidak lepas dari pro-kontra.
Itu lantaran PGP dinilai malah lebih banyak meninggalkan sekolah dan siswa akibat kesibukan mengikuti program ini.
Selain itu, lulusan PGP juga dinilai kurang 'mumpuni' untuk mengampu jabatan sebagai kepala sekolah.
Nasib Pendidikan Guru Penggerak
Terkait masa depan program PGP, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Prof Nunuk Suryani memberikan bocoran.
Bocoran langsung itu disampaikan Bu Nunuk saat memberikan sambutan dalam Koordinasi Teknis Ketuntasan Nilai PGP Angkatan 11 Surakarta 6-8 Desember 2024, di Surakarta.
Dalam penyampaiannya, Bu Nunuk mengungkap sejumlah program prioritas yang akan dilaksanakan mulai tahun 2025 mendatang.
Diantaranya adalah peningkatan kompetensi guru atau PKG BK atau bimbingan konseling.
Nantinya, guru-guru tersebut akan mendapatkan pelatihan kurikulum yang disesuaikan.
"Saat ini sedang ada kajian 8 program prioritas, termasuk kurikulum nanti akan disesuaikan. Tapi bukan diganti," ujarnya dikutip Pojoksatu.id, Minggu 8 Desember 2024.
Selanjutnya peningkatan kualifikasi dan kompetensi berjenjang guru PAUD.
Dimana guru PAUD yang belum S1, akan mendapatkan peningkatan kompetensi.
"Nanti dia hanya tinggal menyelesaikan satu setengah semester sehingga guru-guru PAUD itu bisa menjadi S1," beber dia.
Selanjutnya, Bu Nunuk kemudian mengungkap nasib program Pendidikan Guru Penggerak atau PGP.
Dimana PGP akan 'disuntik mati' dan diganatikan dnegan program yang baru.
"Lalu ada program Pendidikan Kepemimpinan Sekolah (PKS)." ucap dia.
"Yaitu penyempurnaan dari Pendidikan Guru Penggerak menjadi diklat calon kepala sekolah dan calon pengawas sekolah," bebernya.
"Guru Pengerak kan itu Merdeka Belajar ya. Ini namanya program Pendidikan Kepemimpinan Sekolah," jelas dia.
Sayangnya, Prof Nunuk masih belum mau memberikan bocoran lebih lanjut terkait PKS.
"Ya, isinya, substansinya Guru Penggerak," ucapnya.
Apa Itu Pendidikan Kepemimpinan Sekolah?
Disampaikan pula bahwa PKS secara khusus bertujuan untuk menyiapkan para calon kepala sekolah dan pengawas sekolah.
Dipastikan pula bahwa nantinya akan ada penambahan materi dalam PKS, yakni materi kepemimpinan manajerial.
Program Pendidikan Kepemimpinan Sekolah atau PKS ini akan dimulai pada 2025 mendatang.
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Itulah informasi nasib program Pendidikan Guru Penggerak atau PGP dan penggantinya bocoran langsung dari Dirjen GTK Prof Nunuk Suryani.***




